TRANSFORMASI GUIDED NOTE
TAKING: PERBANDINGAN MEDIA KONVENSIONAL DAN DIGITAL TERHADAP HASIL BELAJAR
SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM MURID MAN 11 JAKARTA
Umi Muflikhah*
Mustolihudin**
*MAN
11 Jakarta, Indonesia
**STAI Al Hikmah Jakarta,
Indonesia
*E-mail: umimuflikhah7@gmail.com
**E-mail:
mustolihudin@gmail.com
Abstract
Teaching
Islamic Cultural History (SKI) requires strategies that can enhance students
focus and engagement in processing information. One method that can be used is
Guided Note Taking (GNT), whether in conventional or digital formats. This
study aims to analyze differences in SKI learning outcomes between the
implementation of conventional GNT and digital GNT at MAN 11 Jakarta. Using a
quantitative approach and a static group comparison design, the study was
conducted with the 11th-grade Nakes class as the
conventional GNT group and the 11th-grade Managerial class as the digital GNT
group. Data were collected through a learning outcome test consisting of 30
multiple-choice questions that had passed validity and reliability tests
(Cronbachs Alpha = 0.745). Data analysis was performed descriptively and
inferentially using normality and homogeneity tests, as well as a Paired Sample
t-Test. The results showed that the average learning achievement of students
using digital GNT was 23.80, which was higher than that of the conventional GNT
group at 19.47. The Paired Sample t-Test yielded a significance value of 0.001
(p < 0.05), indicating a significant difference between the two methods.
These findings suggest that digital GNT is more effective in improving SKI
learning outcomes because it helps students organize, elaborate, and review
information more systematically.
Keywords: guided note taking; conventional GNT;
digital GNT; learning outcomes
Abstrak
Pembelajaran Sejarah Kebudayaan
Islam (SKI) memerlukan strategi yang mampu meningkatkan fokus dan keterlibatan murid dalam mengolah
informasi. Salah satu metode yang dapat
digunakan adalah Guided Note Taking (GNT), baik dalam
bentuk media konvensional
maupun media digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan
hasil belajar SKI antara penerapan
GNT konvensional dan GNT digital di MAN 11 Jakarta.
Dengan menggunakan pendekatan
kuantitatif dan desain
static group comparison, penelitian dilakukan pada kelas XI Nakes
sebagai kelompok GNT konvensional dan kelas XI Manajerial sebagai kelompok GNT digital. Data dikumpulkan
melalui tes hasil belajar berupa 30 soal pilihan ganda yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas (Cronbachs Alpha = 0,745). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan
Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil
belajar murid yang menggunakan GNT digital sebesar 23,80 lebih tinggi dibandingkan GNT konvensional sebesar 19,47. Hasil uji Paired Sample t-Test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (p
< 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua metode. Temuan ini menunjukkan bahwa GNT digital lebih efektif dalam meningkatkan
hasil belajar SKI karena mampu
membantu murid mengorganisasi,
mengelaborasi, dan meninjau
kembali informasi secara lebih sistematis.
Kata Kunci: guided note taking; GNT konvensional; GNT digital; hasil belajar
PENDAHULUAN
Pendidikan
saat ini dihadapkan pada tantangan
global yang belum pernah ada sebelumnya di tengah dunia yang semakin terhubung dan kompleks. Kita memasuki era pembelajaran abad
21, dimana teknologi, globalisasi, dan perubahan
sosial yang cepat mendefinisikan ulang cara manusia belajar, bekerja,
dan berinteraksi (Amirudin, 2019). Kini fokus pembelajaran abad 21 adalah pada pengembangan keterampilan
4C: critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreativitas),
collaboration (kolaborasi), dan communication
(komunikasi). 4C adalah kemampuan inti yang harus dimiliki individu agar dapat bersaing dan berkontribusi secara
efektif dalam dunia yang terus berubah.
Untuk
mewujudkan hal tersebut, diperlukan penerapan metode
pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik abad 21, seperti Student Centered, Discovery Learning,
Flipped Classroom, Project Based Learning, Collaborative Learning dan Blended
Learning. Tetapi masih banyak metode pembelajaran lain yang bisa digunakan oleh guru saat ini. Misalnya
metode pembelajaran GNT (Guided Note Taking) atau populer
disebut sebagai metode catatan terbimbing.
Metode GNT adalah metode pembelajaran aktif yang bertujuan
untuk meningkatkan kemampuan
murid mengingat
dan memfokuskan perhatian mereka supaya
berani menyampaikan pendapat (Nasir & Nurhaedah, 2022). Secara terminologi, metode GNT atau catatan terbimbing
adalah strategi dimana seorang guru menyiapkan suatu bagan, skema (handout) sebagai media yang dapat membantu murid dalam
membuat catatan. Media tersebut akan diisi oleh murid
pada bagian yang kosong ketika guru menyampaikan materi dan setelah selesai murid
diminta untuk menyampaikan hasil catatannya. Berarti metode GNT merupakan bagian dari
pembelajaran mandiri yang terpusat pada murid (Nurhidayati et al., 2022).
Penelitian mengenai efektivitas metode GNT
telah banyak dilakukan pada
berbagai mata pelajaran dan jenjang pendidikan. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa metode GNT mampu membantu murid menyusun catatan
secara terstruktur, meningkatkan
pemahaman konsep, serta mendorong keterlibatan aktif
dalam proses pembelajaran. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan dampak positif penggunaan metode
GNT terhadap aspek motivasi
maupun hasil belajar murid. Penerapan metode GNT pada
pembelajaran Tarikh (Sejarah Islam) mampu meningkatkan motivasi belajar murid.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan
bahwa skor rata-rata motivasi
belajar meningkat dari 116
menjadi 129, sedangkan rata-rata indikator motivasi
belajar meningkat dari
72,68% menjadi 80,65%. Selain meningkatkan motivasi belajar, metode GNT juga terbukti
efektif dalam meningkatkan hasil belajar murid (Adijaya, 2018.). Pada penelitian
lain penggunaan metode GNT pada mata
pelajaran IPS di sekolah
dasar mampu meningkatkan ketuntasan belajar murid secara bertahap
pada setiap siklus pembelajaran. Persentase
ketuntasan belajar murid meningkat
dari 80,18% pada siklus I
menjadi 85,55% pada siklus II, dan kembali meningkat menjadi 90,21% pada siklus
III. Peningkatan tersebut menunjukkan
bahwa metode GNT efektif dalam membantu
murid memahami materi pembelajaran melalui kegiatan mencatat yang terarah dan sistematis sehingga dapat meningkatkan kualitas
proses pembelajaran sekaligus hasil belajar murid (Mardiah et al., 2024).
Meskipun
demikian, penelitian-penelitian terdahulu
belum dapat digeneralisasikan
pada mata pelajaran dan jenjang pendidikan yang berbeda.
Selain itu, berdasarkan telaah literatur
yang telah dilakukan, sebagian besar penelitian masih berfokus pada efektivitas metode GNT
secara umum terhadap hasil
belajar, sementara dalam perkembangannya metode GNT dapat diterapkan dalam dua bentuk, yaitu GNT berbasis media konvensional dan GNT berbasis
media digital (Mardiah et al., 2024). Atas dasar itu, penelitian
ini akan membandingkan efektivitas GNT konvensional dan
GNT digital terhadap hasil belajar murid.
GNT
konvensional merupakan
kegiatan mencatat terbimbing
yang menggunakan media cetak, seperti handout, lembar
kerja, atau buku catatan, sehingga murid melengkapi
catatan secara manual selama pembelajaran
berlangsung. Sebaliknya, GNT digital memanfaatkan perangkat teknologi,
seperti komputer, tablet, atau telepon pintar, serta
aplikasi pencatat digital yang memungkinkan murid menyimpan, mengelola, dan mengembangkan
catatan secara elektronik. Penggunaan teknologi pada
GNT digital memberikan kemudahan dalam mengorganisasi informasi, menambahkan
gambar, tautan, maupun fitur pendukung
lainnya yang dapat memperkaya
proses belajar. Meskipun memiliki
media yang berbeda, baik GNT konvensional maupun GNT
digital tetap berlandaskan pada prinsip
pencatatan terbimbing yang mengarahkan murid untuk mengidentifikasi
dan mencatat informasi penting secara sistematis.
Penelitian
dengan metode GNT ini dinilai relevan dipraktekkan pada
mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), karena
materi yang dipelajari memuat berbagai
peristiwa sejarah, kronologi, tokoh, dan
perkembangan peradaban Islam yang memerlukan
kemampuan mengorganisasi
informasi secara terstruktur. Selama
ini, pembelajaran SKI lebih banyak dilaksanakan melalui metode ceramah
dan telaah literatur yang cenderung menempatkan murid
sebagai penerima informasi sehingga
pembelajaran kurang memberikan kesempatan kepada murid untuk mengelola
informasi secara aktif dan terstruktur. Sebagai
alternatif, metode GNT dapat membantu
murid mencatat poin-poin penting materi secara sistematis selama proses
pembelajaran berlangsung melalui GNT konvensional dan
GNT digital. Perbedaan karakteristik media dan proses
pencatatan pada kedua bentuk
implementasi tersebut menjadi aspek yang penting
untuk dikaji dalam kaitannya
dengan pencapaian hasil belajar murid. Oleh karena itu, kebaruan penelitian ini terletak pada
analisis perbandingan efektivitas
penggunaan GNT konvensional
dan GNT digital terhadap hasil belajar murid pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di tingkat
Madrasah Aliyah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris
bagi pengembangan strategi pembelajaran SKI yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di era digital.
METODE
Jenis
Penelitian
Penelitian
ini menggunakan metode kuasi
eksperimen (quasi experiment) dengan desain static group comparison (Richard D. Harvey
& Ana H. Kent, 2018). Desain ini melibatkan dua
kelompok yang tidak dibentuk melalui random
assignment dan hanya diberikan pengukuran akhir (posttest)
setelah perlakuan diberikan. Dalam penelitian ini, metode GNT diberlakukan
pada dua kelas yaitu kelas XI Nakes
memperoleh perlakuan berupa
kelompok metode GNT konvensional sebagai kelas kontrol, dan kelas XI Manajerial memperoleh perlakuan berupa
kelompok GNT digital sebagai kelas eksperimen.
Setelah proses pembelajaran SKI selesai dilaksanakan,
kedua kelompok diberikan asesmen hasil belajar untuk
mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara murid yang memilih menggunakan media GNT konvensional
dan media GNT digital.
Sampel
Penelitian
Sampel
dalam penelitian ini ditentukan dengan sampel kuota. Quota sampling
adalah teknik non random sampling dimana partisipan dipilih berdasarkan karakteristik
yang telah ditentukan sebelumnya sehingga total sampel akan memiliki
distribusi karakteristik
yang sama dengan populasi yang lebih luas (Dede &
Firmansyah, 2022). Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu
kelas XI Nakes dengan jumlah sampel
yang diambil yaitu 15 murid mendapat
perlakuan sebagai kelompok GNT konvensional
dan kelas XI Manajerial dengan jumlah sampel yang diambil yaitu 20
murid mendapat perlakuan
sebagai kelompok GNT digital. Penentuan
kelompok penelitian ini didasarkan
pada pertimbangan bahwa
kedua kelas memiliki karakteristik
yang relatif setara,
seperti jenjang, kurikulum,
dan materi pembelajaran yang sama. Dengan demikian, perbedaan hasil belajar
yang diperoleh dapat dikaitkan dengan perbedaan media yang digunakan
dalam penerapan metode GNT.
Teknik
Analisis Data
Pertama,
uji prasyarat dilakukan
untuk menentukan apakah rumus yang digunakan untuk menguji hipotesis bersifat parametrik
atau non- parametrik. Uji prasyarat
yang dilakukan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas.
Uji normalitas dilakukan
untuk mengetahui apakah data terdistribusi normal
sedangkan uji homogenitas dilakukan
untuk mengetahui apakah data sampel bersifat homogen atau tidak (Ismunarti et al., 2020). Untuk melakukan uji normalitas dan homogenitas dilakukan dengan bantuan SPSS. Dikarenakan
dalam penelitian ini jumlah sampelnya
<=50 maka untuk uji normalitas
digunakan Shapiro-Wilk. Data dapat
dikatakan berdistribusi
normal, apabila Nilai P (Sig.) > 0.05. Sedangkan uji homogenitas
dapat diketahui jika nilai signifikansi (P-Value) >
0.05. Kedua, setelah memenuhi uji prasyarat analisis
berupa uji normalitas dan homogenitas,
data selanjutnya dianalisis menggunakan
Paired Sample t-Test. Uji t sampel berpasangan merupakan teknik statistik parametrik yang digunakan untuk menganalisis
perbedaan rata-rata dua kelompok data yang saling berhubungan atau berpasangan. Uji
ini digunakan ketika pengukuran
dilakukan terhadap subjek yang sama dalam dua kondisi yang berbeda atau terhadap dua data yang memiliki pasangan pengamatan yang sesuai (Seo et al., 2024). Pada penelitian
ini, analisis dilakukan terhadap
hasil belajar SKI murid yang diperoleh melalui penerapan metode GNT berbasis media
konvensional dan GNT berbasis
media digital. Hasil analisis tersebut digunakan
sebagai dasar untuk mengidentifikasi efektivitas relatif kedua metode
dalam pembelajaran SKI.
Berdasarkan
hasil uji normalitas dan homogenitas
yang menunjukkan bahwa data
memenuhi asumsi parametrik,
maka analisis perbedaan hasil belajar dilakukan menggunakan uji Paired
Sample t-Test. Kriteria pengambilan
keputusan ditetapkan pada taraf signifikansi 5% (α =
0,05). Nilai signifikansi kurang dari
0,05 menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar SKI antara penggunaan metode GNT konvensional dan GNT digital, sedangkan nilai
signifikansi lebih dari
0,05 menunjukkan tidak adanya perbedaan hasil belajar
SKI antara kedua metode tersebut. (Setyawan Dodiet Aditya, 2021).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Implementasi Pembelajaran dengan Metode GNT (Guided
Note Taking) pada Pembelajaran SKI
Penelitian
ini diawali dengan tahap perencanaan yang dilaksanakan dengan menerapkan
metode pembelajaran GNT untuk meningkatkan kefokusan murid dalam proses pembelajaran. Tahap
perencanaan ini dilaksanakan dengan berkomunikasi dan berkonsultasi
dengan wali kelas XI Nakes
dan XI Manajerial untuk kelancaran
proses pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Peneliti melakukan beberapa hal
yang diperlukan, diantaranya
sebagai berikut. Pertama, melakukan analisis materi pembelajaran. Kedua,
membuat modul pemberlajaran
melalui penerapan tahapan tahapan pelaksanaan
metode GNT pada muatan pelajaran
SKI. Ketiga, menyiapkan materi pelajaran sesuai kurikulum merdeka dalam bentuk handout.
Keempat, peneliti menyusun lembar observasi guru
dan lembar observasi murid. Lembar observasi guru digunakan untuk mengamati keterlaksanaan langkah-langkah metode GNT selama
proses pembelajaran berlangsung, sedangkan lembar observasi
murid digunakan untuk mengamati
tingkat partisipasi, perhatian, dan keterlibatan murid dalam mengikuti pembelajaran dengan
metode GNT. Data hasil observasi digunakan
sebagai data pendukung untuk memastikan bahwa perlakuan (treatment)
telah dilaksanakan sesuai dengan rancangan penelitian serta untuk menggambarkan respons murid selama
proses pembelajaran. Kelima, membuat tes evaluasi berupa soal pilihan ganda
30 nomor. Keenam, menyiapkan
alat dokumentasi berupa handphone.
Selanjutnya
pada tahap pelaksanaan pembelajaran yaitu menerapkan metode pembelajaran GNT di kelas XI Nakes dan XI Manajerial. Kegiatan
inti dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru
dengan menerapkan tahapan tahapan metode
pembelajaran GNT yaitu sebagai berikut: pertama,
memberikan perlakuan yang berbeda pada masing-masing
kelas dengan media yang berbeda, yaitu penerapan metode GNT konvensional
pada kelas XI Nakes dan metode GNT digital pada kelas
XI Manajerial. Kedua, membagikan
handout yang berisi ringkasan
poin poin utama yang telah dikosongkan
pada poin poin yang dianggap penting, sehingga akan terdapat
ruang ruang kosong pada panduan tersebut. Ketiga,
mengondisikan murid agar mencermati
handout yang telah diberikan. Keempat,
menjelaskan materi tentang Dinasti Usmani, Dinasti
Mughal dan Dinasti Syafawi. Kelima,
meminta murid mengisi bagian bagian handout yang kosong. Keenam,
menanyakan kesulitan yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung. Ketujuh,
meminta murid mencermati kembali jawaban dari handout dan mendiskusikannya.
Kedelapan, meminta murid untuk membacakan jawaban dari handout-nya di depan kelas.
Perbandingan Hasil Belajar dengan Metode GNT Konvensional dan Digital
Keefektifan pembelajaran dengan metode GNT pada
mata pelajaran SKI di
kelas XI Nakes dan XI Manajerial dianalisis dengan
membandingkan
skor yang diperolah
dari murid yang
memilih metode GNT konvensional
dengan murid yang memilih metode GNT digital. Adapun
soal yang dikerjakan berjumlah
30 soal pilihan ganda. Jika jawaban benar maka diberi skor 1 dan jika
jawaban salah maka diberi
skor 0 sehingga skor maksimal yang diperoleh adalah 30. Sebelum soal tersebut diujikan terlebih dahulu soal diuji
dari aspek validitas dan reliabilitas.
Uji validitas bertujuan untuk mengukur
kesahihan instrumen penelitian.
Soal yang valid dapat digunakan
untuk mengukur hasil belajar murid (Neti, 2020). Hasil uji validitas 30
soal dengan bantuan SPSS diperoleh nilai signifikansi (sig.) semua butir soal < 0.05. Dengan demikian semua soal valid dan dapat digunakan sebagai
instrumen.
Setelah
seluruh butir soal dinyatakan
valid, tahap berikutnya adalah menguji
reliabilitas instrumen. Uji reliabilitas
dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen penelitian mampu menghasilkan
data yang stabil dan dapat dipercaya ketika digunakan dalam
kondisi yang relatif sama. Uji reliabilitas
dilakukan untuk memastikan bahwa
instrumen penelitian mampu
menghasilkan data yang konsisten dan stabil ketika digunakan dalam pengukuran. Reliabilitas menjadi
salah satu indikator kualitas instrumen karena menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya dan direplikasi, sehingga temuan penelitian yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi yang memadai untuk dijadikan dasar dalam pengambilan
keputusan ilmiah (Ismunarti et al., 2020).
Hasil
pengujian reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat reliabilitas yang baik.
Hal ini ditunjukkan oleh nilai
Cronbach's Alpha sebesar 0,745 yang berada di atas nilai minimum yang
dipersyaratkan, yaitu 0,60 sebagaimana ditampilkan pada
Tabel 1.
Tabel
1.
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen
|
Cronbachs Alpha |
N of Items |
|
0,745 |
31 |
Sumber:
Hasil Output SPSS
Pada
Tabel 1, nilai Cronbach's Alpha sebesar
0,745 mengindikasikan bahwa
instrumen memiliki konsistensi
internal yang memadai sehingga
mampu mengukur variabel penelitian secara konsisten. Oleh karena itu,
instrumen yang digunakan dapat
dinyatakan reliabel dan
layak digunakan untuk memperoleh
data penelitian yang akurat dan dapat
dipercaya.
Dengan
mengacu pada hasil pengujian validitas dan reliabilitas, dapat dinyatakan bahwa seluruh 30 butir soal telah memenuhi persyaratan
kualitas instrumen penelitian. Instrumen tersebut
tidak hanya mampu mengukur konstruk yang diteliti secara tepat, tetapi juga menunjukkan konsistensi yang baik
dalam menghasilkan data. Oleh karena itu, instrumen
yang digunakan layak dijadikan alat
ukur dalam penelitian ini
untuk memperoleh data yang valid dan reliabel.
Setelah
instrumen penelitian dinyatakan
valid dan reliabel, data hasil belajar murid
selanjutnya dianalisis secara deskriptif
untuk memberikan gambaran mengenai
distribusi dan kecenderungan
capaian hasil belajar pada masing-masing metode
pembelajaran. Analisis deskriptif ini penting dilakukan sebagai langkah awal
untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik
data antara penerapan
metode GNT konvensional dan GNT digital. Indikator
yang dianalisis meliputi
skor tertinggi, skor terendah,
dan nilai rata-rata hasil belajar murid. Hasil
analisis deskriptif tersebut dapat
dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Perbandingan
Skor Murid pada Pembelajaran SKI dengan Metode GNT Konvensional
dan Digital
|
|
Skor
Metode GNT Konvensional |
Skor Metode GNT Digital |
|
Skor
Terendah |
12 |
16 |
|
Skor
Tertinggi |
25 |
29 |
|
Rata
Rata |
19.47 |
23.90 |
Sumber:
Hasil Output SPSS
Tabel 2 diatas menunjukkan
perbandingan skor hasil belajar SKI antara murid yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode GNT konvensional
dan GNT digital. Berdasarkan data tersebut, skor terendah
pada kelompok GNT konvensional sebesar
12, sedangkan pada kelompok GNT digital sebesar 16.
Adapun skor tertinggi pada kelompok GNT konvensional sebesar 25,
sedangkan pada kelompok GNT digital mencapai 29.
Selain
menunjukkan skor maksimum dan minimum yang lebih tinggi, kelompok GNT digital juga memiliki
rata-rata hasil belajar sebesar 23,90, lebih tinggi dibandingkan kelompok GNT konvensional yang memperoleh
rata-rata sebesar 19,47. Selisih
rata-rata sebesar 4,43 poin tersebut mengindikasikan bahwa penerapan GNT digital memberikan capaian
hasil belajar yang lebih baik dibandingkan GNT konvensional.
Temuan
ini menunjukkan bahwa penggunaan media digital dalam metode GNT mampu membantu murid memahami materi SKI secara lebih optimal. Melalui pencatatan berbasis digital, murid
dapat mengorganisasi
informasi secara lebih sistematis, melakukan
perbaikan catatan dengan mudah, serta
mengakses kembali materi yang telah dipelajari kapan saja. Kondisi tersebut memungkinkan murid lebih fokus
dalam mengidentifikasi informasi penting selama proses pembelajaran sehingga
pemahaman terhadap materi
menjadi lebih mendalam.
Temuan deskriptif yang menunjukkan keunggulan rata-rata hasil belajar pada kelompok GNT
digital selanjutnya perlu diverifikasi melalui
analisis statistik inferensial. Analisis ini dilakukan untuk memastikan bahwa
perbedaan hasil belajar yang ditemukan memiliki makna statistik dan tidak terjadi secara kebetulan. Untuk
tujuan tersebut, digunakan uji Paired Sample t-Test
dengan taraf signifikansi
5% atau 0,05. Sebelum pengujian dilakukan,
terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat
berupa uji normalitas dan uji homogenitas.
Uji normalitas digunakan
untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal,
sedangkan uji homogenitas bertujuan
untuk mengetahui kesamaan karakteristik
atau varians antar data yang dianalisis.
Berdasarkan
uji normalitas, didapatkan nilai signifikansinya
pada uji Shapiro Wilk (karena sampel
kurang dari 50) adalah 0.108
dan 0.178 atau (Sig.) > 0.05.
Hal ini menunjukkan
bahwa data terdistribusi
normal. Hasil uji prasyarat hipotesis
normalitas dapat dilihat
pada Tabel 3.
Tabel 3. Uji Normalitas
|
|
Shapiro-Wilk |
||
|
Metode |
Statistic |
df |
Sig. |
|
Digital |
0,922 |
20 |
0,108 |
|
Konvensional |
0,918 |
15 |
0,178 |
Sumber:
Hasil Output SPSS
Sedangkan,
jika dilihat dari hasil uji homogenitas
didapatkan nilai signifikansinya 0.546 yang mana (Sig.)>0.05. Hal ini menunjukkan bahwa data bersifat homogen. Hasil uji prasyarat homogenitas dapat dilihat pada
Tabel 4.
Tabel
4.
Uji Homogenitas
|
|
Lavene |
df1 |
df2 |
Sig. |
|
Mean |
0,71 |
1 |
33 |
0,546 |
|
Median |
0,064 |
1 |
33 |
0,801 |
|
Median and adjusted df |
0,064 |
1 |
30,995 |
0,802 |
|
Trimmed mean |
0,344 |
1 |
33 |
0,561 |
Sumber:
Hasil Output SPSS
Setelah
data dinyatakan berdistribusi
normal dan homogen, langkah
selanjutnya adalah melakukan uji untuk mengetahui apakah terdapat
perbedaan hasil belajar SKI antara kelompok yang menggunakan metode GNT dengan media konvensional
dan kelompok yang menggunakan media digital. Adapun
hasilnya dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Hasil Uji Paired Sample
t-Test
|
Mean |
t |
df |
Sig.(2-tailed) |
|
4,333 |
4,202 |
14 |
0,001 |
Sumber:
Hasil Output SPSS
Berdasarkan
hasil uji statistik Paired Sample t-Test yang terdapat
pada Tabel 5 diatas, diperoleh nilai
signifikansi sebesar 0.001
atau Sig. (2-tailed) < 0.05. Dengan demikian, pada taraf
kepercayaan 95% terdapat
perbedaan yang signifikan dari
hasil belajar SKI dengan metode GNT antara yang menggunakan media konvensional
dan media digital.
Secara
deskriptif, rata-rata hasil belajar murid pada
kelompok GNT digital sebesar 23,9 sedangkan pada
kelompok GNT konvensional sebesar
19,47. Perbedaan rata-rata sebesar 4,43 poin menunjukkan bahwa penggunaan GNT digital cenderung
menghasilkan capaian belajar yang lebih tinggi dibandingkan GNT konvensional. Jika dihitung berdasarkan rata-rata kelompok
GNT konvensional, peningkatan
tersebut mencapai sekitar 22,75% diperoleh
dari (4,43 / 19,47) Χ 100%. Selain itu, kelompok GNT
digital juga menunjukkan skor tertinggi
yang lebih besar yaitu 29 dibandingkan
kelompok GNT konvensional yaitu
25, serta skor terendah
yang lebih tinggi yaitu 16 berbanding 12. Perbandingan hasil
belajar kedua kelompok tersebutdapat dilihat pada
Gambar 1.
Gambar
1. Perbandingan Skor Pembelajaran GNT dengan Model Konvensional dan Digital
Temuan
ini menunjukkan bahwa
integrasi teknologi digital dalam strategi GNT tidak hanya memberikan perbedaan
secara statistik, tetapi juga memberikan dampak praktis yang cukup bermakna terhadap hasil belajar murid.
Peningkatan
hasil belajar tersebut dapat dijelaskan dari karakteristik pembelajaran
SKI yang menuntut kemampuan
memahami kronologi peristiwa, menganalisis hubungan sebab-akibat, serta menghubungkan fakta sejarah dengan nilai-nilai keislaman yang terkandung di
dalamnya. Pada kondisi ini, catatan yang terstruktur
menjadi instrumen penting dalam membantu murid mengorganisasi informasi. Ketika GNT diterapkan
dalam format digital, murid memperoleh kemudahan untuk menyimpan, mengedit, menambahkan informasi, serta mengakses kembali catatan
yang telah dibuat. Kondisi ini memungkinkan terjadinya
pengolahan informasi yang lebih mendalam dibandingkan dengan pencatatan konvensional yang relatif terbatas pada media kertas.
Temuan penelitian ini relevan dengan teori
perkembangan kognitif Jean Piaget yang membagi perkembangan kognitif
individu ke dalam empat tahapan, yaitu
sensorimotor (02 tahun), praoperasional (27 tahun),
operasional konkret (811
tahun), dan operasional formal (11 tahun ke atas) (Nainggolan & Daeli, 2021). Subjek
dalam penelitian ini adalah murid kelas XI MAN 11
Jakarta yang berada pada rentang usia
1518 tahun, sehingga termasuk ke dalam tahap operasional formal. Pada tahap ini peserta
didik telah memiliki kemampuan berpikir abstrak, melakukan penalaran logis, merumuskan hipotesis, serta menggunakan pola pikir deduktif dan induktif dalam menyelesaikan masalah. Kemampuan
tersebut memungkinkan murid tidak hanya menerima
informasi secara pasif, tetapi
juga mengolah, menganalisis,
dan mengintegrasikan informasi baru
dengan pengetahuan yang telah dimilikinya.
Dalam
konteks penelitian ini, penerapan metode GNT digital memberikan kesempatan yang
lebih luas bagi murid untuk mengoptimalkan
kemampuan kognitif pada
tahap operasional formal. Melalui fitur
pencatatan digital, murid dapat
mengidentifikasi informasi penting, mengelompokkan konsep-konsep sejarah,
menghubungkan hubungan sebab-akibat
dalam peristiwa Sejarah Kebudayaan
Islam (SKI), serta merevisi
dan melengkapi catatan secara berkelanjutan.
Aktivitas tersebut menunjukkan terjadinya
proses asimilasi dan akomodasi
sebagaimana dijelaskan oleh Piaget, yaitu proses memasukkan informasi
baru ke dalam struktur kognitif yang sudah ada dan menyesuaikan struktur tersebut
ketika menemukan pengetahuan baru.
Hasil
penelitian ini diperkuat
oleh penelitian Sharaswati
dan Fathoni yang menemukan bahwa metode GNT yang dipadukan
dengan media video memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar murid karena
mampu meningkatkan fokus
dan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran.
Penelitian tersebut menunjukkan
bahwa keberhasilan metode GNT
sangat dipengaruhi oleh dukungan
media yang membantu murid memproses
informasi secara lebih aktif. Temuan tersebut sejalan dengan hasil penelitian
ini yang menunjukkan bahwa media
digital mampu meningkatkan efektivitas penerapan metode GNT dibandingkan media konvensional (Nainggolan & Daeli, 2021).
Selain
itu, penelitian Kartikasari,
Chamdani, dan Suhartono
juga melaporkan bahwa penerapan metode GNT mampu meningkatkan ketuntasan belajar murid
secara bertahap hingga mencapai lebih dari 90%. Hasil
tersebut menunjukkan bahwa
aktivitas mencatat secara terarah
membantu murid memusatkan
perhatian pada informasi penting dan mengurangi
kemungkinan kehilangan informasi selama
proses pembelajaran. Temuan ini mendukung
hasil penelitian bahwa keberhasilan metode GNT terletak
pada kemampuannya membantu murid
melakukan seleksi dan organisasi
informasi secara sistematis (Kartikasari et al., 2024).
Lebih
lanjut, penelitian Calamlam
menunjukkan bahwa penggunaan metode GNT berperan
sebagai alat self regulated
learning yang efektif dalam meningkatkan capaian akademik murid. Catatan digital memungkinkan murid
melakukan pengelolaan belajar secara mandiri melalui
proses penyimpanan, pengelompokan, dan peninjauan ulang materi secara lebih mudah.
Temuan tersebut memberikan penjelasan
mengapa kelompok metode GNT digital dalam penelitian ini memperoleh skor
yang lebih tinggi dibandingkan
kelompok metode GNT konvensional. Murid tidak hanya menerima informasi selama
pembelajaran berlangsung, tetapi juga memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melakukan
penguatan pemahaman melalui akses
ulang terhadap catatan digital yang telah dibuat (Calamlam, 2023).
Namun
demikian, hasil penelitian ini perlu dipahami secara hati-hati. Meta-analisis yang dilakukan oleh Daniel Voyer
menunjukkan bahwa keunggulan catatan digital dibandingkan
catatan tulis tangan tidak selalu muncul secara otomatis.
Efektivitas metode pencatatan
sangat bergantung pada bagaimana murid menggunakan media tersebut selama
proses belajar (Daniel Voyer, Scott T. Ronis, 2022). Oleh karena
itu, temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa keberhasilan metode GNT digital di MAN 11 Jakarta yang
terlihat apda hasil belajar murid tidak hanya disebabkan oleh faktor teknologi,
tetapi juga oleh desain
pembelajaran yang mampu mengarahkan
murid untuk tetap aktif mencatat, mengolah
informasi, dan membangun pemahamannya secara mandiri.
Dengan kata lain, teknologi berfungsi sebagai fasilitator proses kognitif,
bukan sebagai faktor utama
yang secara langsung meningkatkan hasil belajar.
Perbedaan
hasil belajar antara kelompok GNT konvensional
dan GNT digital menunjukkan bahwa
kualitas pencatatan memiliki
pengaruh terhadap keberhasilan murid dalam memahami
materi SKI. Pada pembelajaran sejarah, murid tidak
hanya dituntut mengingat nama tokoh, tempat, dan tahun peristiwa, tetapi juga memahami keterkaitan antarperistiwa serta nilai-nilai yang terkandung di
dalamnya. Dalam kondisi tersebut, kemampuan mengelola
informasi menjadi faktor penting. Metode GNT digital
memberikan ruang yang lebih luas bagi murid untuk menyusun informasi secara hierarkis,
menghubungkan satu konsep
dengan konsep lainnya, serta melakukan penyempurnaan catatan ketika menemukan
informasi baru. Sebaliknya,
pada metode GNT konvensional proses tersebut cenderung lebih terbatas sehingga struktur pengetahuan
yang terbentuk tidak selalu berkembang secara
optimal.
Perbedaan
ini mengindikasikan bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh
banyaknya informasi yang diterima murid, tetapi juga
oleh bagaimana informasi tersebut diorganisasi dan
diproses selama kegiatan belajar berlangsung. Selisih rata-rata sebesar 4,33
poin atau peningkatan sekitar 22,24% menunjukkan bahwa murid yang menggunakan metode GNT digital memiliki
kemampuan yang lebih baik dalam mengonstruksi
pemahaman terhadap materi
SKI dibandingkan murid yang menggunakan
metode GNT konvensional. Dengan kata lain, keunggulan metode GNT digital terletak
pada kemampuannya membantu murid
membangun hubungan antarkonsep secara lebih sistematis sehingga informasi
yang dipelajari tidak berhenti pada tahap menghafal, tetapi berkembang
menjadi pemahaman yang lebih mendalam.
Temuan
ini menjadi penting karena materi SKI pada tingkat Madrasah Aliyah umumnya memuat konsep-konsep historis
yang kompleks dan saling
berkaitan. Ketika murid mampu menata
informasi ke dalam bentuk catatan yang lebih terstruktur, proses penarikan makna dari suatu peristiwa sejarah menjadi lebih mudah dilakukan. Oleh karena itu, perbedaan signifikan
yang ditemukan dalam penelitian ini dapat dipahami sebagai konsekuensi dari perbedaan
kualitas proses belajar yang terjadi pada kedua kelompok. Metode GNT digital tidak
sekadar mengubah media pencatatan dari
kertas ke perangkat elektronik,
tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan murid melakukan elaborasi, pengorganisasian, dan peninjauan kembali materi secara lebih efektif. Kondisi inilah yang diduga berkontribusi terhadap capaian hasil belajar yang lebih tinggi
pada kelompok metode GNT digital dibandingkan
kelompok metode GNT konvensional.
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan
antara hasil belajar SKI murid yang menggunakan metode GNT konvensional
dan GNT digital. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan
nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05). Secara deskriptif,
rata-rata hasil belajar murid pada kelompok GNT digital (23,80) lebih tinggi dibandingkan kelompok GNT konvensional (19,47), dengan selisih
sebesar 4,33 poin atau sekitar 22,24%.
Keunggulan metode
GNT digital terletak pada kemampuannya
membantu murid mengorganisasi,
mengelaborasi, dan meninjau
kembali informasi secara lebih sistematis dibandingkan metode GNT konvensional.
Melalui pencatatan digital, murid dapat
mengakses kembali materi, melakukan perbaikan
catatan, serta membangun hubungan antarkonsep
secara lebih mudah. Kondisi tersebut mendorong terjadinya proses
pengolahan informasi yang lebih mendalam sehingga pemahaman murid terhadap materi SKI menjadi lebih baik. Temuan
penelitian ini juga memperkuat
teori kognitif Piaget bahwa murid pada tahap operasional
formal belajar lebih optimal ketika diberi kesempatan
untuk mengonstruksi pengetahuan secara aktif. Oleh karena itu, metode GNT digital dapat
dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan
kualitas proses dan hasil belajar SKI di Madrasah Aliyah.
DAFTAR PUSTAKA
Amirudin, N. (n.d.). PROSIDING
SEMINAR NASIONAL PRODI PAI UMP TAHUN 2019 PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL.
Calamlam, J. M. M. (2023). Digital
note-taking: An effective self-regulation tool in increasing academic
achievement of Filipino students in a business mathematics online learning
course. Asian Journal for Mathematics Education, 2(1), 91115.
https://doi.org/10.1177/27527263221149754
Daniel Voyer, Scott T. Ronis, N. B. (2022).
The effect of notetaking method on academic performance: A systematic review
and meta-analysis. Contemporary Educational Psychology, Volume 68(ISSN
0361-476X,). https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.cedpsych.2021.102025
Dede, & Firmansyah, D. (2022). Teknik
Pengambilan Sampel Umum dalam Metodologi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik
(JIPH), 1(2), 85114.
Ismunarti, D. H., Zainuri, M., Sugianto, D.
N., & Saputra, S. W. (2020). Pengujian Reliabilitas Instrumen Terhadap
Variabel Kontinu Untuk Pengukuran Konsentrasi Klorofil- A Perairan. Buletin
Oseanografi Marina, 9(1), 18.
https://doi.org/10.14710/buloma.v9i1.23924
Kartikasari, W., Chamdani, M., &
Suhartono, S. (2024). Penerapan Metode Guided Note Taking untuk Meningkatkan
Hasil Belajar IPS Tentang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Pada Murid
Kelas V SD Negeri 1 Cangakan Tahun Ajaran 2022/2023. Kalam Cendekia: Jurnal
Ilmiah Kependidikan, 12(1). https://doi.org/10.20961/jkc.v12i1.76421
Mardiah, R., Triyana Safitri, N., Arif, N.,
& Ulfiati, L. (2024). Note-taking untuk melatih keterampilan belajar murid
sekolah Madrasah Aliyah Note-taking to improve study skill for Islamic Senior
High School students. Jurnal Anugerah, 6(1). https://doi.org/10.31629/anugerah.v6i1.6992
Nainggolan, A. M., & Daeli, A. (2021).
J o u r n a l o f P s y c h o l o g y : H u m a n l i g h t |. Journal of Psychology: Humanlight,
2(1), 3147.
Nasir, N., & Nurhaedah, S. (n.d.). Penerapan
Metode Guided Note Taking Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Murid Sekolah Dasar
di Kabupaten Takalar Application of Guided Note Taking Method to Improve
Learning Outcomes of Elementary School Students in Takalar District.
Nurhidayati, W., Negeri, S., &
Trenggalek, P. (2022). Pembelajaran Sejarah Pada Murid SMK dengan Menggunakan
Metode Guided Noted Taking. SALIMIYA: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam,
3(3), 27217078. https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/salimiya
Pendidikan, J. P. (2020). Akhir Semester
Genap Pelajaran Fisika Kelas Xi Mipa 1 Sma Negeri 1 Kepahiang. 14(2),
8998.
PENERAPAN STRATEGI GUIDED NOTE TAKING. (n.d.).
Richard D. Harvey & Ana H. Kent.
(2018). The SAGE encyclopedia of educational research, measurement, and
evaluation. SAGE Publications, Inc., Vol. 4, pp.
https://doi.org/10.4135/9781506326139.n668
Seo, D. G., Choi, J., & Kim, J. (2024).
Comparison of real data and simulated data analysis of a stopping rule based on
the standard error of measurement in computerized adaptive testing for medical
examinations in Korea: a psychometric study. Journal of Educational
Evaluation for Health Professions, 21, 16.
https://doi.org/10.3352/jeehp.2024.21.18
Setyawan Dodiet Aditya. (2021). Buku
Petunjuk Praktikum-Uji Normalitas dan Homogenitas Data dengan SPSS (M. P.
Septian Nur Ika Trisnawati, Ed.; Cetakan Pe). TAHTA MEDIA.
chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://www.poltekkes-solo.ac.id/cni-content/uploads/modules/attachments/20210902152251-2-Buku
Petunjuk Praktikum Uji Normalitas dan Homogenitas Data.pdf