TRANSFORMASI GUIDED NOTE TAKING: PERBANDINGAN MEDIA KONVENSIONAL DAN DIGITAL TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM MURID MAN 11 JAKARTA

 

Umi Muflikhah*

Mustolihudin**

*MAN 11 Jakarta, Indonesia

**STAI Al Hikmah Jakarta, Indonesia 

*E-mail: umimuflikhah7@gmail.com

**E-mail: mustolihudin@gmail.com

 

Abstract

Teaching Islamic Cultural History (SKI) requires strategies that can enhance students’ focus and engagement in processing information. One method that can be used is Guided Note Taking (GNT), whether in conventional or digital formats. This study aims to analyze differences in SKI learning outcomes between the implementation of conventional GNT and digital GNT at MAN 11 Jakarta. Using a quantitative approach and a static group comparison design, the study was conducted with the 11th-grade Nakes class as the conventional GNT group and the 11th-grade Managerial class as the digital GNT group. Data were collected through a learning outcome test consisting of 30 multiple-choice questions that had passed validity and reliability tests (Cronbach’s Alpha = 0.745). Data analysis was performed descriptively and inferentially using normality and homogeneity tests, as well as a Paired Sample t-Test. The results showed that the average learning achievement of students using digital GNT was 23.80, which was higher than that of the conventional GNT group at 19.47. The Paired Sample t-Test yielded a significance value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant difference between the two methods. These findings suggest that digital GNT is more effective in improving SKI learning outcomes because it helps students organize, elaborate, and review information more systematically.

Keywords: guided note taking; conventional GNT; digital GNT; learning outcomes

 

Abstrak

Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) memerlukan strategi yang mampu meningkatkan fokus dan keterlibatan murid dalam mengolah informasi. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Guided Note Taking (GNT), baik dalam bentuk media konvensional maupun media digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil belajar SKI antara penerapan GNT konvensional dan GNT digital di MAN 11 Jakarta. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain static group comparison, penelitian dilakukan pada kelas XI Nakes sebagai kelompok GNT konvensional dan kelas XI Manajerial sebagai kelompok GNT digital. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa 30 soal pilihan ganda yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha = 0,745). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar murid yang menggunakan GNT digital sebesar 23,80 lebih tinggi dibandingkan GNT konvensional sebesar 19,47. Hasil uji Paired Sample t-Test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua metode. Temuan ini menunjukkan bahwa GNT digital lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar SKI karena mampu membantu murid mengorganisasi, mengelaborasi, dan meninjau kembali informasi secara lebih sistematis.

Kata Kunci: guided note taking; GNT konvensional; GNT digital; hasil belajar


PENDAHULUAN

Pendidikan saat ini dihadapkan pada tantangan global yang belum pernah ada sebelumnya di tengah dunia yang semakin terhubung dan kompleks. Kita memasuki era pembelajaran abad 21, dimana teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial yang cepat mendefinisikan ulang cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi (Amirudin, 2019). Kini fokus pembelajaran abad 21 adalah pada pengembangan keterampilan 4C: critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreativitas), collaboration (kolaborasi), dan communication (komunikasi). 4C adalah kemampuan inti yang harus dimiliki individu agar dapat bersaing dan berkontribusi secara efektif dalam dunia yang terus berubah.

Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik abad 21, seperti Student Centered, Discovery Learning, Flipped Classroom, Project Based Learning, Collaborative Learning dan Blended Learning. Tetapi masih banyak metode pembelajaran lain yang bisa digunakan oleh guru saat ini. Misalnya metode pembelajaran GNT (Guided Note Taking) atau populer disebut sebagai metode catatan terbimbing. Metode GNT adalah metode pembelajaran aktif yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan murid  mengingat dan memfokuskan perhatian mereka supaya berani menyampaikan pendapat (Nasir & Nurhaedah, 2022). Secara terminologi, metode GNT atau catatan terbimbing adalah strategi dimana seorang guru menyiapkan suatu bagan, skema (handout) sebagai media yang dapat membantu murid dalam membuat catatan. Media tersebut akan diisi oleh murid pada bagian yang kosong ketika guru menyampaikan materi dan setelah selesai murid diminta untuk menyampaikan hasil catatannya. Berarti metode GNT merupakan bagian dari pembelajaran mandiri yang terpusat pada murid (Nurhidayati et al., 2022).

Penelitian mengenai efektivitas metode GNT telah banyak dilakukan pada berbagai mata pelajaran dan jenjang pendidikan. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa metode GNT mampu membantu murid menyusun catatan secara terstruktur, meningkatkan pemahaman konsep, serta mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan dampak positif penggunaan metode GNT terhadap aspek motivasi maupun hasil belajar murid. Penerapan metode GNT pada pembelajaran Tarikh (Sejarah Islam) mampu meningkatkan motivasi belajar murid. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa skor rata-rata motivasi belajar meningkat dari 116 menjadi 129, sedangkan rata-rata indikator motivasi belajar meningkat dari 72,68% menjadi 80,65%. Selain meningkatkan motivasi belajar, metode GNT juga terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar murid (Adijaya, 2018.). Pada penelitian lain penggunaan metode GNT pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar mampu meningkatkan ketuntasan belajar murid secara bertahap pada setiap siklus pembelajaran. Persentase ketuntasan belajar murid meningkat dari 80,18% pada siklus I menjadi 85,55% pada siklus II, dan kembali meningkat menjadi 90,21% pada siklus III. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa metode GNT efektif dalam membantu murid memahami materi pembelajaran melalui kegiatan mencatat yang terarah dan sistematis sehingga dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus hasil belajar murid (Mardiah et al., 2024).

Meskipun demikian, penelitian-penelitian terdahulu belum dapat digeneralisasikan pada mata pelajaran dan jenjang pendidikan yang berbeda. Selain itu, berdasarkan telaah literatur yang telah dilakukan, sebagian besar penelitian masih berfokus pada efektivitas metode GNT secara umum terhadap hasil belajar, sementara dalam perkembangannya  metode GNT dapat diterapkan dalam dua bentuk, yaitu GNT berbasis media konvensional dan GNT berbasis media digital (Mardiah et al., 2024).  Atas dasar itu, penelitian ini akan membandingkan efektivitas GNT konvensional dan GNT digital terhadap hasil belajar murid.

GNT konvensional merupakan kegiatan mencatat terbimbing yang menggunakan media cetak, seperti handout, lembar kerja, atau buku catatan, sehingga murid melengkapi catatan secara manual selama pembelajaran berlangsung. Sebaliknya, GNT digital memanfaatkan perangkat teknologi, seperti komputer, tablet, atau telepon pintar, serta aplikasi pencatat digital yang memungkinkan murid menyimpan, mengelola, dan mengembangkan catatan secara elektronik. Penggunaan teknologi pada GNT digital memberikan kemudahan dalam mengorganisasi informasi, menambahkan gambar, tautan, maupun fitur pendukung lainnya yang dapat memperkaya proses belajar. Meskipun memiliki media yang berbeda, baik GNT konvensional maupun GNT digital tetap berlandaskan pada prinsip pencatatan terbimbing yang mengarahkan murid untuk mengidentifikasi dan mencatat informasi penting secara sistematis.

Penelitian dengan metode GNT ini dinilai relevan dipraktekkan pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), karena materi yang dipelajari memuat berbagai peristiwa sejarah, kronologi, tokoh, dan perkembangan peradaban Islam yang memerlukan kemampuan mengorganisasi informasi secara terstruktur. Selama ini, pembelajaran SKI lebih banyak dilaksanakan melalui metode ceramah dan telaah literatur yang cenderung menempatkan murid sebagai penerima informasi sehingga pembelajaran kurang memberikan kesempatan kepada murid untuk mengelola informasi secara aktif dan terstruktur. Sebagai alternatif, metode GNT dapat membantu murid mencatat poin-poin penting materi secara sistematis selama proses pembelajaran berlangsung melalui GNT konvensional dan GNT digital. Perbedaan karakteristik media dan proses pencatatan pada kedua bentuk implementasi tersebut menjadi aspek yang penting untuk dikaji dalam kaitannya dengan pencapaian hasil belajar murid. Oleh karena itu, kebaruan penelitian ini terletak pada analisis perbandingan efektivitas penggunaan GNT konvensional dan GNT digital terhadap hasil belajar murid pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di tingkat Madrasah Aliyah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan strategi pembelajaran SKI yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di era digital.

 

METODE

Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen (quasi experiment) dengan desain static group comparison (Richard D. Harvey & Ana H. Kent, 2018). Desain ini melibatkan dua kelompok yang tidak dibentuk melalui random assignment dan hanya diberikan pengukuran akhir (posttest) setelah perlakuan diberikan. Dalam penelitian ini, metode GNT diberlakukan pada dua kelas yaitu kelas XI Nakes memperoleh perlakuan berupa kelompok metode GNT konvensional sebagai kelas kontrol, dan kelas XI Manajerial memperoleh perlakuan berupa kelompok GNT digital sebagai kelas eksperimen. Setelah proses pembelajaran SKI selesai dilaksanakan, kedua kelompok diberikan asesmen hasil belajar untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara murid yang memilih menggunakan media GNT konvensional dan media GNT digital.

 

Sampel Penelitian

Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan sampel kuota. Quota sampling adalah teknik non random sampling dimana partisipan dipilih berdasarkan karakteristik yang telah ditentukan sebelumnya sehingga total sampel akan memiliki distribusi karakteristik yang sama dengan populasi yang lebih luas (Dede & Firmansyah, 2022). Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas XI Nakes dengan jumlah sampel yang diambil yaitu 15 murid mendapat perlakuan sebagai kelompok GNT konvensional dan kelas XI Manajerial dengan jumlah sampel yang diambil yaitu 20 murid mendapat perlakuan sebagai kelompok GNT digital.  Penentuan kelompok penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa kedua kelas memiliki karakteristik yang relatif setara, seperti jenjang, kurikulum, dan materi pembelajaran yang sama. Dengan demikian, perbedaan hasil belajar yang diperoleh dapat dikaitkan dengan perbedaan media yang digunakan dalam penerapan metode GNT.

 

Teknik Analisis Data

Pertama, uji prasyarat dilakukan untuk menentukan apakah rumus yang digunakan untuk menguji hipotesis bersifat parametrik atau non- parametrik. Uji prasyarat yang dilakukan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data terdistribusi normal sedangkan uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data sampel bersifat homogen atau tidak (Ismunarti et al., 2020). Untuk melakukan uji normalitas dan homogenitas dilakukan dengan bantuan SPSS. Dikarenakan dalam penelitian ini jumlah sampelnya <=50 maka untuk uji normalitas digunakan Shapiro-Wilk. Data dapat dikatakan berdistribusi normal, apabila Nilai P (Sig.) > 0.05.  Sedangkan uji homogenitas dapat diketahui jika nilai signifikansi (P-Value) > 0.05. Kedua, setelah memenuhi uji prasyarat analisis berupa uji normalitas dan homogenitas, data selanjutnya dianalisis menggunakan Paired Sample t-Test. Uji t sampel berpasangan merupakan teknik statistik parametrik yang digunakan untuk menganalisis perbedaan rata-rata dua kelompok data yang saling berhubungan atau berpasangan. Uji ini digunakan ketika pengukuran dilakukan terhadap subjek yang sama dalam dua kondisi yang berbeda atau terhadap dua data yang memiliki pasangan pengamatan yang sesuai (Seo et al., 2024). Pada penelitian ini, analisis dilakukan terhadap hasil belajar SKI murid yang diperoleh melalui penerapan metode GNT berbasis media konvensional dan GNT berbasis media digital. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai dasar untuk mengidentifikasi efektivitas relatif kedua metode dalam pembelajaran SKI.

Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas yang menunjukkan bahwa data memenuhi asumsi parametrik, maka analisis perbedaan hasil belajar dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test. Kriteria pengambilan keputusan ditetapkan pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Nilai signifikansi kurang dari 0,05 menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar SKI antara penggunaan metode GNT konvensional dan GNT digital, sedangkan nilai signifikansi lebih dari 0,05 menunjukkan tidak adanya perbedaan hasil belajar SKI antara kedua metode tersebut. (Setyawan Dodiet Aditya, 2021).

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Implementasi Pembelajaran dengan Metode GNT (Guided Note Taking) pada Pembelajaran SKI

Penelitian ini diawali dengan tahap perencanaan yang dilaksanakan dengan menerapkan metode pembelajaran GNT untuk meningkatkan kefokusan murid dalam proses pembelajaran. Tahap perencanaan ini dilaksanakan dengan berkomunikasi dan berkonsultasi dengan wali kelas XI Nakes dan XI Manajerial untuk kelancaran proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Peneliti melakukan beberapa hal yang diperlukan, diantaranya sebagai berikut. Pertama, melakukan analisis materi pembelajaran. Kedua, membuat modul pemberlajaran melalui penerapan tahapan – tahapan pelaksanaan metode GNT pada muatan pelajaran SKI. Ketiga, menyiapkan materi pelajaran sesuai kurikulum merdeka dalam bentuk handout. Keempat, peneliti menyusun lembar observasi guru dan lembar observasi murid. Lembar observasi guru digunakan untuk mengamati keterlaksanaan langkah-langkah metode GNT selama proses pembelajaran berlangsung, sedangkan lembar observasi murid digunakan untuk mengamati tingkat partisipasi, perhatian, dan keterlibatan murid dalam mengikuti pembelajaran dengan metode GNT. Data hasil observasi digunakan sebagai data pendukung untuk memastikan bahwa perlakuan (treatment) telah dilaksanakan sesuai dengan rancangan penelitian serta untuk menggambarkan respons murid selama proses pembelajaran. Kelima, membuat tes evaluasi berupa soal pilihan ganda 30 nomor. Keenam,  menyiapkan alat dokumentasi berupa handphone.

Selanjutnya pada tahap pelaksanaan pembelajaran yaitu menerapkan metode pembelajaran GNT di kelas XI Nakes dan XI Manajerial. Kegiatan inti dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru dengan menerapkan tahapan – tahapan metode pembelajaran GNT yaitu sebagai berikut: pertama, memberikan perlakuan yang berbeda pada masing-masing kelas dengan media yang berbeda, yaitu penerapan metode GNT konvensional pada kelas XI Nakes dan metode GNT digital pada kelas XI Manajerial. Kedua, membagikan handout yang berisi ringkasan poin – poin utama yang telah dikosongkan pada poin – poin yang dianggap penting, sehingga akan terdapat ruang – ruang kosong pada panduan tersebut. Ketiga, mengondisikan murid agar mencermati handout yang telah diberikan. Keempat, menjelaskan materi tentang Dinasti Usmani, Dinasti Mughal dan Dinasti Syafawi. Kelima, meminta murid mengisi bagian – bagian handout yang kosong. Keenam, menanyakan kesulitan yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung. Ketujuh, meminta murid mencermati kembali jawaban dari handout dan mendiskusikannya. Kedelapan, meminta murid untuk membacakan jawaban dari handout-nya di depan kelas.

 

Perbandingan Hasil Belajar dengan Metode GNT Konvensional dan Digital

Keefektifan   pembelajaran   dengan metode GNT   pada   mata   pelajaran   SKI   di   kelas XI Nakes dan XI Manajerial  dianalisis  dengan  membandingkan  skor  yang diperolah dari murid yang   memilih metode GNT konvensional dengan murid yang memilih metode GNT digital. Adapun soal yang dikerjakan berjumlah 30 soal pilihan ganda. Jika jawaban benar maka diberi skor 1 dan jika jawaban salah maka diberi skor 0 sehingga skor maksimal yang diperoleh adalah 30. Sebelum soal tersebut diujikan terlebih dahulu soal diuji dari aspek validitas dan reliabilitas. Uji validitas bertujuan untuk mengukur kesahihan instrumen penelitian. Soal yang valid dapat digunakan untuk mengukur hasil belajar murid (Neti, 2020). Hasil uji validitas 30 soal dengan bantuan SPSS diperoleh nilai signifikansi (sig.) semua butir soal < 0.05. Dengan demikian semua soal valid dan dapat digunakan sebagai instrumen.

Setelah seluruh butir soal dinyatakan valid, tahap berikutnya adalah menguji reliabilitas instrumen. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen penelitian mampu menghasilkan data yang stabil dan dapat dipercaya ketika digunakan dalam kondisi yang relatif sama. Uji reliabilitas dilakukan untuk memastikan bahwa instrumen penelitian mampu menghasilkan data yang konsisten dan stabil ketika digunakan dalam pengukuran. Reliabilitas menjadi salah satu indikator kualitas instrumen karena menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya dan direplikasi, sehingga temuan penelitian yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi yang memadai untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan ilmiah (Ismunarti et al., 2020).

Hasil pengujian reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat reliabilitas yang baik. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,745 yang berada di atas nilai minimum yang dipersyaratkan, yaitu 0,60 sebagaimana ditampilkan pada Tabel 1.

 

Tabel 1. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen

Cronbach’s Alpha

N of Items

0,745

31

Sumber: Hasil Output SPSS

 

Pada Tabel 1, nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,745 mengindikasikan bahwa instrumen memiliki konsistensi internal yang memadai sehingga mampu mengukur variabel penelitian secara konsisten. Oleh karena itu, instrumen yang digunakan dapat dinyatakan reliabel dan layak digunakan untuk memperoleh data penelitian yang akurat dan dapat dipercaya.

Dengan mengacu pada hasil pengujian validitas dan reliabilitas, dapat dinyatakan bahwa seluruh 30 butir soal telah memenuhi persyaratan kualitas instrumen penelitian. Instrumen tersebut tidak hanya mampu mengukur konstruk yang diteliti secara tepat, tetapi juga menunjukkan konsistensi yang baik dalam menghasilkan data. Oleh karena itu, instrumen yang digunakan layak dijadikan alat ukur dalam penelitian ini untuk memperoleh data yang valid dan reliabel.

Setelah instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel, data hasil belajar murid selanjutnya dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran mengenai distribusi dan kecenderungan capaian hasil belajar pada masing-masing metode pembelajaran. Analisis deskriptif ini penting dilakukan sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik data antara penerapan metode GNT konvensional dan GNT digital. Indikator yang dianalisis meliputi skor tertinggi, skor terendah, dan nilai rata-rata hasil belajar murid. Hasil analisis deskriptif tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.

 

Tabel 2. Perbandingan Skor Murid pada Pembelajaran SKI dengan Metode GNT Konvensional dan Digital

 

Skor Metode GNT Konvensional

Skor  Metode GNT Digital

Skor Terendah

12

16

Skor Tertinggi

25

29

Rata – Rata

19.47

23.90

Sumber: Hasil Output SPSS

 

 Tabel 2 diatas menunjukkan perbandingan skor hasil belajar SKI antara murid yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode GNT konvensional dan GNT digital. Berdasarkan data tersebut, skor terendah pada kelompok GNT konvensional sebesar 12, sedangkan pada kelompok GNT digital sebesar 16. Adapun skor tertinggi pada kelompok GNT konvensional sebesar 25, sedangkan pada kelompok GNT digital mencapai 29.

Selain menunjukkan skor maksimum dan minimum yang lebih tinggi, kelompok GNT digital juga memiliki rata-rata hasil belajar sebesar 23,90, lebih tinggi dibandingkan kelompok GNT konvensional yang memperoleh rata-rata sebesar 19,47. Selisih rata-rata sebesar 4,43 poin tersebut mengindikasikan bahwa penerapan GNT digital memberikan capaian hasil belajar yang lebih baik dibandingkan GNT konvensional.

Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media digital dalam metode GNT mampu membantu murid memahami materi SKI secara lebih optimal. Melalui pencatatan berbasis digital, murid dapat mengorganisasi informasi secara lebih sistematis, melakukan perbaikan catatan dengan mudah, serta mengakses kembali materi yang telah dipelajari kapan saja. Kondisi tersebut memungkinkan murid lebih fokus dalam mengidentifikasi informasi penting selama proses pembelajaran sehingga pemahaman terhadap materi menjadi lebih mendalam.

Temuan deskriptif yang menunjukkan keunggulan rata-rata hasil belajar pada kelompok GNT digital selanjutnya perlu diverifikasi melalui analisis statistik inferensial. Analisis ini dilakukan untuk memastikan bahwa perbedaan hasil belajar yang ditemukan memiliki makna statistik dan tidak terjadi secara kebetulan. Untuk tujuan tersebut, digunakan uji Paired Sample t-Test dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05. Sebelum pengujian dilakukan, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal, sedangkan uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui kesamaan karakteristik atau varians antar data yang dianalisis.

Berdasarkan uji normalitas, didapatkan    nilai    signifikansinya pada uji Shapiro Wilk (karena sampel kurang dari 50) adalah    0.108    dan 0.178 atau (Sig.) > 0.05.    Hal    ini menunjukkan bahwa data terdistribusi normal. Hasil uji prasyarat hipotesis normalitas dapat dilihat pada Tabel 3.

 

Tabel 3. Uji Normalitas

 

Shapiro-Wilk

Metode

Statistic

df

Sig.

Digital

0,922

20

0,108

Konvensional

0,918

15

0,178

Sumber: Hasil Output SPSS

 

Sedangkan, jika dilihat dari hasil uji homogenitas didapatkan nilai signifikansinya 0.546 yang mana (Sig.)>0.05. Hal ini menunjukkan bahwa data bersifat homogen. Hasil uji prasyarat homogenitas dapat dilihat pada Tabel 4.

 

Tabel 4. Uji Homogenitas

 

Lavene

df1

df2

Sig.

Mean

0,71

1

33

0,546

Median

0,064

1

33

0,801

Median and adjusted df

0,064

1

30,995

0,802

Trimmed mean

0,344

1

33

0,561

Sumber: Hasil Output SPSS

 

Setelah data dinyatakan berdistribusi normal dan homogen, langkah selanjutnya adalah melakukan uji untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar SKI antara kelompok yang menggunakan metode GNT dengan media konvensional dan kelompok yang menggunakan media digital. Adapun hasilnya dapat dilihat pada Tabel 5.

 

Tabel 5. Hasil Uji Paired Sample t-Test

Mean

t

df

Sig.(2-tailed)

4,333

4,202

14

0,001

Sumber: Hasil Output SPSS

Berdasarkan hasil uji statistik Paired Sample t-Test yang terdapat pada Tabel 5 diatas, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.001 atau Sig. (2-tailed) < 0.05. Dengan demikian, pada taraf kepercayaan 95% terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil belajar SKI dengan metode GNT antara yang menggunakan media konvensional dan media digital.

Secara deskriptif, rata-rata hasil belajar murid pada kelompok GNT digital sebesar 23,9 sedangkan pada kelompok GNT konvensional sebesar 19,47. Perbedaan rata-rata sebesar 4,43 poin menunjukkan bahwa penggunaan GNT digital cenderung menghasilkan capaian belajar yang lebih tinggi dibandingkan GNT konvensional. Jika dihitung berdasarkan rata-rata kelompok GNT konvensional, peningkatan tersebut mencapai sekitar 22,75% diperoleh dari (4,43 / 19,47) Χ 100%. Selain itu, kelompok GNT digital juga menunjukkan skor tertinggi yang lebih besar yaitu 29 dibandingkan kelompok GNT konvensional yaitu 25, serta skor terendah yang lebih tinggi yaitu 16 berbanding 12. Perbandingan hasil belajar kedua kelompok tersebutdapat dilihat pada Gambar 1.

 

Gambar 1. Perbandingan Skor Pembelajaran GNT dengan Model Konvensional dan Digital

 

Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam strategi GNT tidak hanya memberikan perbedaan secara statistik, tetapi juga memberikan dampak praktis yang cukup bermakna terhadap hasil belajar murid.

Peningkatan hasil belajar tersebut dapat dijelaskan dari karakteristik pembelajaran SKI yang menuntut kemampuan memahami kronologi peristiwa, menganalisis hubungan sebab-akibat, serta menghubungkan fakta sejarah dengan nilai-nilai keislaman yang terkandung di dalamnya. Pada kondisi ini, catatan yang terstruktur menjadi instrumen penting dalam membantu murid mengorganisasi informasi. Ketika GNT diterapkan dalam format digital, murid memperoleh kemudahan untuk menyimpan, mengedit, menambahkan informasi, serta mengakses kembali catatan yang telah dibuat. Kondisi ini memungkinkan terjadinya pengolahan informasi yang lebih mendalam dibandingkan dengan pencatatan konvensional yang relatif terbatas pada media kertas.

Temuan penelitian ini relevan dengan teori perkembangan kognitif Jean Piaget yang membagi perkembangan kognitif individu ke dalam empat tahapan, yaitu sensorimotor (0–2 tahun), praoperasional (2–7 tahun), operasional konkret (8–11 tahun), dan operasional formal (11 tahun ke atas) (Nainggolan & Daeli, 2021). Subjek dalam penelitian ini adalah murid kelas XI MAN 11 Jakarta yang berada pada rentang usia 15–18 tahun, sehingga termasuk ke dalam tahap operasional formal. Pada tahap ini peserta didik telah memiliki kemampuan berpikir abstrak, melakukan penalaran logis, merumuskan hipotesis, serta menggunakan pola pikir deduktif dan induktif dalam menyelesaikan masalah. Kemampuan tersebut memungkinkan murid tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga mengolah, menganalisis, dan mengintegrasikan informasi baru dengan pengetahuan yang telah dimilikinya.

Dalam konteks penelitian ini, penerapan metode GNT digital memberikan kesempatan yang lebih luas bagi murid untuk mengoptimalkan kemampuan kognitif pada tahap operasional formal. Melalui fitur pencatatan digital, murid dapat mengidentifikasi informasi penting, mengelompokkan konsep-konsep sejarah, menghubungkan hubungan sebab-akibat dalam peristiwa Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), serta merevisi dan melengkapi catatan secara berkelanjutan. Aktivitas tersebut menunjukkan terjadinya proses asimilasi dan akomodasi sebagaimana dijelaskan oleh Piaget, yaitu proses memasukkan informasi baru ke dalam struktur kognitif yang sudah ada dan menyesuaikan struktur tersebut ketika menemukan pengetahuan baru.

Hasil penelitian ini diperkuat oleh penelitian Sharaswati dan Fathoni yang menemukan bahwa metode GNT yang dipadukan dengan media video memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar murid karena mampu meningkatkan fokus dan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan metode GNT sangat dipengaruhi oleh dukungan media yang membantu murid memproses informasi secara lebih aktif. Temuan tersebut sejalan dengan hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa media digital mampu meningkatkan efektivitas penerapan metode GNT dibandingkan media konvensional (Nainggolan & Daeli, 2021).

Selain itu, penelitian Kartikasari, Chamdani, dan Suhartono juga melaporkan bahwa penerapan metode GNT mampu meningkatkan ketuntasan belajar murid secara bertahap hingga mencapai lebih dari 90%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa aktivitas mencatat secara terarah membantu murid memusatkan perhatian pada informasi penting dan mengurangi kemungkinan kehilangan informasi selama proses pembelajaran. Temuan ini mendukung hasil penelitian bahwa keberhasilan metode GNT terletak pada kemampuannya membantu murid melakukan seleksi dan organisasi informasi secara sistematis (Kartikasari et al., 2024).

Lebih lanjut, penelitian Calamlam menunjukkan bahwa penggunaan metode GNT berperan sebagai alat self regulated learning yang efektif dalam meningkatkan capaian akademik murid. Catatan digital memungkinkan murid melakukan pengelolaan belajar secara mandiri melalui proses penyimpanan, pengelompokan, dan peninjauan ulang materi secara lebih mudah. Temuan tersebut memberikan penjelasan mengapa kelompok metode GNT digital dalam penelitian ini memperoleh skor yang lebih tinggi dibandingkan kelompok metode GNT konvensional. Murid tidak hanya menerima informasi selama pembelajaran berlangsung, tetapi juga memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melakukan penguatan pemahaman melalui akses ulang terhadap catatan digital yang telah dibuat (Calamlam, 2023).

Namun demikian, hasil penelitian ini perlu dipahami secara hati-hati. Meta-analisis yang dilakukan oleh Daniel Voyer menunjukkan bahwa keunggulan catatan digital dibandingkan catatan tulis tangan tidak selalu muncul secara otomatis. Efektivitas metode pencatatan sangat bergantung pada bagaimana murid menggunakan media tersebut selama proses belajar (Daniel Voyer, Scott T. Ronis, 2022). Oleh karena itu, temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa keberhasilan metode GNT digital di MAN 11 Jakarta yang terlihat apda hasil belajar murid tidak hanya disebabkan oleh faktor teknologi, tetapi juga oleh desain pembelajaran yang mampu mengarahkan murid untuk tetap aktif mencatat, mengolah informasi, dan membangun pemahamannya secara mandiri. Dengan kata lain, teknologi berfungsi sebagai fasilitator proses kognitif, bukan sebagai faktor utama yang secara langsung meningkatkan hasil belajar.

Perbedaan hasil belajar antara kelompok GNT konvensional dan GNT digital menunjukkan bahwa kualitas pencatatan memiliki pengaruh terhadap keberhasilan murid dalam memahami materi SKI. Pada pembelajaran sejarah, murid tidak hanya dituntut mengingat nama tokoh, tempat, dan tahun peristiwa, tetapi juga memahami keterkaitan antarperistiwa serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dalam kondisi tersebut, kemampuan mengelola informasi menjadi faktor penting. Metode GNT digital memberikan ruang yang lebih luas bagi murid untuk menyusun informasi secara hierarkis, menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya, serta melakukan penyempurnaan catatan ketika menemukan informasi baru. Sebaliknya, pada metode GNT konvensional proses tersebut cenderung lebih terbatas sehingga struktur pengetahuan yang terbentuk tidak selalu berkembang secara optimal.

Perbedaan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh banyaknya informasi yang diterima murid, tetapi juga oleh bagaimana informasi tersebut diorganisasi dan diproses selama kegiatan belajar berlangsung. Selisih rata-rata sebesar 4,33 poin atau peningkatan sekitar 22,24% menunjukkan bahwa murid yang menggunakan metode GNT digital memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengonstruksi pemahaman terhadap materi SKI dibandingkan murid yang menggunakan metode GNT konvensional. Dengan kata lain, keunggulan metode GNT digital terletak pada kemampuannya membantu murid membangun hubungan antarkonsep secara lebih sistematis sehingga informasi yang dipelajari tidak berhenti pada tahap menghafal, tetapi berkembang menjadi pemahaman yang lebih mendalam.

Temuan ini menjadi penting karena materi SKI pada tingkat Madrasah Aliyah umumnya memuat konsep-konsep historis yang kompleks dan saling berkaitan. Ketika murid mampu menata informasi ke dalam bentuk catatan yang lebih terstruktur, proses penarikan makna dari suatu peristiwa sejarah menjadi lebih mudah dilakukan. Oleh karena itu, perbedaan signifikan yang ditemukan dalam penelitian ini dapat dipahami sebagai konsekuensi dari perbedaan kualitas proses belajar yang terjadi pada kedua kelompok. Metode GNT digital tidak sekadar mengubah media pencatatan dari kertas ke perangkat elektronik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan murid melakukan elaborasi, pengorganisasian, dan peninjauan kembali materi secara lebih efektif. Kondisi inilah yang diduga berkontribusi terhadap capaian hasil belajar yang lebih tinggi pada kelompok metode GNT digital dibandingkan kelompok metode GNT konvensional.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar SKI murid yang menggunakan metode GNT konvensional dan GNT digital. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05). Secara deskriptif, rata-rata hasil belajar murid pada kelompok GNT digital (23,80) lebih tinggi dibandingkan kelompok GNT konvensional (19,47), dengan selisih sebesar 4,33 poin atau sekitar 22,24%.

Keunggulan metode GNT digital terletak pada kemampuannya membantu murid mengorganisasi, mengelaborasi, dan meninjau kembali informasi secara lebih sistematis dibandingkan metode GNT konvensional. Melalui pencatatan digital, murid dapat mengakses kembali materi, melakukan perbaikan catatan, serta membangun hubungan antarkonsep secara lebih mudah. Kondisi tersebut mendorong terjadinya proses pengolahan informasi yang lebih mendalam sehingga pemahaman murid terhadap materi SKI menjadi lebih baik. Temuan penelitian ini juga memperkuat teori kognitif Piaget bahwa murid pada tahap operasional formal belajar lebih optimal ketika diberi kesempatan untuk mengonstruksi pengetahuan secara aktif. Oleh karena itu, metode GNT digital dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar SKI di Madrasah Aliyah.


 

DAFTAR PUSTAKA

Amirudin, N. (n.d.). PROSIDING SEMINAR NASIONAL PRODI PAI UMP TAHUN 2019 PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL.

Calamlam, J. M. M. (2023). Digital note-taking: An effective self-regulation tool in increasing academic achievement of Filipino students in a business mathematics online learning course. Asian Journal for Mathematics Education, 2(1), 91–115. https://doi.org/10.1177/27527263221149754

Daniel Voyer, Scott T. Ronis, N. B. (2022). The effect of notetaking method on academic performance: A systematic review and meta-analysis. Contemporary Educational Psychology, Volume 68(ISSN 0361-476X,). https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.cedpsych.2021.102025

Dede, & Firmansyah, D. (2022). Teknik Pengambilan Sampel Umum dalam Metodologi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH), 1(2), 85–114.

Ismunarti, D. H., Zainuri, M., Sugianto, D. N., & Saputra, S. W. (2020). Pengujian Reliabilitas Instrumen Terhadap Variabel Kontinu Untuk Pengukuran Konsentrasi Klorofil- A Perairan. Buletin Oseanografi Marina, 9(1), 1–8. https://doi.org/10.14710/buloma.v9i1.23924

Kartikasari, W., Chamdani, M., & Suhartono, S. (2024). Penerapan Metode Guided Note Taking untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Tentang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Pada Murid Kelas V SD Negeri 1 Cangakan Tahun Ajaran 2022/2023. Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 12(1). https://doi.org/10.20961/jkc.v12i1.76421

Mardiah, R., Triyana Safitri, N., Arif, N., & Ulfiati, L. (2024). Note-taking untuk melatih keterampilan belajar murid sekolah Madrasah Aliyah Note-taking to improve study skill for Islamic Senior High School students. Jurnal Anugerah, 6(1). https://doi.org/10.31629/anugerah.v6i1.6992

Nainggolan, A. M., & Daeli, A. (2021). J o u r n a l o f P s y c h o l o g y: H u m a n l i g h t |. Journal of Psychology: Humanlight, 2(1), 31–47.

Nasir, N., & Nurhaedah, S. (n.d.). Penerapan Metode Guided Note Taking Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Murid Sekolah Dasar di Kabupaten Takalar Application of Guided Note Taking Method to Improve Learning Outcomes of Elementary School Students in Takalar District.

Nurhidayati, W., Negeri, S., & Trenggalek, P. (2022). Pembelajaran Sejarah Pada Murid SMK dengan Menggunakan Metode Guided Noted Taking. SALIMIYA: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam, 3(3), 2721–7078. https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/salimiya

Pendidikan, J. P. (2020). Akhir Semester Genap Pelajaran Fisika Kelas Xi Mipa 1 Sma Negeri 1 Kepahiang. 14(2), 89–98.

PENERAPAN STRATEGI GUIDED NOTE TAKING. (n.d.).

Richard D. Harvey & Ana H. Kent. (2018). The SAGE encyclopedia of educational research, measurement, and evaluation. SAGE Publications, Inc., Vol. 4, pp. https://doi.org/10.4135/9781506326139.n668

Seo, D. G., Choi, J., & Kim, J. (2024). Comparison of real data and simulated data analysis of a stopping rule based on the standard error of measurement in computerized adaptive testing for medical examinations in Korea: a psychometric study. Journal of Educational Evaluation for Health Professions, 21, 1–6. https://doi.org/10.3352/jeehp.2024.21.18

Setyawan Dodiet Aditya. (2021). Buku Petunjuk Praktikum-Uji Normalitas dan Homogenitas Data dengan SPSS (M. P. Septian Nur Ika Trisnawati, Ed.; Cetakan Pe). TAHTA MEDIA. chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://www.poltekkes-solo.ac.id/cni-content/uploads/modules/attachments/20210902152251-2-Buku Petunjuk Praktikum Uji Normalitas dan Homogenitas Data.pdf