PENERAPAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM

PEMBUATAN SOAL KUIS DI APLIKASI ANDALIMAN

BERBASIS LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) MOODLE

 

M. Fajar Zain

Balai Diklat Keagamaan Medan, Indonesia

E-mail: m.fajarzain@gmail.com

 

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) technology has a significant impact on various sectors, including education. One interesting application of AI is Text to Questions, a technology that converts narrative text into questions for automatic question creation. ANDALIMAN is a Moodle-based Learning Management System developed by the Religious Training Center (BDK) Medan, a platform designed for training management, including material management, teaching resources, assessments, and the creation and questions management. AI in the ANDALIMAN is expected to improve efficiency and produce a greater variety of questions in less time. The implementation of AI also demonstrates excellent potential to enhance the quality of learning assessments, although it faces challenges in generating accurate questions that meet specific training needs. This research aims to explore the application of AI technology in the ANDALIMAN application, focusing on its impact on question quality, question creation time, and the advantages/disadvantages of that technology. The research results indicate that the efficiency and quality of quiz creation have improved, as evidenced by time efficiency and increased productivity, making it a practical solution, particularly in education.

Keywords: Artificial Intelligence, Text to Questions, LMS, Moodle, ANDALIMAN

 

Abstrak

Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) memberikan dampak signifikan dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan. Salah satu penerapan AI yang menarik adalah Text to Questions, yaitu teknologi yang mampu mengonversi teks naratif menjadi pertanyaan untuk pembuatan soal secara otomatis. ANDALIMAN (Aplikasi Pendukung Pelatihan BDK Medan) merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Medan berbasis Learning Management System (LMS) Moodle, sebuah platform yang dirancang untuk pengelolaan pelatihan, baik mulai dari pengelolaan materi, bahan ajar, penilaian, hingga pembuatan dan pengelolaan soal. Penggunaan AI dalam Aplikasi ANDALIMAN diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan menghasilkan soal dengan variasi yang lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat. Penerapan AI juga menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran, namun dihadapkan dengan tantangan dalam menghasilkan soal yang akurat dan sesuai dengan kebutuhan spesifik pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan teknologi AI dalam aplikasi ANDALIMAN, dengan fokus pada dampaknya terhadap kualitas soal, waktu pembuatan soal, dan kelebihan/kekurangan pada teknologi tersebut. Hasil riset menunjukkan bahwa efisiensi dan kualitas pembuatan soal kuis menjadi meningkat dilihat dari efisiensi waktu dan peningkatan produktifitas yang dapat menjadi solusi efektif khususnya dalam bidang pendidikan.

Kata Kunci:  Artificial Intelligence, Text to Questions, LMS, Moodle, ANDALIMAN

 

 



 

PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi infor-masi dan komunikasi yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam cara kita berinteraksi dan belajar. Learning Management System (LMS) seperti Moodle telah menjadi salah satu alat penting dalam pengelolaan pembelajaran. Sistem tersebut mencakup berbagai aspek, termasuk pengelolaan materi pembelajaran, penentuan posisi peserta dalam proses belajar, pengaturan administrasi, serta evaluasi kinerja dan capaian belajar. (Mahnegar, 2012)

Sesuai dengan tugas dan fungsi BDK Medan adalah menyelenggarakan Pelatihan untuk Sumber Daya Manusia Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. BDK Medan mengembangkan Aplikasi berbasis LMS Moodle yang dinamakan dengan Aplikasi Pendukung Pelatihan BDK Medan yang disingkat dengan ANDALIMAN, hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan institusi pendidikan dalam mengelola proses pembelajaran secara efisien. Pengelolaan yang baik, diharapkan proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan optimal, mendukung peserta pelatihan dalam mengakses materi, dan memberikan umpan balik yang konstruktif.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Nomor 67 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pelatihan di Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, disebutkan bahwa dalam penilaian aspek pengetahuan, kuis merupakan bagian penting dari evaluasi peserta pelatihan. Setiap program pelatihan terdiri atas sejumlah mata pelatihan inti, di mana masing-masing mata pelatihan ini diwajibkan memiliki kuis sebagai instrumen evaluasi (Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2021).

Namun, tugas pembuatan kuis ini sering kali menghadapi tantangan dalam praktiknya. Widyaiswara, sebagai penanggung jawab pembuatan soal kuis, dihadapkan pada kebutuhan untuk menyusun banyak soal kuis bagi setiap mata pelatihan, sementara mereka juga memiliki jadwal yang padat. Kondisi ini mengakibatkan kurangnya efektivitas dalam proses pembuatan kuis dan bisa berdampak pada kualitas evaluasi pelatihan.

Teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) telah merambah hampir semua aspek kehidupan, menciptakan dampak yang signifikan pada berbagai sektor, termasuk pendidikan dan pelatihan. AI tidak hanya mendukung tugas-tugas rutin, tetapi juga menghadirkan transformasi yang mendalam dalam cara kita mengajar, belajar, dan mengelola pengetahuan.

AI memiliki kemampuan untuk mengotomatisasi berbagai tugas administratif, sehingga memungkinkan para widyaiswara untuk lebih berkonsentrasi pada aspek-aspek penting lainnya dalam proses belajar mengajar (Rifky, 2024). Kemampuan AI untuk menganalisis data dalam jumlah besar, memberikan prediksi, serta menyederhanakan proses yang kompleks, telah memungkinkan terciptanya pengalaman belajar yang lebih personal, interaktif, dan efektif. (Mambu et al., 2023)

AI telah memperlihatkan potensi besar dalam memfasilitasi pembuatan soal kuis. Dengan kemampuan mengonversi teks menjadi pertanyaan otomatis, AI dapat mengurangi beban kerja Widyaiswara dan mempercepat proses evaluasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan dapat meningkatkan kualitas materi ajar dan efektivitas pembelajaran. Contohnya, penerapan AI dalam pembuatan soal ujian dapat memberikan variasi soal yang lebih banyak dan memperkaya pengalaman belajar peserta pelatihan.

LMS Moodle terus berkembang sejalan dengan kemajuan teknologi, menghadirkan pembaruan versi untuk meningkatkan keamanan, fungsionalitas, dan pengalaman pengguna. Saat ini, Moodle telah merilis versi terbarunya, yaitu versi 4.5, yang membawa berbagai peningkatan signifikan. Karena itu, setiap LMS Moodle yang digunakan sebaiknya segera diperbarui ke versi terbaru agar tetap optimal dan aman. Menunda proses pembaruan dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti rentannya sistem terhadap serangan siber akibat kurangnya dukungan keamanan terkini, fitur yang menjadi usang, serta terbatasnya dukungan teknis yang akan memperlambat penyelesaian masalah. Selain itu, kompatibilitas plugin juga akan terpengaruh, di mana beberapa plugin mungkin tidak dapat digunakan atau tidak berfungsi maksimal di versi lama. Salah satu plugin unggulan yang tersedia adalah AI Text-To-Questions Generator, yang dapat membantu mempermudah penyusunan soal secara otomatis. Pembaruan ke versi terbaru akan memastikan bahwa platform Moodle yang digunakan terus mendukung kebutuhan pembelajaran dengan fitur-fitur terbaik dan kompatibilitas plugin yang lebih baik.

Motivasi di balik penerapan teknologi AI dalam aplikasi ANDALIMAN adalah untuk memberikan solusi atas masalah waktu dan kualitas dalam pembuatan soal kuis. Dengan memanfaatkan teknologi ini, Widyaiswara dapat menghasilkan lebih banyak soal dengan variasi yang lebih luas, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi peserta pelatihan. Penerapan teknologi AI juga diharapkan dapat meningkatkan akurasi soal yang dihasilkan serta memberikan konsistensi dalam kualitas evaluasi.

Berbagai penelitian sebelumnya telah mengkaji penerapan AI dalam konteks pendidikan. Misalnya, penelitian oleh Sugihartono bahwa dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), para pengajar dapat menciptakan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta. Ini berpotensi meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dan memungkinkan peserta untuk belajar dengan lebih efisien (Sugihartono, 2020). AI dapat dimanfaatkan oleh para pengajar untuk menentukan metode pengajaran yang paling efektif dalam memperkaya materi pembelajaran yang tersedia di LMS. Hal ini bertujuan untuk menampung lebih banyak peserta dengan berbagai gaya belajar yang beragam (Supangat et al., 2021)

Studi-studi ini memberikan gambaran umum tentang bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam sistem pembelajaran, serta memberikan referensi untuk pengembangan lebih lanjut dalam konteks aplikasi ANDALIMAN.

 

METODE

Jenis Penelitian

Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sederhana dengan studi kasus pada aplikasi ANDALIMAN. Proses implementasi plugin AI Text-To-Questions Generator dilakukan melalui beberapa tahapan yang melibatkan analisis kebutuhan, instalasi, dan pengujian.

 

ANDALIMAN (Aplikasi Pendukung Pelatihan BDK Medan)

ANDALIMAN merupakan Aplikasi yang dikembangkan oleh BDK Medan untuk mendukung pelaksanaan setiap pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Medan. Aplikasi ini dikembangkan mulai tahun 2021 berbasis LMS Moodle sebagaimana fungsionalitas dari ANDALIMAN itu sendiri yaitu :

1.      Manajemen Pembelajaran

ANDALIMAN memungkinkan pembuatan dan pengelolaan pembelajaran, termasuk pengaturan modul, topik, dan urutan pembelajaran. Fitur ini mendukung berbagai jenis materi seperti file, teks, video, audio, dan tautan eksternal.

2.      Aktivitas dan Sumber Belajar

ANDALIMAN menyediakan berbagai aktivitas interaktif, termasuk kuis, tugas, dan survei, yang dirancang untuk melibatkan peserta secara langsung dan mendukung partisipasi aktif dalam pembelajaran.

3.      Sistem Penilaian dan Evaluasi

ANDALIMAN memungkinkan penilaian otomatis melalui kuis dan penilaian manual untuk tugas. Fitur umpan balik memudahkan instruktur memberikan komentar atau catatan untuk meningkatkan pemahaman peserta.

4.      Pembuatan Kuis

ANDALIMAN memiliki modul kuis dengan tipe soal yang bervariasi, seperti pilihan ganda, isian singkat, dan esai. Fitur ini mendukung pengacakan soal dan pengaturan batas waktu untuk mengukur pemahaman peserta.

5.      Bank Soal

Instruktur dapat menyimpan soal-soal di dalam bank soal untuk digunakan kembali atau diintegrasikan ke dalam berbagai kuis atau evaluasi lainnya.

6.      Plugin dan Ekstensi

ANDALIMAN mendukung integrasi dengan berbagai plugin untuk menambahkan fitur tambahan, seperti integrasi AI untuk menghasilkan soal atau analisis data, sehingga sistem dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.

7.      Integrasi dan Dukungan Multiplatform
ANDALIMAN kompatibel dengan banyak sistem eksternal seperti OpenAI, alat video konferensi, dan aplikasi lainnya. ANDALIMAN juga mendukung akses lintas platform, baik di komputer, tablet, maupun smartphone.

ANDALIMAN dikembangkan melalui pendekatan metode Waterfall yang terdiri dari beberapa tahapan seperti Gambar 1 yaitu analisa, perancangan, implementasi dan pengujian

1.      Analisis Sistem/Kebutuhan

Tahap pertama adalah memastikan kesiapan BDK Medan dalam hal fasilitas yang diperlukan untuk menjalankan sistem. Ini mencakup pemeriksaan ketersediaan server web, hosting, domain, sumber daya web developer, dan regulasi yang mendukung beroperasinya sistem secara efektif.

 

 

2.      Perancangan Sistem

Pada tahap ini, alur kerja, konten, dan tampilan grafis sistem dirancang secara rinci. Dokumentasi seperti Use Case Diagram dan Activity Diagram dibuat untuk menggambarkan skenario penggunaan dan aktivitas dalam sistem yang akan dibangun.

3.      Implementasi Sistem

Hasil perancangan kemudian diterapkan dalam bentuk sistem web berbasis Moodle, di mana setiap elemen desain dan fungsi yang direncanakan diwujudkan dalam sistem nyata.

4.      Pengujian dan Evaluasi
Pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa sistem berfungsi sesuai tujuan. Metode Black Box Testing digunakan untuk memeriksa apakah ada kesalahan dalam fungsionalitas sistem. Hasil pengujian ini dievaluasi guna memastikan sistem yang dibuat sudah memenuhi kriteria kelayakan dan efektif dalam penggunaannya.

Tahapan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap langkah dalam pengembangan ANDALIMAN berjalan sesuai prosedur dan menciptakan sistem yang optimal bagi pengguna. (Zain, 2021)

ANDALIMAN dapat diakses melalui URL https://andalimanbdkmedan.kemenag.go.id/

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 1. Metode Waterfall

 

AI Text-to-Questions Generator

AI Text-to-Questions Generator merupakan salah satu Plugin Moodle yang dikembangkan oleh Yedidia Klein dan Ruthy Salomon. Plugin tersebut dirancang berbasis kecerdasan buatan untuk secara otomatis mengonversi teks ke dalam bentuk pertanyaan. Plugin ini membantu widyaiswara dan pembuat konten pembelajaran dengan cepat menghasilkan soal-soal kuis atau pertanyaan ujian dari materi teks yang ada.

Algoritma yang digunakan pada plugin AI text-to-questions generator adalah algoritma pemrosesan bahasa alami (Natural Language Proces-sing/NLP) yang dapat menganalisis teks naratif dan menghasilkan pertanyaan berdasarkan konteks. Penyesuaian dilakukan agar algoritma mampu menghasilkan jenis soal yang diinginkan. Algoritma NLP ini akan menganalisis struktur kalimat, menemukan informasi penting, serta menentukan bentuk pertanyaan yang sesuai

Melalui pemanfaatan natural language processing (NLP), plugin ini menganalisis teks, mengenali poin-poin penting, dan membentuk pertanyaan relevan yang sesuai dengan konten yang diberikan.

AI Text-to-Questions Generator dapat meningkatkan efektivitas dalam pembuatan soal dengan mempercepat proses produksi dan memberikan variasi soal yang konsisten, sekaligus membantu Widyaiswara menyesuaikan soal sesuai level pemahaman peserta. Penggunaan plugin ini juga memperluas daya guna LMS Moodle, karena memungkinkan integrasi yang efisien dengan platform pembelajaran daring.

 

 

Integrasi AI Text-to-Questions Gene-rator dengan Moodle

Integrasi sistem dilakukan dengan mengembangkan plugin yang memungkinkan komunikasi antara AI dan Moodle. Plugin ini dirancang untuk mengambil teks dari modul pembelajaran dan mengonversinya menjadi pertanyaan kuis. Proses ini melibatkan pemrograman antarmuka atau biasa disebut dengan Application Programming Interface (API) yang dapat menghubungkan kedua sistem. API memungkinkan pengembang untuk dengan mudah mengintegrasikan fitur kecerdasan buatan, seperti pemrosesan bahasa alami, pengenalan suara, analisis sentimen, atau deteksi objek, ke dalam aplikasi mereka (Santoso et al., 2023).

Plugin AI Text-to-Questions Generator menggunakan  API dari OpenAI. OpenAI adalah perusahaan riset dan pengembangan di bidang kecerdasan buatan (AI) yang didirikan pada tahun 2015 oleh sekelompok ilmuwan dan pengusaha, termasuk Elon Musk dan Sam Altman. OpenAI mengembangkan berbagai teknologi AI, dengan fokus pada menciptakan kecerdasan buatan yang aman, bermanfaat, dan mudah diakses oleh semua orang. Salah satu produk utama mereka adalah GPT (Generative Pre-trained Transformer), model bahasa yang dapat memproses dan menghasilkan teks berdasarkan input dari pengguna. Teknologi GPT ini digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti penulisan otomatis, layanan pelanggan, analisis data, dan bahkan alat pendidikan. (OpenAI.com, 2022)

Namun agar plugin dapat berfungsi dengan baik, diperlukan langganan komersial melalui Akun OpenAI berbayar. LMS Moodle yang digunakan disarankan menggunakan yang terbaru yaitu versi 4.5. Alur proses Plugin AI Text-to-Questions Generator dapat dilihat pada Gambar 2.

 

 

 

 

 

 

 

Mulai

Input Teks dan Jumlah soal

Identifikasi teks dan jumlah soal

Membuat pertanyaan otomatis

Peninjauan pertanyaan yang dihasilkan

Edit pertanyaan

Simpan di bank soal moodle

 

Selesai

ya

tidak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 2. Flowchart Plugin AI Text-to-Questions Generator

 

 

 

Implementasi dengan OpenAI

Untuk mengimplementasikan OpenAI pada Plugin AI Text-to-Questions Generator, langkah-langkah yang perlu diambil antara lain:

a.      Pembuatan Akun OpenAI

Tahap pertama adalah mendaftar di platform OpenAI untuk memperoleh akses penuh ke layanannya. Proses ini melibatkan pengisian formulir registrasi, terutama untuk menyertakan alamat email yang valid. Dengan memiliki akun OpenAI, pengguna dapat melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu mendapatkan akses kunci API yang diperlukan. Namun agar plugin dapat berfungsi dengan baik, diperlukan langganan komersial melalui Akun OpenAI berbayar.

b.      Pembuatan API Key

Kunci API (API Key) sangat penting dalam proses integrasi karena berfungsi sebagai penghubung antara layanan OpenAI dan Plugin AI Text-to-Questions Generator di Moodle. Setelah memperoleh kunci API dari akun OpenAI, kunci ini digunakan oleh plugin untuk berinteraksi dengan sistem OpenAI, sehingga dapat menghasilkan soal secara otomatis dari teks yang dimasukkan. Proses ini memastikan bahwa plugin dapat beroperasi dengan lancar sesuai tujuan.

Dengan kedua langkah ini, Plugin AI Text-to-Questions Generator dapat bekerja efektif, memungkinkan pembuatan soal yang otomatis dan berbasis AI di platform Moodle, yang mendukung pengalaman belajar lebih interaktif dan personal bagi pengguna.

 

Instalasi Plugin AI Text-to-Questions Generator

Setelah kita lakukan implementasi pada OpenAI, maka proses yang dilakukan selanjutnya adalah Instalasi Plugin AI Text-to-Questions Generator ke dalam Aplikasi ANDALIMAN yang dibangun dengan LMS Moodle.

1.      Unduh plugin AI Text-to-Questions Generator melalui website koleksi   plugin moodle resmi (https://moo dle.org/plugins/local_aiquestions). Plugin berhasil diunduh dalam bentuk .zip.

2.      Setelah proses pengunduhan berhasil, langkah selanjutnya adalah instalasi plugin ke ANDALIMAN. Klik menu Sites Administration > Plugins < Install Plugins

3.      Unggah file plugin yang sudah diunduh di tempat yang disediakan di ANDALIMAN seperti Gambar 3.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 3. Proses Unggah Plugin AI Text-to-Questions Generator

 

4.      Tunggu berjalannya proses instalasi, dan muncul notifikasi berhasil jika proses instalasi berjalan tanpa ada kendala seperti Gambar 4.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 4. Proses Instalasi Plugin AI Text-to-Questions Generator

 

Pengujian

Jika Plugin sudah berhasil di-install. Maka hal tersebut menunjukkan plugin siap untuk digunakan. Maka langkah selanjutnya adalah pengujian. Pengujian plugin tersebut dilakukan melalui pendekatan Black Box Testing untuk meninjau fungsionalitas dari plugin tersebut. Pengujian dilakukan menjadi dua bagian, konfigurasi dan pembuatan pertanyaan.

 

Konfigurasi Plugin AI Text-to-Questions Generator

Setelah kita lakukan instalasi  Plugin AI Text-to-Questions Generator ke dalam Aplikasi ANDALIMAN, langkah selanjutnya adalah konfigurasi plugin dengan langkah berikut.

1.      Setelah proses instalasi berhasil, secara otomatis langsung diarahkan ke bagian konfigurasi.

2.      Masukkan API Key yang sudah kita peroleh dari OpenAI, diperlukan langganan komersial melalui Akun OpenAI berbayar untuk mendapatkan API Key yang akan diintegrasikan ke Plugin AI Text-to-Questions Generator.

3.      Tentukan bahasa yang ingin digunakan untuk membuat pertanyaan lewat plugin tersebut. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sudah didukung oleh OpenAI sendiri seperti Gambar 5.

Gambar 5. Proses Konfigurasi Plugin AI Text-to-Questions Generator

 

Pembuatan Pertanyaan

Plugin sudah dikonfigurasi. Hal tersebut menunjukkan plugin siap untuk digunakan. Maka langkah selanjutnya adalah pengujian pembuatan pertanyaan. Sebelum melakukan hal tersebut ada beberapa hal yang harus diperhatikan serta dipersiapkan diantaranya:

1.      Pastikan pelatihan (course) di ANDALIMAN sudah dikonfigurasi dengan baik

2.      Persiapan narasi dari materi yang diajarkan yang nantinya akan dituangkan ke dalam soal yang akan di generate oleh Plugin AI Text-to-Questions Generator

Setelah kedua hal tersebut dipersiapkan langkah selanjutnya adalah:

1.      Pastikan sudah di halaman depan pada pelatihan (course) tertentu

2.      Klik bagian AI Questions, kemudian salin naskah yang sudah disiapkan yang akan dijadikan soal. Pada bagian Number of Questions pilih jumlah soal yang diinginkan pada naskah tersebut. Jumlah soal yang disajikan adalah 1 – 10 soal.

3.      Setelah pembuatan soal berhasil diproses, maka dapat langsung menyimpan ke Bank Soal Moodle atau dapat melakukan pratinjau jika ada pertanyaan yang dianggap keliru atau kurang relevan sehingga dapat secara manual diubah.

Hasil pengujian plugin dapat dilihat pada Tabel 1.


 

Tabel 1 Pengujian Plugin AI Text-to Questions

No

Aktivitas

Prosedur

Hasil yang diharapkan

Keterangan

1

Input Kode API

Salin kode API ke dalam input-an

Kode API tersimpan ke sistem Aplikasi ANDA-LIMAN

Berhasil

2

Input Bahasa

Pilih Bahasa yang disediakan

Pilihan bahasa tersimpan ke sistem Aplikasi ANDA- LIMAN

Berhasil

3

Input Narasi dan Jumlah Pertanyaan

Salin/input narasi yang akan dijadikan pertanyaan dan jumlah pertanyaan yang diinginkan

Hasil inputan diproses AI dan diolah menjadi pertanyaan sejumlah yang diinginkan

Berhasil

4

Edit Pertanyaan

Edit pertanyaan yang sudah diproses oleh AI jika ada hal yang ingin diubah

Pertanyaan berhasil diedit dan secara otomatis tersimpan di Bank Soal

Berhasil

5

Tambah pertanyaan kembali

Klik Generate More Questions dan lakukan aktivitas sebagaimana tercantum di nomor 3.

Pertanyaan berhasil ditambahkan kembali dan secara otomatis tersimpan di Bank Soal

Berhasil

 

Proses pengujian plugin dapat dilihat pada Gambar 6 sampai Gambar 9.

Gambar 6. Proses Input Narasi dan Jumlah Pertanyaan pada Plugin AI Text-to-Questions Generator

 

Gambar 7. Proses Pembuatan Pertanyaan dengan AI

 

Gambar 8. Pertanyaan berhasil dibuat sesuai dengan yang diinginkan

 

Gambar 9. Pratinjau soal yang dihasilkan

 


HASIL DAN PEMBAHASAN

Fitur Utama

Fitur Plugin Text-to-Questions Generator yang disematkan dalam aplikasi ANDALIMAN memiliki kemampuan untuk mengonversi teks menjadi beberapa soal yang kita inginkan dan secara otomatis tersimpan ke Bank Soal Moodle sehingga Widyaiswara tidak perlu meng-input soal secara manual yang membutuhkan waktu yang cukup lama terlebih dengan jumlah soal yang banyak dan waktu yang sangat singkat mengingat kesibukan Widyaiswara itu sendiri.

Contohnya, jika teks naratif menjelaskan tentang konsep dasar pembelajaran, sistem dapat menghasilkan pertanyaan seperti "Apa yang dimaksud dengan konsep dasar pembelajaran?" atau "Konsep dasar pembelajaran mencakup...?". Hanya saja bentuk soalnya hanya berbentuk pilihan ganda.

 

Kelebihan

Plugin AI Text-to-Questions Generator di Moodle memiliki beberapa keuntungan yang signifikan, di antaranya:

1.      Otomatisasi Pembuatan Soal

Plugin ini membantu Widyaiswara menghemat waktu dalam membuat soal, karena secara otomatis menghasilkan pertanyaan berdasarkan teks yang disediakan. Hal ini mempercepat proses pembuatan kuis dan penilaian dibandingkan dengan cara manual.

2.      Peningkatan Kualitas Pembelajaran Adaptif

Plugin ini dapat menyesuaikan pertanyaan berdasarkan pemahaman siswa terhadap teks, sehingga memungkinkan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif. Penggunaan plugin ini dapat mendukung pembelajaran yang dipersonalisasi sesuai dengan tingkat pemahaman siswa.

3.      Konsistensi dalam Pembuatan Soal

Dengan menggunakan plugin ini, Widyaiswara dapat menghasilkan soal dengan format dan kualitas yang konsisten, mengurangi risiko perbedaan gaya dan tingkat kesulitan yang sering terjadi dalam pembuatan soal manual.

4.      Integrasi Mudah dengan Moodle

Plugin ini terintegrasi langsung dengan platform Moodle, yang banyak digunakan di lembaga pendidikan dan pelatihan. Hal ini membuatnya mudah diakses oleh pendidik tanpa perlu beralih ke aplikasi atau alat lain.

5.      Meningkatkan Kemampuan Analisis dan Evaluasi

Soal yang dihasilkan oleh plugin dapat digunakan untuk menilai pemahaman siswa terhadap materi secara efektif, memungkinkan guru memperoleh umpan balik yang cepat dan berguna dalam menganalisis tingkat pemahaman siswa.

6.      Efisiensi Waktu dan Peningkatan Produktivitas

Widyaiswara dapat membuat soal dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan metode tradisional, sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk aspek pengajaran lainnya dan dengan mengurangi beban kerja, Widyaiswara dapat lebih fokus pada pengembangan materi ajar dan interaksi dengan peserta pelatihan.

7.      Hemat Biaya untuk Pembuatan Soal dalam Jumlah Besar

Meskipun API OpenAI berbayar, penggunaan plugin ini tetap dianggap lebih hemat dibandingkan mempekerjakan tenaga tambahan untuk pembuatan soal secara manual, terutama jika diperlukan dalam jumlah besar dan waktu yang singkat.

 

Kekurangan dan Tantangan

Plugin AI Text-to-Questions Generator pada Moodle menawarkan efisiensi dalam membuat soal, tetapi memiliki beberapa kelemahan, antara lain:

1.      Ketergantungan pada Kualitas Input Teks

Kualitas pertanyaan yang dihasilkan bergantung pada teks sumber. Jika teks tidak jelas atau kurang lengkap, pertanyaan yang dihasilkan mungkin kurang relevan atau membingungkan bagi siswa.

2.      Keterbatasan dalam Jenis Pertanyaan

Moodle menawarkan berbagai jenis pertanyaan yang menarik untuk dibuat dalam bentuk soal seperti Pilihan ganda, essay, benar salah, dan lain sebagainya. Namun plugin ini hanya dapat memfasilitasi soal berbentuk pilihan ganda.

3.      Keterbatasan Jumlah Soal dalam Satu Kali Proses

Dalam satu kali proses, soal yang dapat dibuat hanya berkisar antara 1 (satu) sampai 10 (sepuluh) soal, sehingga ketika ingin menambah soal lebih banyak harus mengulang proses yang sama.

4.      Konteks Budaya dan Bahasa

AI sering mengalami kesulitan dalam memahami konteks budaya atau bahasa tertentu, sehingga pertanyaan yang dihasilkan dapat terasa kurang sesuai atau membingungkan dalam konteks lokal, sehingga hindari narasi yang menggunakan bahasa yang tidak baku.

5.      Memerlukan Kunci API dan Koneksi Stabil

Integrasi OpenAI memerlukan kunci API yang harus selalu terhubung ke internet, yang bisa menjadi kendala di daerah dengan akses internet terbatas atau jika terjadi gangguan pada layanan OpenAI.

 

KESIMPULAN

Penerapan fitur AI text-to-questions dalam aplikasi ANDALIMAN berbasis Moodle menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pembuatan soal kuis. Dengan berbagai kelebihan seperti penghematan waktu dan peningkatan produktivitas, teknologi ini dapat menjadi solusi efektif dalam konteks pendidikan. Namun, kelemahan dan tantangan yang ada harus diatasi untuk memaksimalkan potensi penerapan teknologi ini di masa depan. Pengembangan lanjutan dari plugin ini diharapkan dapat memperbaiki aspek-aspek yang kurang dan meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran di institusi pendidikan, serta didukung pembuatan soal yang variatif bentuknya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan teknologi AI dalam aplikasi ANDALIMAN, dengan fokus pada dampaknya terhadap kualitas soal, waktu pembuatan soal, dan kelebihan/kekurangan pada teknologi tersebut. Hasil riset menunjukkan bahwa efisiensi dan kualitas pembuatan soal kuis menjadi meningkat dilihat dari efisiensi waktu dan peningkatan produktivitas yang dapat menjadi solusi efektif khususnya dalam bidang pendidikan.

Berikut adalah beberapa saran yang dapat dipertimbangkan:

1.      Mengatasi kelemahan ini membutuhkan kombinasi antara pemilihan teks yang baik, dan pengawasan manual terhadap pertanyaan yang dihasilkan.

2.      Tantangan Teknis: Integrasi antara Moodle dan plugin text-to-questions menghadapi tantangan, seperti masalah kompatibilitas dan pengaturan sistem yang kompleks. Diperlukan dukungan teknis yang memadai untuk memastikan sistem dapat berjalan dengan baik.


 

DAFTAR PUSTAKA

Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. (2021). Surat Keputusan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Nomor 67 Tahun 2021. https://balitbangdiklat.kemenag.go.id/

Mahnegar, F. (2012). Learning Mangement System. International Journal of Business and Social Science, 3(12), 144–151.

Mambu, J. G. Z., Pitra, D. H., Rizki, A., Ilmi, M., Nugroho, W., Leuwol, N. V, Muh, A., & Saputra, A. (2023). Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) Dalam Menghadapi Tantangan Mengajar Guru di Era Digital. Journal on Education, 06(01), 2689–2698.

OpenAI.com. (2022). ChatGPT: Optimizing Language Models for Dialogue. Https://Openai.Com/Blog/Chatgpt/.

Rifky, S. (2024). Dampak Penggunaan Artificial Intelligence Bagi Pendidikan Tinggi. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 2(1), 37–42. https://doi.org/10.31004/ijmst.v2i1.287

Santoso, G., Setiawan, J., & Sulaiman, A. (2023). Development of OpenAI API Based Chatbot to Improve User Interaction on the JBMS Website. G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan, 7(4), 1606–1615. https://doi.org/10.33379/gtech.v7i4.3301

Sugihartono. (2020). Pendidikan Personalisasi dalam Era Kecerdasan Buatan: Kajian Implementasi di Indonesia. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Informasi, 7(1), 13–22.

Supangat, Saringat, M. Z. bin, & Koesdijarto, R. (2021). Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai Respon Learning Style Mahasiswa. Konferensi Nasional Ilmu Komputer (KONIK), 270–279.

Zain, M. F. (2021). Sistem Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Balai Diklat Keagamaan Medan Web Menggunakan Learning Management System (LMS) Moodle. Jurnal Analisa Pemikiran Insan Cendikia (APIC), 4(2), 29–43.