ANALISIS RELASI KONSEPTUAL ANTARA MODERASI BERAGAMA DAN KURIKULUM BERBASIS CINTA SEBAGAI STRATEGI REINTERPRETASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Authors

  • DWI JATI MARTA MARTA Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka

DOI:

https://doi.org/10.53800/wh02eg87

Keywords:

curriculum based on love, Islamic religious education, religious moderation, reinterpretation of education, kurikulum berbasis cinta, moderasi beragama, pendidikan agama islam, reinterpretasi pendidikan

Abstract

Abstract

Islamic Religious Education in Indonesia faces the challenge of increasing intolerance, exclusivism, and social polarization within a multicultural society. Although various efforts to strengthen religious moderation have been undertaken, previous studies still generally treat it as a normative value separate from the pedagogical design of learning. On the other hand, the approach to Islamic Religious Education, which tends to be oriented towards cognitive aspects and knowledge transmission, has not fully succeeded in instilling the values of tolerance, empathy, and social responsibility among students. This research aims to analyze the conceptual and practical relationship between religious moderation and the Love-Based Curriculum as a strategy for reinterpreting Islamic Religious Education in Indonesia. The reinterpretation strategy referred to is an effort to reorient Islamic Religious Education from learning centered on mastery of doctrine toward character building, moral awareness, and religious experiences that are humanistic, dialogical, and contextual. The research employs a qualitative approach using a literature review method, with document analysis of the policies of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia, academic literature, and scientific publications related to religious moderation and the Love-Based Curriculum. The data were analyzed using content analysis techniques to identify the conceptual, implementational, and pedagogical implications of these two concepts. The research results indicate that religious moderation functions as a normative framework based on national commitment, tolerance, non-violence, and accommodation of local culture, while the Love-Based Curriculum serves as a pedagogical instrument that actualizes these values through the Five Loves, namely love for God, fellow human beings, oneself, the environment, and the nation. The findings show that the relationship between the Five Loves and the four pillars of religious moderation forms an integrative pedagogical model that strengthens the internalization of moderate religious values in Islamic Religious Education. This research contributes to the development of a more humanistic, inclusive, reflective, and contextually relevant paradigm of Islamic Religious Education in contemporary Indonesian society.

Abstrak

Pendidikan Agama Islam di Indonesia menghadapi tantangan meningkatnya intoleransi, eksklusivisme, dan polarisasi sosial di tengah masyarakat multikultural. Meskipun berbagai upaya penguatan moderasi beragama telah dilakukan, kajian terdahulu umumnya masih menempatkan moderasi beragama sebagai nilai normatif yang terpisah dari desain pedagogis pembelajaran. Di sisi lain, pendekatan Pendidikan Agama Islam yang cenderung berorientasi pada aspek kognitif dan transmisi pengetahuan belum sepenuhnya mampu menginternalisasikan nilai toleransi, empati, dan tanggung jawab sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis relasi konseptual dan implementatif antara moderasi beragama dan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai strategi reinterpretasi Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Strategi reinterpretasi yang dimaksud adalah upaya mereorientasikan Pendidikan Agama Islam dari pembelajaran yang berpusat pada penguasaan doktrin menuju pembentukan karakter, kesadaran moral, dan pengalaman keberagamaan yang humanis, dialogis, dan kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis dokumen terhadap kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia, literatur akademik, dan publikasi ilmiah terkait moderasi beragama serta Kurikulum Berbasis Cinta. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi hubungan konseptual, implementatif, dan implikasi pedagogis kedua konsep tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama berfungsi sebagai kerangka normatif yang berlandaskan komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal, sedangkan Kurikulum Berbasis Cinta menjadi instrumen pedagogis yang mengaktualisasikan nilai tersebut melalui Panca Cinta, yaitu cinta kepada Tuhan, sesama manusia, diri sendiri, lingkungan, dan bangsa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa relasi antara Panca Cinta dan empat pilar moderasi beragama membentuk model pedagogis integratif yang memperkuat internalisasi nilai keberagamaan moderat dalam Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan paradigma Pendidikan Agama Islam yang lebih humanis, inklusif, reflektif, dan relevan dengan dinamika masyarakat Indonesia kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alam, S. S. (2025). Peran Moderasi Beragama dalam Kurikulum Berbasis Cinta: Panduan Praktis untuk Keluarga dan Sekolah. Divapendidikan.com. https://divapendidikan.com/peran-moderasi-beragama-dalam-kurikulum-berbasis-cinta-panduan-praktis/.

Amaliyah, S. (2025). Survei Alvara: Mayoritas Gen Z Ingin Literasi Digital dan Literasi Ekonomi Masuk ke Kurikulum Pesantren. Arina.id. https://www.arina.id/berita/ar-hqrm5/survei-alvara:-mayoritas-genz-ingin-literasi-digital-dan-ekonomi-masuk-kurikulum-pesantren.

Apendi, A. R. (2025). Pengembangan Dan Strategi Kurikulum Cinta Pendidikan Islam Di Indonesia. Jakarta: CV. Menara Press Indonesia.

Aslinda. (2025). Kurikulum Cinta dan Moderasi Beragama: Menanamkan Kasih Sayang dan Toleransi Sejak Dini di Madrasah. Pariamantoday.com. https://www.pariamantoday.com/2025/05/kurikulum-cinta-dan-moderasi-beragama.html

Azra, A. (2019). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di tengah Tantangan Milenium III. Jakarta: Prenada Media.

Bajaj, M., & Hantzopoulos, M. (2021). Peace Education: International Perspectives. USA: Bloomsbury Publishing.

Brackett, M. A., Bailey, C. S., Hoffmann, J. D., & Simmons, D. N. (2019). RULER: A Theory-Driven, Systemic Approach to Social, Emotional, and Academic Learning. Educational Psychologist, 54(3), 144–161. https://doi.org/10.1080/00461520.2019.1614447.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Thousand Oaks: Sage Publications.

Darling-Hammond, L., Flook, L., Cook-Harvey, C., Barron, B., & Osher, D. (2020). Implications for educational practice of the science of learning and development. Applied Developmental Science, 24(2), 97–140. https://doi.org/10.1080/10888691.2018.1537791.

Dawangi, H. (2025). Dari Moderasi Beragama ke Kurikulum Cinta. TribunManado.co.id. https://manado.tribunnews.com/2025/05/25/dari-moderasi-beragama-ke-kurikulum-cinta.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The Sage Handbook of Qualitative Research. Thousand Oaks: Sage Publications.

Dzulfiqar, A. S. (2025). Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam dalam Pendidikan Agama Islam: Suatu Studi Literatur. Proceedings of Annual Islamic Conference for Learning and Management, 2, 132–152. https://doi.org/10.15642/AICLeMa.2025.2.132-152.

Faruq, U. (2025). Kurikulum Berbasis Cinta Sebagai Strategi Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Islam Di Indonesia. Journal of Religious Policy, 4(2), 217–236. https://doi.org/10.31330/repo.v4i2.112.

Firmansyah, A., & Hayat, N. (2025). Menag: Kurikulum Berbasis Cinta Landasan Pendidikan Islam Masa Depan. Antaranews.com. https://www.antaranews.com/berita/5326885/menag-kurikulum-berbasis-cinta-landasan-pendidikan-islam-masa-depan.

Fitriyana, P. A., Ulum, R., Sugiarto, W., Nofandi, A., Khalikin, A., Fathuri, S. R., Muchtar, I. H., & Reslawati. (2020). Dinamika Moderasi Beragama di Indonesia. Jakarta: Litbangdiklat Press Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Flick, U. (2022). An Introduction to Qualitative Research. London: Sage Publications.

Hanan, M. D. (2025). Moderasi Beragama dan Kurikulum Cinta sebagai Upaya Reinterpretasi Islam dalam Pendidikan. Fis.uii.ac.id. https://fis.uii.ac.id/blog/2025/04/10/moderasi-beragama-dan-kurikulum-cinta-sebagai-upaya-reinterpretasi-islam-dalam-pendidikan/.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025a). Peta Jalan Moderasi Beragama 2025-2029. Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025b). Panduan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Khoeron, M. (2025). Apa Kurikulum Cinta? Ini pengertian dan strategi implementasinya. Kemenag.go.id. https://kemenag.go.id/nasional/apa-kurikulum-cinta-ini-pengertian-dan-strategi-implementasinya-MKyP0.

Kiran, A. U. (2025). Kurikulum Cinta Bagian Dari Proyek Moderasi Beragama. Arrahmah.id. https://www.arrahmah.id/kurikulum-cinta-bagian-dari-proyek-moderasi-beragama/.

Kuhlthau, C. C., Maniotes, L. K., & Caspari, A. K. (2019). Guided Inquiry Design: A Framework for Inquiry in Your School. Santa Barbara: Libraries Unlimited.

Lamsal, H. (2024). Critical Pedagogy in Addressing Social Inequality and Promoting Social Justice in Education. Advances, 5(3), 77–83. https://doi.org/10.11648/j.advances.20240503.12.

Mahoney, J. L., Durlak, J. A., & Weissberg, R. P. (2018). An update on social and emotional learning outcome research. Phi Delta Kappan, 100(4), 18–23. https://doi.org/10.1177/0031721718815668.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Thousand Oaks: Sage Publications.

Munir, A. (2023). Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama melalui Pembelajaran Berbasis Pengalaman. AT-TA’DIB: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 7(2), 293–303. http://dx.doi.org/10.24127/att.v6521a2366.

Patton, M. Q. (2019). Qualitative Research & Evaluation Methods. Thousand Oaks: Sage Publications.

Qamariah, Z., & Anwar, K. (2025). Analisis Konseptual Kurikulum Cinta: Pendekatan Humanistik dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(2), 426–442. https://doi.org/10.62491/njpi.2025.v5i2-13.

Rohani, & Suhendri. (2025). Implementasi Kurikulum Cinta di madrasah. BangkaPos.com. https://bangka.tribunnews.com/2025/03/24/implementasi-kurikulum-cinta-di-madrasah.

Saprillah. (2025). Kurikulum Cinta: Nafas Baru Moderasi Beragama, Bisakah? Blamakassar.web.id. https://blamakassar.web.id/artikel/kurikulum-cinta-nafas-baru-moderasi-beragama-bisakah.

Shihab, M. Q. (2019). Wasathiyyah Wawasan Islam tentang Moderasi Beragama. Tangerang: Lentera Hati.

Yosarie, I., Insiyah, S., Aiqani, N., & Hasan, H. (2024). Indeks Kota Toleran Tahun 2023. Jakarta: Pustaka Masyarakat Setara.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

ANALISIS RELASI KONSEPTUAL ANTARA MODERASI BERAGAMA DAN KURIKULUM BERBASIS CINTA SEBAGAI STRATEGI REINTERPRETASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA. (2026). Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta, 7(1), 163-186. https://doi.org/10.53800/wh02eg87

Similar Articles

21-30 of 106

You may also start an advanced similarity search for this article.