STUDI KOMPARATIF PANDANGAN TOLERANSI BERAGAMA BERDASARKAN RUMPUN KEILMUAN DI UNIVERSITAS GADJAH MADA
DOI:
https://doi.org/10.53800/0m83ps19Keywords:
religious tolerance, scientific cluster, higher education, intergroup comparison, inclusive values, toleransi beragama, rumpun keilmuan, pendidikan tinggi, perbandingan antar kelompok, nilai inklusifAbstract
This study investigates the comparative perspectives on religious tolerance among students from different academic disciplines—Social-Humanities (Soshum) and Science-Technology (Saintek)—at Universitas Gadjah Mada. Using a quantitative comparative method, data were collected via an online questionnaire using a five-point Likert scale. The study involved 60 purposively selected respondents from both clusters. Results from the Shapiro-Wilk test indicated non-normal distribution in both groups, prompting the use of the Mann-Whitney U test. Although descriptive data showed that Soshum students tended to have higher and more consistent tolerance scores, the inferential analysis found no statistically significant difference between the two groups (p = 0.279). Visual data further indicated a broader variation in Saintek students' tolerance levels. The findings suggest that while disciplinary background may influence perspectives, the multicultural campus environment acts as a moderating factor. Theoretical frameworks of objective conservative and subjective liberal tolerance supported these interpretations. The study recommends cross-disciplinary character education programs to foster inclusive attitudes in higher education.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji perbandingan pandangan mengenai toleransi beragama di kalangan mahasiswa dari rumpun keilmuan Sosial-Humaniora (Soshum) dan Sains-Teknologi (Saintek) di Universitas Gadjah Mada. Dengan pendekatan kuantitatif komparatif, data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan skala Likert lima poin. Sebanyak 60 responden dipilih secara purposif dari masing-masing rumpun. Hasil uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal, sehingga analisis menggunakan uji Mann-Whitney U. Meskipun data deskriptif memperlihatkan mahasiswa rumpun Soshum memiliki skor toleransi yang lebih tinggi dan konsisten, analisis inferensial menjelaskan tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik antara kedua rumpun (p = 0,279). Visualisasi data mengungkapkan variasi yang lebih besar dalam tingkat toleransi pada mahasiswa rumpun Saintek. Temuan ini mengindikasikan bahwa latar belakang keilmuan mempengaruhi sudut pandang, namun lingkungan kampus yang multikultural turut berperan sebagai faktor moderasi. Kerangka teori toleransi konservatif objektif dan liberal subjektif mendukung interpretasi temuan. Hasil studi merekomendasikan program pendidikan karakter lintas disiplin untuk menumbuhkan sikap inklusif di lingkungan pendidikan tinggi.
Downloads
References
Akhmadi, A. (2019). Moderasi Beragama Dalam Keragaman Indonesia Religious Moderation in Indonesia ’ S Diversity. Jurnal Diklat Keagamaan, 13(2), 45–55.
Amri, K. (2021). Moderasi Beragama Perspektif Agama-Agama di Indonesia. Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 4(2), 179–196. http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/li/index
Azra, A. (2006). Islam Nusantara dan Pluralisme Indonesia. Penerbit Kencana.
Bahrun, S., Alifah, S., & Mulyono, S. (2018). Rancang Bangun Sistem Informasi Survey Pemasaran dan Penjualan Berbasis Web. Jurnal Transistor Elektro Dan Informatika, 2(2), 81–88.
Devi, D. A. (2020). Toleransi beragama. In Jurnal Ushuluddin. Alprin.
Huriani, Y., Rahman, M. T., & Haq, M. Z. (2021). Developing Gender-Based Justice Relationships in Indonesian Families During the COVID-19 Pandemic. Equalita: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 3(1), 76. https://doi.org/10.24235/equalita.v3i1.8355
Indrasetianingsih, A., Hapsery, A., Lusyanti, I. G., dan S., H. R. K. (2021). Pelatihan two way ANOVA menggunakan software R (Studi kasus pertumbuhan panjang hipokotil tanaman kedelai). Jurnal Pengabdian LPPM Untag Surabaya, 107–112. https://doi.org/https://doi.org/10.30996/JPM17.V6I02.6234
Kolassa, J. (2020). An Introduction to Nonparametric Statistics. Chapman and Hall.
Kusumaningtyas, E., Sugiyanto, Subagyo, E., Adinugroho, W. C., Jacob, J., Berry, Y., Nuraini, A., Sudjono, & Syah, S. (2022). Konsep dan Praktik Ekonometrika Menggunakan Eview (M. P. Dr. Miftakus Surur (ed.); 1st ed.). Academia Publication.
Kymlicka, W. (1995). Multicultural Citizenship: A Liberal Theory of Minority Rights. Oxford University Press. https://doi.org/https://doi.org/10.1093/0198290918.001.0001
Putra. (2022). Biarkan Kami Bermain : Siklus Orientasi Pers Mahasiswa. 3(2), 134–154.
Rawls, J. (1993). Political Liberalism. Columbia University Press.
Rozak, A., & Hidayati, W. S. (2019). Pengolahan Data Dengan SPSS. Erhaka Utama.
Saifuddin. (2019). Moderasi Beragama (1st ed.). Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Saputra, P. A., & Nugroho, A. (2017). Perancangan Dan Implementasi Survei Kepuasan Pengunjung Berbasis Web Di Perpustakaan Daerah Kota Salatiga. JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi, 15(1), 63. https://doi.org/10.12962/j24068535.v15i1.a636
Sarwono, J. (2016). Prosedur-prosedur analisis populer : aplikasi riset skripsi dan tesis dengan EViews (1st ed.). Gava Media.
Sembiring, I. M., Ilham, Sukmawati, E., & Arifudin, O. (2024). Pendidikan Agama Islam Berwawasan Global Sebagai Dasar Paradigma Dan Solusi Dalam Menghadapi Era Society 5.0. Journal Of Social Science Research, 4(2), 305–314.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (8th ed.). Alfabeta.
Thahir, M. (2023). Tantangan Dan Strategi Dalam Mengatasi Perbedaan Budaya Dan Agama Di Indonesia. Dakwatun : Jurnal Manajemen Dakwah, 2(1), 132–143. https://doi.org/10.58194/jdmd.v2i1.757
Wiguna, I. B. A. A., & Andari, I. A. M. Y. (2023). Moderasi Beragama Solusi Hidup Rukun Di Indonesia. Widya Sandhi Jurnal Kajian Agama Sosial Dan Budaya, 14(1), 40–54. https://doi.org/10.53977/ws.v14i1.949
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












