STRATEGI DIGITAL STORYTELLING DALAM REVITALISASI PUBLIC RELATIONS MADRASAH: STUDI KASUS KOMUNIKASI PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL

Authors

  • Hesti Saputra Wati UIN raden mas said
  • Intan Rima Sarofi Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Indonesia
  • Vionita Yafi Nur Fadilah UIN raden mas said

DOI:

https://doi.org/10.53800/6b7zn551

Keywords:

public relations, digital storytelling, madrasah, stakeholder engagement, Islamic education, pemangku kepentingan, pendidikan Islam

Abstract

Abstract

This study examines the revitalization of madrasah public relations through digital storytelling in response to the changing information needs of educational stakeholders. The issue arises from the increasing reliance of parents, prospective students, alums, and communities on digital communication channels when assessing educational institutions. This research uses a qualitative exploratory case study in one madrasah that has utilized digital communication media. Data were collected through interviews with the vice principal for curriculum affairs and the head of administration, supported by document and content analysis of digital communication materials. The data were analyzed through condensation, thematic coding, data display, and conclusion verification. The findings indicate that madrasah public relations needs to shift from one-way administrative publication toward narrative, visual, contextual, and ethically managed communication. Digital storytelling is perceived as useful for presenting learning processes, student achievements, teacher dedication, religious habituation, and the relevance of Islamic education in more accessible forms. Nevertheless, this study does not claim a statistically significant improvement in stakeholder engagement because the empirical data are limited to internal informants and available digital documents. The article offers a three-stage framework for revitalizing madrasah public relations: identifying authentic stories, producing narrative-based digital content, and distributing and evaluating that content through relevant platforms. The study contributes to educational public relations by proposing a cautious, practical model to strengthen communication within madrasahs in the digital era.

Abstrak

Penelitian ini mengkaji revitalisasi public relations madrasah melalui digital storytelling sebagai respons terhadap perubahan kebutuhan informasi pemangku kepentingan pendidikan. Isu ini muncul karena orang tua, calon peserta didik, alumni, dan masyarakat semakin banyak menggunakan kanal komunikasi digital untuk menilai mutu dan identitas lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus eksploratif pada satu madrasah yang telah memanfaatkan media komunikasi digital. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum dan Ketua Tata Usaha, serta didukung oleh analisis dokumen dan konten terhadap materi komunikasi digital madrasah. Data dianalisis melalui kondensasi data, coding tematik, penyajian data, serta verifikasi kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa humas madrasah perlu bergeser dari publikasi administratif satu arah menuju komunikasi yang naratif, visual, kontekstual, dan dikelola secara etis. Digital storytelling dipersepsikan berguna untuk menampilkan proses pembelajaran, prestasi siswa, dedikasi guru, pembiasaan keagamaan, serta relevansi pendidikan Islam agar lebih mudah dipahami oleh publik. Namun, penelitian ini tidak mengklaim adanya peningkatan signifikan secara statistik terhadap engagement pemangku kepentingan karena data empiris terbatas pada informan internal dan dokumen digital yang tersedia. Artikel ini menawarkan kerangka revitalisasi public relations madrasah dalam tiga tahap, yaitu identifikasi cerita autentik, produksi konten digital berbasis narasi, serta diseminasi dan evaluasi melalui platform yang relevan. Kontribusi penelitian terletak pada penyusunan model yang praktis dan proporsional untuk memperkuat komunikasi madrasah di era digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, L. (2024). Tantangan konsistensi narasi dalam digital storytelling. Jurnal Teknologi Informasi Pendidikan, 19(1), 55–70.

Amalia, R., & Hidayat, R. (2021). Peran public relations dalam membangun citra positif sekolah Islam terpadu melalui media sosial. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 5(1), 1–15.

Azhari, F. (2023). Integrasi narasi islami dalam digital storytelling di lembaga pendidikan. Jurnal Komunikasi, 17(1), 45–60.

Fauzi, A., & Laksana, R. F. (2022). Peran storytelling dalam membangun citra institusi pendidikan Islam di era disrupsi. Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 201–215.

Gultom, A. S. (2022). Strategi storytelling digital lembaga pendidikan dalam meningkatkan engagement dan reputasi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 234–245.

Hasanah, U. (2021). Strategi humas sekolah dalam membangun branding melalui media sosial. Jurnal Manajemen Pendidikan, 12(3), 401–415.

Kusuma, I. (2018). Storytelling sebagai strategi brand awareness lembaga pendidikan non-formal. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 20(1), 1–10.

Mardiana, A., & Budiman, A. (2022). Inovasi humas pendidikan: Penerapan video pendek inspiratif di media sosial. Jurnal Media dan Komunikasi, 4(3), 201–215.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Pambudi, S., & Wulandari, T. (2023). Analisis konten visual storytelling dalam pendidikan pada platform video pendek. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media, 2(1), 1-15.

Pranata, Y., & Wijaya, I. (2021). Dampak penggunaan media digital interaktif terhadap persepsi kualitas sekolah. Jurnal Teknologi Pendidikan, 6(1), 88–102.

Purnomo, E., & Handayani, R. (2018). Analisis efektivitas konten visual storytelling di platform Instagram dalam memengaruhi minat publik. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, 22(1), 45–56.

Rahman, J. (2020). Digital storytelling dan budaya lokal di sekolah Islam. Jurnal Media Pendidikan, 13(1), 22–37.

Rahmat, R., & Sudirman, S. (2020). Manajemen public relations dalam pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan kepercayaan masyarakat. Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 77-90.

Rahmawati, D. (2022). Pengukuran engagement rate konten promosi pendidikan pada platform Instagram. Jurnal Marketing dan Komunikasi, 10(1), 12–25.

Saputri, R. W., & Widiastuti, R. (2019). Pemanfaatan digital storytelling sebagai media komunikasi inovatif untuk mempromosikan sekolah. Jurnal Kajian Komunikasi, 7(2), 167–178.

Sari, K. (2022). Responsivitas PR di era digital: Studi kasus madrasah. Jurnal Komunikasi Sosial, 17(2), 89–104.

Sari, R. M., & Mufidah, L. (2023). Optimalisasi public relations di madrasah melalui content marketing berbasis nilai Islam. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13(2), 170–185.

Setiawan, B. (2019). Pergeseran paradigma PR: Dari publicity ke authenticity. Jurnal Kajian Komunikasi, 7(1), 1–12.

Supriadi, S. (2023). Membangun kepercayaan publik pada lembaga pendidikan: Studi kasus tentang transparansi komunikasi. Jurnal Pendidikan Vokasi, 13(3), 320-335.

Suryadi, A., & Hidayat, M. N. (2019). Keterampilan komunikasi digital kepala sekolah dan efektivitas humas. Jurnal Kepemimpinan Pendidikan, 10(2), 150–165.

Wiryanto, W., & Sudarman, Y. (2020). Analisis kebutuhan informasi stakeholder sekolah menengah di era digital. Jurnal Penelitian Pendidikan, 20(1), 55–68.

Yuniarti, L., & Khairunisa, A. (2020). Penggunaan microblog sebagai strategi komunikasi pemasaran dalam pendidikan. Jurnal Komunikasi Bisnis, 5(2), 90–105.

Zuhri, S. (2021). Etnografi komunikasi digital madrasah dalam mempromosikan kurikulum pesantren. Jurnal Studi Islam dan Pendidikan, 18(1), 70–85.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

STRATEGI DIGITAL STORYTELLING DALAM REVITALISASI PUBLIC RELATIONS MADRASAH: STUDI KASUS KOMUNIKASI PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL. (2026). Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta, 7(1), 141-162. https://doi.org/10.53800/6b7zn551

Similar Articles

11-20 of 102

You may also start an advanced similarity search for this article.