ANALISIS BIBLIOMETRIK
ARTIKEL ILMIAH TENTANG PELATIHAN MELALUI PROJECT BASED LEARNING
Solihin*
Dermawati**
*Universitas
Bhayangkara Raya, Indonesia
**Balai Diklat
Keagamaan Jakarta, Indonesia
*E-mail: djanasolihin666@gmail.com
**E-mail: dermazky@gmail.com
Abstract
This study aims to analyze the
implementation of Project-Based Learning (PjBL) in
training by conducting a bibliometric analysis of scientific article
publications from 2021 to 2025. The study uses a mixed-methods approach,
combining quantitative analysis via bibliometric mapping with VOSviewer and qualitative analysis through a systematic
review of relevant literature. A total of 987 articles were analyzed to
identify research trends, dominant themes, and factors influencing the
successful implementation of PjBL in training
contexts. The results showed a significant increase in publications on PjBL, with a focus on teacher training, vocational
education, technology-based learning, and professional skills development. The
bibliometric analysis produced five main clusters that indicate strong
interrelations among the concepts of “model”, “PjBL”,
“training program”, “AI integration”, and “competence”. Implementation barriers
include institutional limitations, lack of evaluation standards, and challenges
in participant motivation, while success factors include institutional support,
facilitator competence, participant engagement, and a conducive learning
environment. Practical implications emphasize the importance of strengthening
digital infrastructure, developing data-driven curricula, and strategic
partnerships to optimize future training implementation.
Keywords: bibliometric analysis; project-based
learning: training program;
vocational education; VOSviewer
Abstrak
Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis penerapan Project-Based
Learning (PjBL) dalam
pelatihan dengan melakukan analisis bibliometrik
terhadap publikasi artikel ilmiah tahun 2021–2025. Penelitian menggunakan
pendekatan mixed methods
yang menggabungkan analisis kuantitatif berupa pemetaan bibliometrik
melalui VOSviewer dan analisis kualitatif
melalui kajian sistematis terhadap literatur relevan. Sebanyak 987 artikel dianalisis untuk mengidentifikasi tren
penelitian, tema dominan, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan
PjBL dalam konteks pelatihan. Hasil penelitian
menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi terkait PjBL dengan fokus pada pelatihan guru, pendidikan vokasi,
pembelajaran berbasis teknologi, dan pengembangan keterampilan profesional.
Analisis bibliometrik menghasilkan lima klaster utama
yang menunjukkan saling terkait erat antara konsep “model”, “PjBL”, “training
program”, “AI integration”, dan “competence”. Hambatan implementasi mencakup
keterbatasan kelembagaan, kurangnya standar evaluasi, dan tantangan motivasi
peserta, sedangkan faktor keberhasilan meliputi dukungan institusional,
kompetensi fasilitator, keterlibatan peserta, serta lingkungan belajar yang
kondusif. Implikasi praktisnya menekankan pentingnya penguatan infrastruktur
digital, pengembangan kurikulum berbasis data, dan kemitraan strategis untuk
mengoptimalkan pelaksanaan pelatihan di masa depan.
Kata Kunci: analisis bibliometrik; Project-Based Learning; pelatihan; pendidikan vokasi; VOSviewer
PENDAHULUAN
Kajian sistematis terhadap literatur terkini dan pemetaan
bibliometrik menggunakan alat seperti VOSviewer diperlukan untuk memahami arah riset, tema
dominan, serta implikasi praktis bagi pengembangan program pelatihan, termasuk
terhadap artikel ilmiah tentang Model Pembelajaran Berbasis Proyek.
Model Pembelajaran Berbasis Proyek atau Project Based Learning (PjBL) semakin mendapat perhatian dalam konteks
pelatihan dan pengembangan kompetensi peserta, terutama karena tuntutan dunia
kerja yang semakin menuntut kemampuan bukan hanya teoritis tetapi juga
aplikatif, kolaboratif, dan kreatif.
Dalam konteks pelatihan profesional atau vokasi,
optimalisasi pelatihan melalui PjBL menjadi
sangat relevan untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan
keterampilan kerja nyata. Manfaat penelitian ini antara lain: pertama,
memberikan peta komprehensif mengenai tren penelitian PjBL
dalam pelatihan; kedua, mengidentifikasi faktor-kunci keberhasilan dan hambatan
implementasi PjBL dalam konteks pelatihan; dan
ketiga, menghasilkan rekomendasi praktis bagi penyelenggara pelatihan agar
dapat mengoptimalkan metode PjBL secara lebih
sistematis dan efektif.
Kajian sistematis terhadap berbagai penelitian yang dipublikasi
dalam rentang tahun 2021-2025 menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan model
pembelajaran inovatif seperti Project Based Learning sangat berkontribusi pada efektivitas
pelatihan pendidikan
Beberapa penelitian sebelumnya yang menjadi pijakan
penting oleh
Dengan demikian, posisi penelitian ini adalah mengisi gap
yang masih ada yaitu: kurangnya kajian bibliometrik
sistematis yang memetakan penelitian PjBL
dalam pelatihan pada rentang 2021-2025 yang diakses dengan Hurzing’s
Publish or Perish, serta sedikitnya penelitian yang mengaitkan
pemetaan bibliometrik dan analisis tematik melalui VOSviewer dengan rekomendasi praktis bagi
optimalisasi pelatihan berbasis proyek. Kebaruan penelitian ini terletak pada
(1) kombinasi metode kajian sistematis dan analisis bibliometrik
menggunakan VOSviewer, (2) fokus khusus pada konteks
pelatihan, (3) melakukan analisis bibliometrik
menggunakan VOSviewer untuk memvisualisasikan peta
penelitian kata kunci, penulis, sitasi dan (4)
menghasilkan rekomendasi strategi praktis bagi praktik penyelenggaraan
pelatihan berbasis PjBL.
Keterbatasan dari penelitian ini hanya akan menganalisis bibliometrik artikel jurnal yang dipublikasikan pada tahun
2021-2025 dan di akses melalui Harzing’s Publish or Perish.
Rumusan masalah dalam penelitian ini
1.
Bagaimana tren penelitian mengenai penerapan Project Based Learning (PjBL) dalam konteks pelatihan yang dipublikasikan
pada jurnal-jurnal di Google Scholar yang
diakses melalui Harzing’s Publish or Perish
periode tahun 2021–2025?
2.
Apa saja tema dan kata kunci dominan yang muncul dalam
penelitian tentang optimalisasi pelatihan melalui PjBL
berdasarkan hasil analisis bibliometrik
menggunakan VOSviewer?
3.
Bagaimana hubungan atau keterkaitan antar tema dan kata
kunci penelitian dalam kajian PjBL untuk peningkatan efektivitas pelatihan?
4.
Faktor-faktor apa yang berkontribusi terhadap
keberhasilan implementasi PjBL dalam
meningkatkan hasil pelatihan menurut hasil kajian sistematis?
5.
Apa implikasi praktis dari hasil kajian sistematis dan
analisis bibliometrik tersebut terhadap pengembangan
strategi pelatihan yang lebih optimal berbasis PjBL?
Penelitian ini bertujuan untuk:
1.
Mengidentifikasi tren penelitian terkait penerapan PjBL dalam konteks pelatihan yang diakses melalui Harzing’s Publish or Perish periode 2021–2025
di Google Scholar.
2.
Menganalisi tema dan kata kunci
dominan yang muncul dalam penelitian tentang optimalisasi pelatihan melalui PjBL berdasarkan hasil analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer
3.
Menganalisis peta visual bibliometrik
menggunakan VOSviewer untuk melihat
keterkaitan antar tema dan kata kunci yang membahas PjBL
dalam pelatihan.
4.
Melakukan kajian sistematis terhadap hasil penelitian
terdahulu guna menemukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan
implementasi PjBL dalam peningkatan
kualitas pelatihan.
5. Menyusun implikasi
praktis dan rekomendasi strategis bagi pengembang pelatihan, pendidik, dan
lembaga pelatihan untuk mengoptimalkan pelaksanaan PjBL
dalam berbagai konteks pelatihan profesional maupun akademik.
METODE
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed
methods berbasis kajian sistematis dan analisis bibliometrik. Pendekatan ini bertujuan untuk
mengidentifikasi tren penelitian dan hubungan tematik melalui analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer,
serta menganalisis secara mendalam hasil penelitian empiris melalui kajian
sistematis terhadap literatur yang relevan mengenai PjBL
dalam konteks pelatihan.
Sumber data dan kriteria pemilihan artikel diperoleh dari
Google Scholar dengan menggunakan Harzing’s Publish or Perish, dengan periode
publikasi artikel yang dianalisis adalah artikel yang diterbitkan dalam rentang
waktu 2021–2025 untuk menangkap perkembangan terkini penelitian tentang Project
Based Learning dalam
pelatihan. Kata kunci pencarian yang digunakan antara lain: “Project Based Learning” and “Training”,
Setelah data dikumpulkan, dilakukan seleksi awal
berdasarkan tahun, jumlah jurnal pertahun dan tema
utama dengan telaah penuh untuk memastikan relevansi dan kualitas metodologi
penelitian. Setelah itu data dalam bentuk Result
as RIS/Reference Manager
dianalisis untuk menentukan tema, topik, dan kata kunci dominan yang muncul
dalam penelitian tentang optimalisasi pelatihan melalui PjBL
berdasarkan hasil analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer serta keterkaitan antar-topik penelitian (co-authorship, co-occurrence,
dan co-citation).
Teknik analisis data dengan analisis kuantitatif (bibliometrik) menggunakan hasil peta VOSviewer untuk melihat pola keterhubungan antar
konsep dan tren riset dan analisis kualitatif (kajian sistematis) dengan menganalisis
isi artikel terpilih untuk menemukan faktor keberhasilan, kendala, dan strategi
optimalisasi pelatihan berbasis proyek.
Sintesis hasil menggabungkan hasil kedua analisis di atas
menjadi kesimpulan komprehensif yang memuat temuan empiris dan implikasi
praktis
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Tren
Penelitian Mengenai Penerapan Learning dalam
Konteks Pelatihan
Pencarian literatur menghasilkan 987 artikel yang
terpublikasi pada rentang tahun 2021–2025 dengan tahun sitasi
berjumlah 4 tahun. Artikel-artikel tersebut secara keseluruhan telah memperoleh
220.004 sitasi, atau rata-rata 55.001 sitasi per tahun dalam rentang empat tahun pengukuran
(2021–2025). Rata-rata sitasi per artikel tergolong
sangat tinggi, yaitu ±222,90 sitasi per paper, menunjukkan bahwa topik “Project Based Learning and Training” merupakan
bidang yang aktif dipublikasi sekaligus banyak dirujuk.
Dari sisi produktivitas dan kolaborasi, rata-rata jumlah
penulis per artikel adalah 3,44 penulis, sedangkan rata-rata artikel yang
diproduksi per penulis tercatat 372,34, mencerminkan penulis dalam kumpulan
data ini sangat produktif.
Pencapaian indeks bibliometrik
juga menunjukkan dampak ilmiah yang kuat: (1) h-index
= 231 (minimal 231 artikel memiliki ≥231 sitasi);
(2) g-index = 460 (460 artikel paling banyak disitasi memiliki jumlah kumulatif sitasi
signifikan); (3) hI.norm = 121 (h-index
yang telah dinormalisasi terhadap jumlah penulis); (4) hI.annual
= 30,25 menunjukkan kualitas sitasi yang distandarisasi pertahun tergolong
sangat cepat; (5) hA-index = 126 menguatkan performa sitasi dari artikel berkualitas tinggi
Selain itu, sebagian besar artikel memiliki jumlah sitasi yang termasuk dalam kategori sangat tinggi (ACC
≥ 1, 2, 5, 10, 20), yang menunjukkan bahwa tema Project Based Learning and Training telah
mendapatkan perhatian ilmiah luas dan menjadi salah satu topik dominan dalam diskursus penelitian pendidikan berbasis pengalaman.
Secara umum, hasil ini menunjukkan bahwa riset tentang Project
Based Learning and Training tidak hanya
populer dipublikasikan, tetapi juga memiliki dampak akademik yang kuat, stabil,
dan relevan secara global, ditandai dengan besarnya jumlah sitasi
dan nilai indeks bibliometrik yang sangat tinggi
dalam periode yang relatif baru (2021–2025).
Analisis tren penelitian mengenai penerapan PjBL dalam konteks pelatihan selama periode tahun
2021–2025 dilakukan untuk mengidentifikasi arah perkembangan, fokus tematik,
dan kontribusi ilmiah dalam bidang ini. Data penelitian yang dikumpulkan dari
987 jurnal terindeks Google Scholar
melalui Harzing’s Publish
or Perish menunjukkan
peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi yang membahas implementasi PjBL pada berbagai bidang pelatihan. Analisis dilakukan
berdasarkan beberapa indikator utama, yaitu jumlah jurnal yang terbit setiap
tahun, rata-rata jumlah penulis per tahun, tema pelatihan yang paling banyak
dikaji, serta metode atau teknik pembelajaran yang digunakan dalam penerapan PjBL.
Tabel 1 Tren Penelitian PjBL dalam Pelatihan (2021–2025)
|
Tahun |
Jumlah
Jurnal |
Tema
utama |
|
2021 |
124 |
Teacher Training & Curriculum |
|
2022 |
198 |
Educational Innovation & Digital Literacy |
|
2023 |
276 |
Technology-Based Learning |
|
2024 |
243 |
Higher Education & Competence |
|
2025 |
146 |
STEM Education & Online Collaboration |
Tabel 1 menunjukkan perkembangan jumlah publikasi penelitian
terkait penerapan PjBL dalam konteks pelatihan
dari tahun 2021 hingga 2025.
Secara umum, tren penelitian mengalami peningkatan
signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021, jumlah publikasi masih relatif
sedikit, yakni sekitar 124 jurnal, yang sebagian besar berfokus pada pelatihan
guru, pendidikan teknik, dan desain kurikulum. Tema-tema tersebut mencerminkan
fase awal penguatan konsep PjBL sebagai
pendekatan pembelajaran yang relevan untuk pelatihan profesional.
Memasuki tahun 2022, terjadi peningkatan menjadi 198
jurnal. Fokus penelitian mulai bergeser pada inovasi pendidikan dan penguatan literasi digital, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan
pelatihan daring pasca-pandemi.
Puncak tren terjadi pada tahun 2023 dengan 276 publikasi,
di mana penelitian banyak menyoroti pelatihan berbasis teknologi,
kewirausahaan, dan blended learning. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan PjBL mulai diintegrasikan secara luas pada berbagai
bidang pelatihan.
Pada tahun 2024, jumlah penelitian masih tinggi yaitu 243
jurnal, dengan fokus pada pendidikan tinggi, kompetensi guru, dan pengembangan
keterampilan berbasis proyek. Sementara itu, pada tahun 2025, jumlah penelitian
sedikit menurun menjadi 146 jurnal, namun kualitas kajian menunjukkan
pergeseran pada tema-tema strategis seperti pendidikan STEM, kolaborasi daring,
dan keberlanjutan (sustainability projects)
Tabel 2 Distribusi Tema di 987 Jurnal
|
Tema
Pelatihan |
Jumlah
Jurnal |
Persentase
(%) |
|
Teacher Training & Education |
305 |
31% |
|
Technology / Engineering |
214 |
22% |
|
Management / Entrepreneurship |
156 |
16% |
|
Health & Medical Training |
89 |
9% |
|
Psychology / Behavioral Training |
64 |
6% |
|
Other interdisciplinary Topics |
159 |
16% |
Tabel 2 menampilkan distribusi tema atau fokus pelatihan
dalam 987 jurnal yang dianalisis. Tema yang paling dominan adalah Pelatihan
Guru dan Pendidikan (31%), menunjukkan bahwa PjBL
banyak digunakan sebagai model untuk meningkatkan kompetensi pendidik,
pengembangan kurikulum, serta pembelajaran berbasis praktik.
Selanjutnya, bidang teknologi dan Rekayasa (22%)
menempati posisi kedua, menandakan bahwa banyak penelitian menerapkan PjBL untuk penguasaan keterampilan teknis,
pemrograman, dan inovasi berbasis digital.
Bidang Manajemen dan Kewirausahaan (16%) juga menonjol,
dengan penelitian yang menekankan pengembangan proyek bisnis, startup, dan pelatihan berbasis proyek nyata.
Bidang Kesehatan dan Medis (9%) memanfaatkan PjBL untuk pelatihan praktik klinis dan simulasi
profesional, sedangkan Psikologi dan Pelatihan Perilaku (6%) menyoroti
peningkatan motivasi, kerja sama tim, dan kemampuan berpikir kritis peserta.
Sementara itu, tema lintas disiplin (16%) mencakup
topik-topik seperti keberlanjutan, lingkungan, sosial-humaniora, dan pendidikan
vokasional, menunjukkan bahwa penerapan PjBL semakin
luas dan fleksibel lintas konteks pelatihan.
Melalui tabel 1 dan tabel 2, dapat terlihat arah
kecenderungan penelitian yang menunjukkan bahwa penerapan PjBL
semakin meluas, baik dalam ranah pendidikan formal maupun pelatihan profesional
berbasis kompetensi.Bagian hasil dan pembahasan
merupakan bagian terpenting dari artikel.
Hasil analisis tren penelitian PjBL
dalam konteks pelatihan periode 2021–2025 memberikan sejumlah implikasi nyata
bagi penyelenggara pelatihan, lembaga pendidikan, dan pengembang kurikulum
berupa (1) peningkatan kualitas desain pelatihan; (2) pemanfaatan teknologi
dalam pelatihan; (3) penguatan kompetensi fasilitator dan instruktur pelatihan;
(4) kolaborasi antar instansi dan dunia industry; dan (5) peningkatan evaluasi berbasis kinerja
nyata (performance-based assessment).
Secara konseptual, hasil tren penelitian ini juga
memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori pembelajaran berbasis proyek
dan pelatihan berbasis kompetensi antara lain (1) penguatan teori
konstruktivisme dalam pelatihan; (2) integrasi antara PjBL
dan pendekatan andragogi; (3) pengembangan model teoretis baru PjBL di era digital; dan (4) kontribusi terhadap
teori evaluasi pembelajaran otentik.
Secara keseluruhan, hasil tren penelitian menunjukkan
bahwa penerapan PjBL dalam pelatihan telah
berkembang menjadi pendekatan strategis yang tidak hanya meningkatkan hasil
belajar, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perubahan
teknologi. Penelitian di masa depan perlu memperluas fokus dari aspek teknis
menuju integrasi nilai-nilai kemanusiaan, inovasi digital, dan kolaborasi
lintas disiplin untuk memperkaya kontribusi teoritis dan praktik pembelajaran
abad ke-21.
Tema dan kata kunci dominan yang muncul dalam penelitian
Dari hasil VOSviewer 987
artikel yang terpublikasi pada rentang tahun 2021–2025 didapatkan hasil clustering tematik yang menampilkan tema inti dan
kata kunci antara lain:
1.
Cluster 1 Implementasi
inovasi pembelajaran dalam konteks kelas (warna biru)
C1 adalah cluster Inovasi
Pembelajaran Kelas dengan tema inti “Classroom
innovation, pandemic response” dan kata kunci classroom, game,
simulation, VR, motivation,
outcome, covid, PBL. Cluster ini didominasi oleh kata kunci seperti game (TLS=89; Occ=53;
Year≈2022.07), simulation (TLS=73; Occ=44; Year≈2022.05), virtual reality
(TLS=59; Occ=30; Year=2022),
PBL (TLS=55; Occ=37; Year≈2022.27) dan outcome (TLS=53; Occ=32; Year=2022.50). Nilai TLS yang tinggi pada keyword seperti game dan simulation menunjukkan bahwa penelitian inovasi
pembelajaran berkaitan kuat dengan tema pembelajaran berbasis tantangan (challenge-based), gamifikasi,
dan teknologi immersif. Rata-rata tahun
publikasi berada pada 2021–2022, menandakan topik ini merupakan respon kontemporer terhadap perubahan pasca pandemi dan
mulai menjadi fokus utama penelitian edukasional
berbasis teknologi
2.
Cluster 2 Artificial Intelligence
dan otomasi dalam ekosistem Pendidikan (warna hijau)
C2 merupakan cluster AI &
Data dengan tema inti “In EducationArtificial intelligence & data-driven learning” dan kata kunci model, data, machine learning, algorithm, deep learning, training data. Cluster ini berisi kata kunci kunci
seperti model (TLS=215; Occ=137;
Year≈2022.38), data (TLS=83; Occ=43;
Year≈2022.30), deep learning (TLS=70; Occ=38;
Year≈2021.89), machine learning (TLS=44; Occ=25;
Year≈2021.96) dan algorithm (TLS=44; Occ=25; Year≈2021.64) membentuk tulang punggung cluster ini. Nilai TLS yang tertinggi pada kata model
menunjukkan struktur konseptual AI dan ML menjadi titik hubungan literatur.
Karena tahun publikasi rata-rata mendekati 2022 (dengan posisi deep learning relatif lebih awal
≈2021), dapat disimpulkan bahwa bidang ini masih sangat aktif dan terus
berkembang, khususnya pada integrasi ML/AI ke dalam konteks pembelajaran,
evaluasi, dan pelatihan profesional.
3.
Cluster 3 Pendekatan
metodologis dan evaluasi proses pembelajaran (warna ungu)
C3 adalah cluster Metode &
Kompetensi Pembelajaran dengan tema inti “Learning
strategies & competence
formation” dan kata kunci based
learning, environment, competence, inquiry, learner, survey. Kata kunci
seperti based learning
(TLS=39; Occ=22; Year≈2022.36), competence (TLS=37; Occ=29;
Year≈2022.34), environment (TLS=103; Occ=55; Year≈2022.07), inquiry
(TLS=44; Occ=19; Year≈2022.05), dan learner (TLS=36; Occ=20;
Year≈2022.15) menjadi inti dari cluster ini.
Dominasi environment dengan TLS=103
mengindikasikan bahwa ekosistem belajar menjadi variabel kontekstual terbesar
dalam kajian strategi pembelajaran berbasis kompetensi. Tahun publikasi yang
konsisten >2022 menunjukkan bahwa isu kompetensi, lingkungan belajar, dan
strategi inquiry menjadi arah penguatan kualitas
pembelajaran dalam era transisi digital.
4.
Cluster 4 Pelatihan
profesional, kurikulum, dan pendidikan vokasi (warna kuning)
C4 merupakan cluster Vokasi,
kurikulum & Pelatihan dengan tema inti “Workforce-oriented
learning & curriculum”
dengan kata kunci vocational education, curriculum, PjBL, improvement, professional training. Cluster ini diisi oleh kata kunci seperti vocational education
(TLS=46; Occ=25; Year≈2022.68), curriculum (TLS=36; Occ=27;
Year≈2022.22), competency (TLS=41; Occ=26; Year≈2022.04), PjBL
(TLS=25; Occ=16; Year≈2022.87), dan professional training
(TLS=40; Occ=18; Year≈2022.33). Nilai tahun
publikasi tertinggi pada PjBL (2022.87)
menunjukkan bahwa integrasi Project-Based Learning dalam pendidikan vokasi merupakan tren yang
sangat baru. Fokus utamanya adalah penguatan kompetensi praktis dan employability melalui desain kurikulum berbasis
pengalaman langsung.
5.
Cluster 5 Dokumentasi ilmiah
dan artefak penelitian (warna merah)
C5 merupakan cluster
literatur & arah teoretis dengan tema “Scholarly
reflection & conceptual
development” dan kata kunci paper,
article, future, role, form. Cluster ini kata kunci seperti paper
(TLS=53; Occ=39; Year≈2022.28), article (TLS=21; Occ=17;
Year≈2022.17), role (TLS=36; Occ=23; Year≈2022.60), dan future
(TLS=23; Occ=11; Year≈2022.63) merefleksikan
area yang mengkaji dokumentasi, konseptualisasi, serta prediksi arah riset.
Tahun publikasi yang konsisten tinggi pada tahun 2022 menandakan bahwa diskursus teoretis dan meta analisis berkembang sejajar
dengan implementasi teknologinya.
Hubungan antar-topik penelitian
Analisis
co-occurrence menunjukkan jaringan kata kunci
(keyword network)
yang secara umum terkelompok dalam tema teknologi pembelajaran, kecerdasan
artifisial, pedagogi berbasis pengalaman, serta pendidikan vokasi dan
kompetensi. Node dengan Total Link Strength (TLS) tinggi seperti model (TLS=215; Occ=137), environment
(TLS=103), system (TLS=91), dan game (TLS=89) menandakan bahwa riset tidak hanya
bersifat pedagogis, tetapi sudah mengarah pada pembelajaran berbasis model dan
penggunaan teknologi.
Hal
ini menunjukkan bahwa “model” merupakan konsep inti yang sering muncul
bersamaan dengan berbagai istilah teknis dan metodologis, menandakan perannya
sebagai framework konseptual dan teknis dalam
penelitian pelatihan maupun pembelajaran berbasis data.
Analisis
co-occurrence menunjukkan bahwa penelitian
dalam korpus ini memiliki lima arus utama. Cluster
terbesar menempatkan “model” sebagai pusat jejaring, dengan keterkaitan kuat
terhadap tema AI, machine learning,
dan data sebagai basis desain pembelajaran. Cluster
kedua menitikberatkan inovasi pedagogis berbasis game,
simulasi, VR, dan PBL dengan nilai keterhubungan tinggi (misal game TLS=89; Occ=53), yang
sebagian besar dipublikasikan sejak 2022 sebagai respons pasca-pandemi. Cluster lain mengangkat isu kompetensi, lingkungan belajar,
inquiry, dan evaluasi (environment
TLS=103), sedangkan bidang vokasi dan kurikulum muncul sebagai fokus implementatif terbaru (vocational
education Year≈2022.68). Seluruh pola
menunjukkan bahwa literatur bergerak menuju integrasi AI in Education, pembelajaran berbasis pengalaman, dan
kesiapan kerja yang didesain melalui model data-driven
dengan pendekatan pedagogis inovatif.
Penelitian
dalam bidang ini secara konsisten bergerak menuju integrasi antara kecerdasan
artifisial, pembelajaran berbasis data, dan inovasi pedagogi berbasis
pengalaman seperti game, simulasi, dan project based learning. Konstelasi ini memiliki dua implikasi utama
bagi penelitian yang sedang atau akan dilakukan. Pertama, penelitian yang tidak
lagi hanya memotret fenomena pembelajaran secara deskriptif, tetapi diarahkan
untuk mengembangkan, menguji, atau mengevaluasi model pembelajaran berbasis
data sejalan dengan dominasi node model (TLS=215)
sebagai pusat jaringan. Artinya, penelitian lanjutan idealnya tidak berhenti
pada tataran wacana atau desain, tetapi menghasilkan model konseptual,
prototipe sistem, atau instrumen evaluasi yang dapat diuji dalam konteks riil.
Kedua,
kuatnya keterhubungan pada kata kunci game, simulation, VR, PBL, serta vocational
education mengindikasikan bahwa inovasi
pembelajaran masa kini diposisikan bukan sekadar sebagai variasi metode, tetapi
sebagai strategi untuk meningkatkan kompetensi, kesiapan kerja (work readiness),
dan relevansi pendidikan terhadap kebutuhan industri. Oleh sebab itu,
penelitian lanjutan sebaiknya mengkaji dampak intervensi pembelajaran berbasis
teknologi tersebut terhadap indikator hasil belajar yang terukur, seperti
kompetensi, kinerja, produktivitas pelatihan, atau tingkat kelayakan
implementasi di setting vokasional maupun sekolah.
Kunci
yang muncul dari analisis VOSviewer terkait
dengan pelatihan melalui PjBL antara lain
adalah model, PjBL dan training
program seperti Gambar 1, 2 dan 3.
Gambar 1 Network Visualization
of co-occurrence item Model
Kata kunci “model”
menempati posisi sentral dalam peta jaringan. Node
ini berperan sebagai hub (penghubung utama) antara
berbagai konsep penting seperti system,
data, machine learning, performance, dan algorithm.
Identitas item “model”
pada Gambar 1 merupakan bagian dari cluster 4 (warna
kuning) dengan jumlah tautan (links) 58, total
kekuatan 215, dan frekuensi kemunculan 137.
Gambar
2 Network Visualization of co-occurrence item PjBL
Dalam visualisasi jaringan, PjBL
muncul sebagai node sentral berwarna ungu, berada di
antara tema-tema school, vocational education, curriculum, training program,
dan challenge.
Node ini berperan sebagai jembatan konseptual antara
pendekatan pembelajaran berbasis proyek dengan implementasi di dunia pendidikan
vokasional dan pelatihan. PjBL berfungsi
menghubungkan pendekatan pedagogis inovatif dengan konteks penerapan praktis
yang berorientasi pada keterampilan dan kompetensi kerja.
Interpretasi
keterhubungan antarkata kunci
PjBL dengan “school”
menunjukkan bahwa penerapan PjBL banyak dikaji
dalam konteks sekolah formal, terutama pada level menengah kejuruan; PjBL dengan Vocational
Education mempunyai hubungan kuat menunjukkan
fokus pada pendidikan vokasional atau kejuruan; PjBL
dengan “curriculum” mengindikasikan bahwa PjBL berperan dalam pengembangan dan integrasi
kurikulum berbasis proyek; PjBL dengan “training program” mengindikasikan bahwa PJBL
berperan dalam pengembangan dan integrasi kurikulum berbasis proyek; dan PjBL dengan “program” menandakan penerapannya dalam
kegiatan pelatihan, baik guru maupun peserta didik.
Keterkaitan kata
kunci PjBL dengan “problem based learning” kedekatan konsep antara PJBL dan PBL
terlihat jelas; PjBL dengan “challenge” mewakili karakter utamayaitu
adanya tantangan nyata dalam proses belajar; PjBL
dengan “engagement” menggambarkan hubungan
erat PjBL dengan keterlibatan aktif siswa; PjBL dengan “work”
menunjukkan hubungan PjBL dengan konteks dunia
kerja atau tugas profesional; dan PjBL dengan
“collaboration” mengindikasikan aspek kerja
sama yang menjadi inti PJBL.
PjBL dengan “systematic”
menggambarkan pendekatan PjBL yang terstruktur;
PjBL dengan “competence”
menunjukkan bahwa tujuan utama PjBL adalah
meningkatkan kompetensi peserta didik; PjBL
dengan “motivation” menggambarkan efek
psikologis positif dari penerapan PjBL; dan PjBL dengan “environment”
menunjukkan konteks pembelajaran yang mendukung penerapan PJBL.
Gambar 3 Network Visualization of co-occurrence item Traniing
Program
Dalam visualisasi
jaringan co-occurence Gambar 3, “training program” menjadi pusat dari cluster 1 (berwarna biru) yang menggambarkan hubungan erat
dengan berbagai istilah yang merepresentasikan konteks pendidikan, pelatihan,
dan pembelajaran berbasis proyek atau teknologi. Dengan 13 tautan (links) dan
total link strength
sebesar 17, istilah ini memiliki keterhubungan konseptual yang kuat dengan
istilah lain dalam penelitian sejenis, terutama dalam konteks pengembangan
kompetensi dan penerapan model pembelajaran inovatif.
Hubungan antar kunci antara lain terkait dengan kata
kunci “based learning”
yang mengindikasikan bahwa banyak pelatihan kini mengadopsi pendekatan berbasis
proyek (project-based), berbasis masalah (problem-based), maupun berbasis kompetensi. Terkait dengan “competence” yang menggambarkan tujuan utama program
pelatihan, yaitu membangun dan memperkuat kompetensi peserta baik dalam aspek pengetahuan,
keterampilan, maupun sikap professional, dengan “environment”
yang menunjukkan bahwa lingkungan belajar memiliki peran penting dalam
keberhasilan pelatihan.
Dengan kata kunci “simulation”
menggambarkan peran simulasi sebagai metode pelatihan yang digunakan untuk
meniru situasi kerja nyata dan “learner”
memperkuat bahwa keberhasilan pelatihan ditentukan oleh partisipasi aktif dan
kemandirian peserta, “motivation” menegaskan
bahwa motivasi intrinsik dan ekstrinsik peserta berpengaruh besar terhadap
keberhasilan pelatihan, “Game dan Virtual Reality” menunjukkan integrasi teknologi imersif dalam program pelatihan, “learning”
menandakan bahwa pelatihan bukan hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi
juga merupakan proses konstruktif di mana peserta mengembangkan keterampilan
melalui aktivitas reflektif dan kolaboratif, “outcome
dan challenge” menunjukkan adanya fokus pada
hasil yang diharapkan (learning outcome) serta tantangan implementatif
yang dihadapi selama pelatihan, “system”
menggambarkan bahwa pelatihan yang efektif memerlukan pendekatan sistemik, termasuk dukungan kebijakan, struktur organisasi,
dan mekanisme evaluasi yang jelas, serta dengan kata kunci ”example”
mengindikasikan bahwa studi kasus dan contoh nyata digunakan secara luas dalam training program untuk memperkuat pemahaman konseptual.
Berdasarkan hasil analisis jaringan, terlihat bahwa PjBL memiliki keterkaitan yang kuat dengan kata
kunci seperti curriculum, training program, systematic,
dan work. Hal ini menunjukkan bahwa
penerapan PjBL masih dihadapkan pada tantangan
yang bersifat sistemik dan teknisi keterbatasan
sistem, sumber daya, dan kesiapan instruktur, yang semuanya saling berpengaruh
terhadap efektivitas pelaksanaan model ini.
Faktor
Penghambat (Barriers) dari Analisis Jaringan Co-occurrence
Berdasarkan hasil
visualisasi dan hubungan antar-cluster (terutama
antara model, system, training
program, dan data), terdapat beberapa hambatan konseptual, teknis, dan implementatif yang dapat diidentifikasi: (1) keterbatasan Integrasi antara teknologi dan
konteks Pendidikan; (2) keterbatasan data pelatihan dan validasi model; (3)
minimnya fokus pada aspek humanistik dan
sosio-pedagogis; (4) kurangnya standarisasi model evaluasi kompetensi; (5)
kendala dalam penerapan virtual environment
dan simulasi.
Analisis terhadap sejumlah penelitian yang mengkaji
penerapan PjBL, ditemukan bahwa hambatan yang
muncul dalam pelatihan dan pembelajaran berbasis proyek umumnya terbagi menjadi
dua kategori besar, yaitu hambatan struktural dan implementatif
serta hambatan personal dan lingkungan belajar.
Hambatan struktural dan implementatif
dalam pelatihan berbasis PjBL berkaitan dengan
aspek sistem, kurikulum, dan kesiapan lembaga pelatihan dalam mengadopsi
pendekatan ini. Sedangkan yaitu hambatan
personal dan lingkungan belajar dalam pelatihan berbasis PjBL
menunjukkan bahwa keberhasilan model ini tidak hanya ditentukan oleh
rancangan kurikulum dan metode pembelajaran, tetapi juga oleh kesiapan peserta
dan ekosistem belajar yang mendukung interaksi kolaboratif, motivasi intrinsik,
serta suasana belajar yang terbuka dan partisipatif
Penelitian
Penelitian
Selanjutnya, penelitian
Sementara itu, penelitian
Secara keseluruhan, delapan penelitian tersebut
menggambarkan bahwa keberhasilan penerapan Project-Based
Learning tidak hanya ditentukan oleh rancangan
program yang baik, tetapi juga oleh kemampuan sistem pendidikan dan individu
peserta dalam mengatasi hambatan struktural serta personal yang saling
berkaitan.
Faktor-faktor
yang berkontribusi terhadap keberhasilan implementasi PjBL
dalam meningkatkan hasil pelatihan
Faktor-faktor keberhasilan implementasi PjBL menurut Sowaidi
Penelitian oleh Lin et al
Menurut Zahroh et al, secara keseluruhan, keberhasilan implementasi PjBL dalam pelatihan calon guru ditentukan oleh
kombinasi pelatihan yang sistematis, pendampingan intensif, dukungan
fasilitator, dan kolaborasi antar peserta. Program ini terbukti meningkatkan
pemahaman, keterampilan, dan kepercayaan diri calon guru dalam menerapkan PjBL, serta berdampak positif terhadap motivasi,
kreativitas, dan hasil belajar siswa
Secara keseluruhan,
Kombinasi dari faktor-faktor ini menjadikan PjBL tidak hanya efektif dalam meningkatkan hasil
pelatihan, tetapi juga dalam menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kreatif,
kolaboratif, dan komunikatif yang relevan untuk dunia pendidikan dan
profesional modern
Faktor-faktor tersebut tidak hanya meningkatkan hasil
pelatihan teknis, tetapi juga memperkuat keterampilan transversal seperti
komunikasi profesional, kerja tim, dan berpikir reflektif, yang esensial dalam
pembelajaran dan praktik rekayasa abad ke-21. Implikasi praktis dari hasil
kajian sistematis dan analisis bibliometrik tersebut
terhadap pengembangan strategi pelatihan yang lebih optimal berbasis PjBL
Dengan demikian, berdasarkan arah gerak literatur,
penelitian yang dilakukan ke depan memiliki urgensi untuk (1) berbasis pada
pendekatan data-informasi (data-driven), (2)
berorientasi pada desain model yang dapat direplikasi,
dan (3) menguji efektivitas inovasi pembelajaran terhadap kompetensi dan
kebutuhan dunia kerja. Implikasi ini mempertegas bahwa gap penelitian tidak
lagi berada pada “apa yang dilakukan”, melainkan pada “bagaimana inovasi
tersebut dimodelkan, diukur, dan dibuktikan efektivitasnya dalam konteks
pendidikan nyata”.
KESIMPULAN
Tren penelitian menunjukkan arah menuju pengembangan
model pembelajaran adaptif berbasis AI dan data driven
system yang dapat meningkatkan efektivitas
pelatihan. Item “model” dalam visualisasi co-occurrence
menjadi jembatan konseptual dan metodologis antar bidang, memperkuat peran
teknologi data dalam inovasi pembelajaran dan sistem pelatihan masa depan. Node “PjBL” topik
yang stabil, sering digunakan dan memiliki relevansi tinggi dalam riset
mengenai pelatihan, kurikulum, serta pengembangan kompetensi berbasis proyek
begitu juga dengan node “training
program” berfungsi sebagai inti dari jaringan pembelajaran berbasis proyek
dalam konteks pendidikan vokasional dan PjBL
menggambarkan hubungan erat dengan berbagai istilah yang merepresentasikan
konteks pendidikan, pelatihan, dan pembelajaran berbasis proyek atau teknologi.
Hambatan dalam pelatihan berupa hambatan struktural dan implementatif
serta hambatan personal dan lingkungan belajar. Dengan meningkatkan upaya
sinergis antara lembaga, pelatih, dan peserta menjadi kunci utama dalam
mewujudkan sistem pelatihan yang adaptif dan kompetitif. Keberhasilan
implementasi PjBL secara konsisten bergantung
pada faktor yang bersinergi antara dukungan kelembagaan, kompetensi
fasilitator, kesiapan peserta, serta lingkungan belajar yang kondusif dan
berbasis teknologi sehingga mampu menghasilkan peningkatan signifikan pada
hasil belajar, motivasi, dan keterampilan abad ke-21 yang relevan dengan
tuntutan dunia kerja dan pendidikan masa depan.
Rekomendasi
Rekomendasi untuk mengoptimalkan pelaksanaan pelatihan di
masa mendatang antara lain (1) lembaga
pelatihan perlu memperkuat kemitraan strategis agar kurikulum dan proyek
pelatihan relevan dengan kebutuhan nyata; (2) memprioritaskan peningkatan
kompetensi digital dan pedagogis bagi pelatih; (3) penguatan infrastruktur
digital dan sistem evaluasi berbasis proses harus dikembangkan.; (4) penelitian
lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi model integratif antara PjBL dengan pendekatan digital seperti Blended Learning
dan Virtual Simulation.
DAFTAR PUSTAKA
Dona, F., & Armiati, A. (2025). Integrasi Model
Pembelajaran Project Based Learning Berbantuan Teknologi Pembelajaran pada
Era Digital: Literature Review. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan.
https://doi.org/10.54371/jiip.v8i8.9068.
Halim, N., et al. (2023). The Implementation of
Project Based Learning in Indonesian EFL Class Between 2017 to 2022: A
Systematic Review. Journal of Language and Education Studies .
Haniah, AU. & Setyaningsih, E. (2021). Students'
Perception on the Implementation of Online Project-Based Learning in Teaching
4Cs. Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied
Linguistics.
chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1320475.pdf.
Issa, HB & Khataibeh, A. (2021). The Effect of
Using Project Based Learning on Improving the Critical Thinking among Upper
Basic Students from Teachers' Perspectives. Pegem Journal of Education and
Instruction.
chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1302127.pdf.
Jalali, Y., Capdevila, I.,
Paik, J. (2024). Project-Based Learning Approach
for an Engineering Course: Challenges and Learnings of Teaching Transversal
Skills. Proceedings of the 52nd Annual Conference of SEFI. Lausanne,
Switzerland: Zenodo.
Juuti, K., Lavonen, J.,
Salonen, V. (2021). A teacher–researcher partnership
for professional learning: Co-designing project-based learning units to
increase student engagement in science classes. Journal of Science Teacher
Education. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/1046560X.2021.1872207.
Lin, KY, Wu, YT, Hsu, YT, & Williams, PJ. (2021).
Effects of infusing the engineering design process into STEM project-based
learning to develop preservice technology teachers' engineering design
thinking. International Journal of STEM Education.
https://stemeducationjournal.springeropen.com/articles/10.1186/s40594-020-00258-9.
Liu, X & Zhao, Y. (2021). Research on the
application strategy of project-based learning teaching mode in practical
teaching of product design. Conference: 2020 International Conference on
Modern Education Management, Innovation and Entrepreneurship and Social
Science. Memies.
Martini, et al. (2024). Project-Based Learning (PjBL)
Practice in Technical and Vocational Education and . European Modern
Studies Journal .
Nuraini, T. et al. (2023). Implementasi Model Project
Based Learning Berbantuan Media Digital Dalam Meningkatkan Hasil Belajar
Matematika Kelas V SD. Jurnal Elementaria Edukasia.
Rohm, AI, Stefl, M,. Ward, N. (2021). Future proof and
real-world ready: the role of live project-based learning in students' skill
development. Journal of Marketing Education.
https://www.researchgate.net/publication/350288666_Future_Proof_and_Real-World_Ready_The_Role_of_Live_Project-Based_Learning_in_Students'_Skill_Development.
Sudira, P., et al. (2022). Online Project-Based
Learning (O-PjBL): Effectiveness in Teachers Training and Coaching in
Vocational Education. Journal of Education Technology.
Sudjimat, DA, Nyoto, A, & Romlie, M . (2021).
Implementation of project-based learning model and workforce character
development for the 21st century in vocational high school. International
Journal of Instruction, ERIC, https://eric.ed.gov/?id=EJ1282331.
Sudjimat, DA. & Permadi, LC. (2021). Impact of
Work and Project-Based Learning Models on Learning Outcomes and Motivation of
Vocational High School Students. Educational Sciences: Theory &
Practice. https://jestp.com/menuscript/index.php/estp/article/view/1435.
Wulandari, F. et al. (2025). Implementasi Model
Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis
Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai.
Yuliansyah, A. & Ayu, M. (2021). The
implementation of project-based assignment in online learning during
covid-19. Journal of English Language Teaching and Learning (JELTL). chromhttps://pdfs.semanticscholar.org/f395/a3af94eeafe2007cf5ac4dbd26eb8a84efcc.pdf
Zahroh, U, et al. (2023). Project-Based Learning
Training and Assistance for Prospective High School Teacher. Jurnal Inovasi dan
Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat.
https://journal.assyfa.com/index.php/jip-dimas/article/view/237/207.