PENERAPAN ARTIFICIAL
INTELLIGENCE (AI) DALAM
PEMBUATAN SOAL KUIS DI APLIKASI
ANDALIMAN
BERBASIS LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS)
MOODLE
Balai
Diklat Keagamaan Medan, Indonesia
E-mail:
m.fajarzain@gmail.com
Abstract
The
development of Artificial Intelligence (AI) technology has a significant impact
on various sectors, including education. One interesting application of AI is
Text to Questions, a technology that converts narrative text into questions for
automatic question creation. ANDALIMAN is a Moodle-based Learning Management
System developed by the Religious Training Center (BDK) Medan, a platform
designed for training management, including material management, teaching
resources, assessments, and the creation and questions management. AI in the
ANDALIMAN is expected to improve efficiency and produce a greater variety of
questions in less time. The implementation of AI also demonstrates excellent
potential to enhance the quality of learning assessments, although it faces
challenges in generating accurate questions that meet specific training needs.
This research aims to explore the application of AI technology in the ANDALIMAN
application, focusing on its impact on question quality, question creation
time, and the advantages/disadvantages of that technology. The research results
indicate that the efficiency and quality of quiz creation have improved, as
evidenced by time efficiency and increased productivity, making it a practical
solution, particularly in education.
Keywords: Artificial
Intelligence, Text to Questions, LMS, Moodle, ANDALIMAN
Abstrak
Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) memberikan dampak signifikan dalam
berbagai sektor, termasuk pendidikan. Salah satu penerapan AI yang menarik
adalah Text to Questions, yaitu teknologi yang mampu mengonversi teks
naratif menjadi pertanyaan untuk pembuatan soal secara otomatis. ANDALIMAN
(Aplikasi Pendukung Pelatihan BDK Medan) merupakan aplikasi yang dikembangkan
oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Medan berbasis Learning Management System (LMS) Moodle, sebuah platform yang dirancang untuk pengelolaan pelatihan,
baik mulai dari pengelolaan materi, bahan ajar, penilaian, hingga pembuatan dan
pengelolaan soal. Penggunaan AI dalam Aplikasi ANDALIMAN diharapkan dapat
meningkatkan efisiensi dan menghasilkan soal dengan variasi yang lebih banyak
dalam waktu yang lebih singkat. Penerapan AI juga menunjukkan potensi besar
untuk meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran, namun dihadapkan dengan
tantangan dalam menghasilkan soal yang akurat dan sesuai dengan kebutuhan
spesifik pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan
teknologi AI dalam aplikasi ANDALIMAN, dengan fokus pada dampaknya terhadap
kualitas soal, waktu pembuatan soal, dan kelebihan/kekurangan pada teknologi
tersebut. Hasil riset menunjukkan bahwa efisiensi dan kualitas pembuatan soal
kuis menjadi meningkat dilihat dari efisiensi waktu dan peningkatan
produktifitas yang dapat menjadi solusi efektif khususnya dalam bidang
pendidikan.
Kata Kunci: Artificial
Intelligence, Text to Questions, LMS, Moodle,
ANDALIMAN
PENDAHULUAN
Perkembangan
teknologi infor-masi dan komunikasi yang pesat telah membawa perubahan
signifikan dalam cara kita berinteraksi dan belajar. Learning Management System
(LMS) seperti Moodle telah menjadi salah satu alat penting dalam pengelolaan
pembelajaran. Sistem tersebut mencakup berbagai aspek,
termasuk pengelolaan materi pembelajaran, penentuan posisi peserta dalam proses
belajar, pengaturan administrasi, serta evaluasi kinerja dan capaian belajar.
Sesuai
dengan tugas dan fungsi BDK Medan adalah menyelenggarakan Pelatihan untuk
Sumber Daya Manusia Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. BDK Medan
mengembangkan Aplikasi berbasis LMS Moodle yang dinamakan dengan Aplikasi
Pendukung Pelatihan BDK Medan yang disingkat dengan ANDALIMAN, hal ini
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan institusi pendidikan dalam mengelola proses
pembelajaran secara efisien. Pengelolaan yang baik, diharapkan proses belajar
mengajar dapat berlangsung dengan optimal, mendukung peserta pelatihan dalam
mengakses materi, dan memberikan umpan balik yang konstruktif.
Berdasarkan
Surat Keputusan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Nomor 67
Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pelatihan di Badan
Litbang dan Diklat Kementerian Agama, disebutkan bahwa dalam penilaian aspek
pengetahuan, kuis merupakan bagian penting dari evaluasi peserta pelatihan.
Setiap program pelatihan terdiri atas sejumlah mata pelatihan inti, di mana
masing-masing mata pelatihan ini diwajibkan memiliki kuis sebagai instrumen
evaluasi
Namun,
tugas pembuatan kuis ini sering kali menghadapi tantangan dalam praktiknya.
Widyaiswara, sebagai penanggung jawab pembuatan soal kuis, dihadapkan pada
kebutuhan untuk menyusun banyak soal kuis bagi setiap mata pelatihan, sementara
mereka juga memiliki jadwal yang padat. Kondisi ini mengakibatkan kurangnya
efektivitas dalam proses pembuatan kuis dan bisa berdampak pada kualitas
evaluasi pelatihan.
Teknologi
Kecerdasan Buatan (Artificial
Intelligence/AI) telah merambah hampir semua aspek kehidupan, menciptakan
dampak yang signifikan pada berbagai sektor, termasuk pendidikan dan pelatihan.
AI tidak hanya mendukung tugas-tugas rutin, tetapi juga menghadirkan
transformasi yang mendalam dalam cara kita mengajar, belajar, dan mengelola
pengetahuan.
AI
memiliki kemampuan untuk mengotomatisasi berbagai tugas administratif, sehingga
memungkinkan para widyaiswara untuk lebih berkonsentrasi pada aspek-aspek
penting lainnya dalam proses belajar mengajar
AI
telah memperlihatkan potensi besar dalam memfasilitasi pembuatan soal kuis.
Dengan kemampuan mengonversi teks menjadi pertanyaan otomatis, AI dapat
mengurangi beban kerja Widyaiswara dan mempercepat proses evaluasi. Penelitian
sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan dapat meningkatkan
kualitas materi ajar dan efektivitas pembelajaran. Contohnya, penerapan AI
dalam pembuatan soal ujian dapat memberikan variasi soal yang lebih banyak dan
memperkaya pengalaman belajar peserta pelatihan.
LMS
Moodle terus berkembang sejalan dengan kemajuan teknologi, menghadirkan
pembaruan versi untuk meningkatkan keamanan, fungsionalitas, dan pengalaman
pengguna. Saat ini, Moodle telah merilis versi terbarunya, yaitu versi
4.5, yang membawa berbagai peningkatan signifikan. Karena itu, setiap LMS Moodle
yang digunakan sebaiknya segera diperbarui ke versi terbaru agar tetap optimal
dan aman. Menunda proses pembaruan dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti
rentannya sistem terhadap serangan siber akibat kurangnya dukungan keamanan
terkini, fitur yang menjadi usang, serta terbatasnya dukungan teknis yang akan
memperlambat penyelesaian masalah. Selain itu, kompatibilitas plugin juga akan terpengaruh, di mana
beberapa plugin mungkin tidak dapat
digunakan atau tidak berfungsi maksimal di versi lama. Salah satu plugin unggulan yang tersedia adalah AI Text-To-Questions Generator,
yang dapat membantu mempermudah penyusunan soal secara otomatis. Pembaruan ke
versi terbaru akan memastikan bahwa platform Moodle yang digunakan terus
mendukung kebutuhan pembelajaran dengan fitur-fitur terbaik dan kompatibilitas plugin yang lebih baik.
Motivasi
di balik penerapan teknologi AI dalam aplikasi ANDALIMAN adalah untuk
memberikan solusi atas masalah waktu dan kualitas dalam pembuatan soal kuis.
Dengan memanfaatkan teknologi ini, Widyaiswara dapat menghasilkan lebih banyak
soal dengan variasi yang lebih luas, sehingga memberikan pengalaman belajar
yang lebih baik bagi peserta pelatihan. Penerapan teknologi AI juga diharapkan
dapat meningkatkan akurasi soal yang dihasilkan serta memberikan konsistensi
dalam kualitas evaluasi.
Berbagai
penelitian sebelumnya telah mengkaji penerapan AI dalam konteks pendidikan.
Misalnya, penelitian oleh Sugihartono bahwa dengan memanfaatkan
kecerdasan buatan (AI), para pengajar dapat menciptakan pengalaman belajar yang
disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta. Ini berpotensi meningkatkan
efektivitas proses pembelajaran dan memungkinkan peserta untuk belajar dengan
lebih efisien
Studi-studi
ini memberikan gambaran umum tentang bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam
sistem pembelajaran, serta memberikan referensi untuk pengembangan lebih lanjut
dalam konteks aplikasi ANDALIMAN.
METODE
Jenis Penelitian
Metode
penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sederhana dengan studi kasus
pada aplikasi ANDALIMAN. Proses implementasi plugin AI Text-To-Questions
Generator dilakukan melalui beberapa tahapan yang melibatkan analisis
kebutuhan, instalasi, dan pengujian.
ANDALIMAN (Aplikasi Pendukung Pelatihan
BDK Medan)
ANDALIMAN
merupakan Aplikasi yang dikembangkan oleh BDK Medan untuk mendukung pelaksanaan
setiap pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Medan.
Aplikasi ini dikembangkan mulai tahun 2021 berbasis LMS Moodle sebagaimana fungsionalitas dari
ANDALIMAN itu sendiri yaitu :
1. Manajemen
Pembelajaran
ANDALIMAN
memungkinkan pembuatan dan pengelolaan pembelajaran, termasuk pengaturan modul,
topik, dan urutan pembelajaran. Fitur ini mendukung berbagai jenis materi
seperti file, teks, video, audio, dan tautan eksternal.
2. Aktivitas
dan Sumber Belajar
ANDALIMAN
menyediakan berbagai aktivitas interaktif, termasuk kuis, tugas, dan survei,
yang dirancang untuk melibatkan peserta secara langsung dan mendukung
partisipasi aktif dalam pembelajaran.
3.
Sistem Penilaian dan Evaluasi
ANDALIMAN
memungkinkan penilaian otomatis melalui kuis dan penilaian manual untuk tugas. Fitur umpan balik memudahkan instruktur
memberikan komentar atau catatan untuk meningkatkan pemahaman peserta.
4. Pembuatan
Kuis
ANDALIMAN
memiliki modul kuis dengan tipe soal yang bervariasi, seperti pilihan ganda,
isian singkat, dan esai. Fitur ini mendukung pengacakan soal dan pengaturan
batas waktu untuk mengukur pemahaman peserta.
5. Bank Soal
Instruktur
dapat menyimpan soal-soal di dalam bank soal untuk digunakan kembali atau
diintegrasikan ke dalam berbagai kuis atau evaluasi lainnya.
6. Plugin dan Ekstensi
ANDALIMAN
mendukung integrasi dengan berbagai plugin
untuk menambahkan fitur tambahan, seperti integrasi AI untuk menghasilkan soal
atau analisis data, sehingga sistem dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.
7. Integrasi
dan Dukungan Multiplatform
ANDALIMAN kompatibel dengan banyak sistem eksternal seperti OpenAI, alat
video konferensi, dan aplikasi lainnya. ANDALIMAN juga mendukung akses lintas
platform, baik di komputer, tablet, maupun smartphone.
ANDALIMAN dikembangkan melalui pendekatan
metode Waterfall yang terdiri dari beberapa tahapan seperti
Gambar 1 yaitu analisa, perancangan, implementasi dan pengujian
1.
Analisis
Sistem/Kebutuhan
Tahap pertama adalah memastikan kesiapan BDK Medan
dalam hal fasilitas yang diperlukan untuk menjalankan sistem. Ini mencakup
pemeriksaan ketersediaan server web, hosting, domain,
sumber daya web developer, dan regulasi yang mendukung beroperasinya
sistem secara efektif.
2.
Perancangan
Sistem
Pada tahap ini, alur kerja, konten, dan tampilan
grafis sistem dirancang secara rinci. Dokumentasi seperti Use Case Diagram dan Activity
Diagram dibuat untuk menggambarkan skenario penggunaan dan aktivitas dalam
sistem yang akan dibangun.
3.
Implementasi
Sistem
Hasil perancangan kemudian diterapkan dalam bentuk
sistem web berbasis Moodle, di
mana setiap elemen desain dan fungsi yang direncanakan diwujudkan dalam sistem
nyata.
4.
Pengujian
dan Evaluasi
Pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa sistem berfungsi sesuai tujuan.
Metode Black Box Testing digunakan untuk memeriksa apakah ada kesalahan
dalam fungsionalitas sistem. Hasil pengujian ini dievaluasi guna memastikan
sistem yang dibuat sudah memenuhi kriteria kelayakan dan efektif dalam
penggunaannya.
Tahapan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap
langkah dalam pengembangan ANDALIMAN berjalan sesuai prosedur dan menciptakan
sistem yang optimal bagi pengguna.
ANDALIMAN dapat diakses melalui URL https://andalimanbdkmedan.kemenag.go.id/
Gambar 1.
Metode Waterfall
AI Text-to-Questions
Generator
AI Text-to-Questions
Generator merupakan salah satu Plugin
Moodle yang dikembangkan oleh Yedidia Klein dan
Ruthy Salomon. Plugin tersebut
dirancang berbasis kecerdasan buatan untuk secara otomatis mengonversi teks ke
dalam bentuk pertanyaan. Plugin ini
membantu widyaiswara dan pembuat konten pembelajaran dengan cepat menghasilkan
soal-soal kuis atau pertanyaan ujian dari materi teks yang ada.
Algoritma
yang digunakan pada plugin AI
text-to-questions generator adalah algoritma pemrosesan bahasa alami (Natural Language Proces-sing/NLP) yang
dapat menganalisis teks naratif dan menghasilkan pertanyaan berdasarkan
konteks. Penyesuaian dilakukan agar algoritma mampu menghasilkan jenis soal
yang diinginkan. Algoritma NLP ini akan menganalisis struktur kalimat,
menemukan informasi penting, serta menentukan bentuk pertanyaan yang sesuai
Melalui
pemanfaatan natural language processing (NLP), plugin ini menganalisis teks, mengenali poin-poin penting, dan
membentuk pertanyaan relevan yang sesuai dengan konten yang diberikan.
AI Text-to-Questions Generator
dapat meningkatkan efektivitas dalam pembuatan soal dengan mempercepat proses
produksi dan memberikan variasi soal yang konsisten, sekaligus membantu
Widyaiswara menyesuaikan soal sesuai level pemahaman peserta. Penggunaan plugin ini juga memperluas daya guna LMS
Moodle, karena memungkinkan integrasi yang efisien dengan platform pembelajaran
daring.
Integrasi AI Text-to-Questions Gene-rator dengan Moodle
Integrasi
sistem dilakukan dengan mengembangkan plugin
yang memungkinkan komunikasi antara AI dan Moodle. Plugin ini dirancang untuk mengambil teks dari modul pembelajaran
dan mengonversinya menjadi pertanyaan kuis. Proses ini melibatkan pemrograman
antarmuka atau biasa disebut dengan Application
Programming Interface (API) yang dapat menghubungkan kedua sistem. API
memungkinkan pengembang untuk dengan mudah mengintegrasikan fitur kecerdasan
buatan, seperti pemrosesan bahasa alami, pengenalan suara, analisis sentimen,
atau deteksi objek, ke dalam aplikasi mereka
Plugin AI
Text-to-Questions Generator menggunakan API dari OpenAI. OpenAI
adalah perusahaan riset dan pengembangan di bidang kecerdasan buatan (AI) yang
didirikan pada tahun 2015 oleh sekelompok ilmuwan dan pengusaha, termasuk Elon
Musk dan Sam Altman. OpenAI mengembangkan berbagai teknologi AI, dengan
fokus pada menciptakan kecerdasan buatan yang aman, bermanfaat, dan mudah
diakses oleh semua orang. Salah satu produk utama mereka adalah GPT (Generative
Pre-trained Transformer), model bahasa yang dapat memproses
dan menghasilkan teks berdasarkan input dari pengguna. Teknologi GPT ini
digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti penulisan otomatis, layanan
pelanggan, analisis data, dan bahkan alat pendidikan.
Namun
agar plugin dapat berfungsi dengan
baik, diperlukan langganan komersial melalui Akun OpenAI berbayar. LMS
Moodle yang digunakan disarankan menggunakan yang terbaru yaitu versi 4.5. Alur
proses Plugin AI Text-to-Questions
Generator dapat dilihat pada Gambar 2.
Mulai Input Teks dan Jumlah soal Identifikasi teks dan jumlah soal Membuat pertanyaan otomatis Peninjauan pertanyaan yang dihasilkan Edit pertanyaan Simpan di bank soal moodle Selesai ya tidak
Gambar 2. Flowchart
Plugin AI Text-to-Questions Generator
Implementasi dengan OpenAI
Untuk mengimplementasikan OpenAI pada Plugin AI Text-to-Questions
Generator, langkah-langkah yang perlu diambil antara lain:
a.
Pembuatan
Akun OpenAI
Tahap pertama adalah mendaftar di platform OpenAI
untuk memperoleh akses penuh ke layanannya. Proses ini melibatkan pengisian
formulir registrasi, terutama untuk menyertakan alamat email yang valid. Dengan
memiliki akun OpenAI, pengguna dapat
melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu mendapatkan akses kunci API yang
diperlukan. Namun agar plugin dapat
berfungsi dengan baik, diperlukan langganan komersial melalui Akun OpenAI
berbayar.
b. Pembuatan API Key
Kunci API (API
Key) sangat penting dalam proses integrasi karena berfungsi sebagai
penghubung antara layanan OpenAI dan Plugin AI Text-to-Questions Generator di Moodle. Setelah memperoleh kunci API
dari akun OpenAI, kunci ini digunakan
oleh plugin untuk berinteraksi dengan
sistem OpenAI, sehingga dapat
menghasilkan soal secara otomatis dari teks yang dimasukkan. Proses ini
memastikan bahwa plugin dapat
beroperasi dengan lancar sesuai tujuan.
Dengan kedua langkah ini, Plugin AI Text-to-Questions
Generator dapat bekerja efektif, memungkinkan pembuatan soal yang otomatis
dan berbasis AI di platform Moodle,
yang mendukung pengalaman belajar lebih interaktif dan personal bagi pengguna.
Instalasi Plugin AI Text-to-Questions Generator
Setelah
kita lakukan implementasi pada OpenAI, maka proses yang dilakukan
selanjutnya adalah Instalasi Plugin
AI Text-to-Questions Generator ke
dalam Aplikasi ANDALIMAN yang dibangun dengan LMS Moodle.
1. Unduh plugin
AI Text-to-Questions Generator melalui website koleksi plugin
moodle resmi (https://moo dle.org/plugins/local_aiquestions). Plugin
berhasil diunduh dalam bentuk .zip.
2. Setelah proses pengunduhan berhasil,
langkah selanjutnya adalah instalasi plugin
ke ANDALIMAN. Klik menu Sites
Administration > Plugins < Install Plugins
3. Unggah file plugin yang sudah diunduh di tempat yang disediakan di ANDALIMAN
seperti Gambar 3.
Gambar 3.
Proses Unggah Plugin AI Text-to-Questions
Generator
4. Tunggu berjalannya proses instalasi, dan
muncul notifikasi berhasil jika proses instalasi berjalan tanpa ada kendala
seperti Gambar 4.
Gambar 4.
Proses Instalasi Plugin AI
Text-to-Questions Generator
Pengujian
Jika Plugin
sudah berhasil di-install. Maka hal tersebut menunjukkan plugin siap untuk digunakan. Maka
langkah selanjutnya adalah pengujian. Pengujian plugin tersebut dilakukan melalui pendekatan Black Box Testing
untuk meninjau fungsionalitas dari plugin
tersebut. Pengujian dilakukan menjadi dua bagian, konfigurasi dan pembuatan
pertanyaan.
Konfigurasi Plugin AI Text-to-Questions Generator
Setelah
kita lakukan instalasi Plugin AI Text-to-Questions Generator ke dalam Aplikasi ANDALIMAN, langkah
selanjutnya adalah konfigurasi plugin
dengan langkah berikut.
1. Setelah proses instalasi berhasil, secara
otomatis langsung diarahkan ke bagian konfigurasi.
2. Masukkan API Key yang sudah kita peroleh dari OpenAI, diperlukan langganan komersial melalui Akun OpenAI
berbayar untuk mendapatkan API Key yang akan diintegrasikan ke Plugin AI Text-to-Questions
Generator.
3. Tentukan bahasa yang ingin digunakan untuk
membuat pertanyaan lewat plugin
tersebut. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sudah didukung oleh OpenAI
sendiri seperti Gambar 5.
Gambar 5.
Proses Konfigurasi Plugin AI Text-to-Questions
Generator
Pembuatan Pertanyaan
Plugin
sudah dikonfigurasi. Hal tersebut menunjukkan plugin siap untuk digunakan. Maka langkah selanjutnya adalah
pengujian pembuatan pertanyaan. Sebelum melakukan hal tersebut ada beberapa hal
yang harus diperhatikan serta dipersiapkan diantaranya:
1. Pastikan pelatihan (course) di ANDALIMAN sudah dikonfigurasi dengan baik
2. Persiapan narasi dari materi yang
diajarkan yang nantinya akan dituangkan ke dalam soal yang akan di generate oleh Plugin AI Text-to-Questions
Generator
Setelah
kedua hal tersebut dipersiapkan langkah selanjutnya adalah:
1. Pastikan sudah di halaman depan pada
pelatihan (course) tertentu
2. Klik bagian AI Questions, kemudian salin
naskah yang sudah disiapkan yang akan dijadikan soal. Pada bagian Number of
Questions pilih jumlah soal yang diinginkan pada naskah tersebut. Jumlah soal
yang disajikan adalah 1 – 10 soal.
3. Setelah pembuatan soal berhasil diproses,
maka dapat langsung menyimpan ke Bank Soal Moodle atau dapat melakukan
pratinjau jika ada pertanyaan yang dianggap keliru atau kurang relevan sehingga
dapat secara manual diubah.
Hasil
pengujian plugin dapat dilihat pada
Tabel 1.
Tabel 1 Pengujian Plugin AI
Text-to Questions
|
No |
Aktivitas |
Prosedur |
Hasil yang diharapkan |
Keterangan |
|
1 |
Input Kode API |
Salin kode API ke dalam input-an |
Kode API tersimpan ke sistem Aplikasi ANDA-LIMAN |
Berhasil |
|
2 |
Input Bahasa |
Pilih
Bahasa yang disediakan |
Pilihan
bahasa tersimpan ke sistem Aplikasi ANDA- LIMAN |
Berhasil |
|
3 |
Input Narasi dan Jumlah
Pertanyaan |
Salin/input narasi yang akan
dijadikan pertanyaan dan jumlah pertanyaan yang diinginkan |
Hasil inputan diproses AI dan diolah
menjadi pertanyaan sejumlah yang diinginkan |
Berhasil |
|
4 |
Edit Pertanyaan |
Edit
pertanyaan yang sudah diproses oleh AI jika ada hal yang ingin diubah |
Pertanyaan
berhasil diedit dan secara otomatis tersimpan di Bank Soal |
Berhasil |
|
5 |
Tambah pertanyaan kembali |
Klik Generate More Questions dan
lakukan aktivitas sebagaimana tercantum di nomor 3. |
Pertanyaan berhasil ditambahkan kembali
dan secara otomatis tersimpan di Bank Soal |
Berhasil |
Proses
pengujian plugin dapat dilihat pada
Gambar 6 sampai Gambar 9.
Gambar 6.
Proses Input Narasi dan Jumlah Pertanyaan pada Plugin AI Text-to-Questions Generator
Gambar 7.
Proses Pembuatan Pertanyaan dengan AI
Gambar 8.
Pertanyaan berhasil dibuat sesuai dengan yang diinginkan
Gambar 9.
Pratinjau soal yang dihasilkan
HASIL DAN PEMBAHASAN
Fitur Utama
Fitur
Plugin Text-to-Questions Generator
yang disematkan dalam aplikasi ANDALIMAN memiliki kemampuan untuk mengonversi
teks menjadi beberapa soal yang kita inginkan dan secara otomatis tersimpan ke
Bank Soal Moodle sehingga Widyaiswara tidak perlu meng-input soal
secara manual yang membutuhkan waktu
yang cukup lama terlebih dengan jumlah soal yang banyak dan waktu yang sangat
singkat mengingat kesibukan Widyaiswara itu sendiri.
Contohnya,
jika teks naratif menjelaskan tentang konsep dasar pembelajaran, sistem dapat
menghasilkan pertanyaan seperti "Apa yang dimaksud dengan konsep dasar
pembelajaran?" atau "Konsep dasar pembelajaran mencakup...?".
Hanya saja bentuk soalnya hanya berbentuk pilihan ganda.
Kelebihan
Plugin AI
Text-to-Questions Generator di Moodle memiliki beberapa keuntungan yang
signifikan, di antaranya:
1. Otomatisasi Pembuatan Soal
Plugin ini membantu Widyaiswara menghemat waktu
dalam membuat soal, karena secara otomatis menghasilkan pertanyaan berdasarkan
teks yang disediakan. Hal ini mempercepat proses pembuatan kuis dan penilaian
dibandingkan dengan cara manual.
2. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Adaptif
Plugin ini dapat menyesuaikan pertanyaan
berdasarkan pemahaman siswa terhadap teks, sehingga memungkinkan pendekatan
pembelajaran yang lebih adaptif. Penggunaan plugin
ini dapat mendukung pembelajaran yang dipersonalisasi sesuai dengan tingkat
pemahaman siswa.
3. Konsistensi dalam Pembuatan Soal
Dengan menggunakan plugin ini, Widyaiswara dapat menghasilkan soal dengan format dan
kualitas yang konsisten, mengurangi risiko perbedaan gaya dan tingkat kesulitan
yang sering terjadi dalam pembuatan soal manual.
4. Integrasi Mudah dengan Moodle
Plugin ini terintegrasi langsung dengan platform
Moodle, yang banyak digunakan di lembaga pendidikan dan pelatihan. Hal
ini membuatnya mudah diakses oleh pendidik tanpa perlu beralih ke aplikasi atau
alat lain.
5. Meningkatkan Kemampuan Analisis dan
Evaluasi
Soal yang dihasilkan oleh plugin dapat digunakan untuk menilai
pemahaman siswa terhadap materi secara efektif, memungkinkan guru memperoleh
umpan balik yang cepat dan berguna dalam menganalisis tingkat pemahaman siswa.
6. Efisiensi Waktu dan Peningkatan
Produktivitas
Widyaiswara dapat membuat soal dalam waktu
yang lebih singkat dibandingkan dengan metode tradisional, sehingga memberikan
lebih banyak waktu untuk aspek pengajaran lainnya dan dengan mengurangi beban
kerja, Widyaiswara dapat lebih fokus pada pengembangan materi ajar dan
interaksi dengan peserta pelatihan.
7. Hemat Biaya untuk Pembuatan Soal dalam
Jumlah Besar
Meskipun API OpenAI berbayar,
penggunaan plugin ini tetap dianggap
lebih hemat dibandingkan mempekerjakan tenaga tambahan untuk pembuatan soal
secara manual, terutama jika
diperlukan dalam jumlah besar dan waktu yang singkat.
Kekurangan dan Tantangan
Plugin AI
Text-to-Questions Generator pada Moodle menawarkan efisiensi
dalam membuat soal, tetapi memiliki beberapa kelemahan, antara lain:
1. Ketergantungan pada Kualitas Input
Teks
Kualitas pertanyaan yang dihasilkan
bergantung pada teks sumber. Jika teks tidak jelas atau kurang lengkap,
pertanyaan yang dihasilkan mungkin kurang relevan atau membingungkan bagi
siswa.
2. Keterbatasan dalam Jenis Pertanyaan
Moodle menawarkan berbagai jenis pertanyaan yang
menarik untuk dibuat dalam bentuk soal seperti Pilihan ganda, essay,
benar salah, dan lain sebagainya. Namun plugin
ini hanya dapat memfasilitasi soal berbentuk pilihan ganda.
3. Keterbatasan Jumlah Soal dalam Satu Kali
Proses
Dalam satu kali proses, soal yang dapat
dibuat hanya berkisar antara 1 (satu) sampai 10 (sepuluh) soal, sehingga ketika
ingin menambah soal lebih banyak harus mengulang proses yang sama.
4. Konteks Budaya dan Bahasa
AI sering mengalami kesulitan dalam
memahami konteks budaya atau bahasa tertentu, sehingga pertanyaan yang
dihasilkan dapat terasa kurang sesuai atau membingungkan dalam konteks lokal,
sehingga hindari narasi yang menggunakan bahasa yang tidak baku.
5. Memerlukan Kunci API dan Koneksi Stabil
Integrasi OpenAI memerlukan kunci
API yang harus selalu terhubung ke internet, yang bisa menjadi kendala di
daerah dengan akses internet terbatas atau jika terjadi gangguan pada layanan OpenAI.
KESIMPULAN
Penerapan
fitur AI text-to-questions dalam aplikasi ANDALIMAN berbasis Moodle
menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pembuatan
soal kuis. Dengan berbagai kelebihan seperti penghematan waktu dan peningkatan
produktivitas, teknologi ini dapat menjadi solusi efektif dalam konteks
pendidikan. Namun, kelemahan dan tantangan yang ada harus diatasi untuk
memaksimalkan potensi penerapan teknologi ini di masa depan. Pengembangan
lanjutan dari plugin ini diharapkan
dapat memperbaiki aspek-aspek yang kurang dan meningkatkan kualitas evaluasi
pembelajaran di institusi pendidikan, serta didukung pembuatan soal yang
variatif bentuknya.
Penelitian
ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan teknologi AI dalam aplikasi
ANDALIMAN, dengan fokus pada dampaknya terhadap kualitas soal, waktu pembuatan
soal, dan kelebihan/kekurangan pada teknologi tersebut. Hasil riset menunjukkan
bahwa efisiensi dan kualitas pembuatan soal kuis menjadi meningkat dilihat dari
efisiensi waktu dan peningkatan produktivitas yang dapat menjadi solusi efektif
khususnya dalam bidang pendidikan.
Berikut
adalah beberapa saran yang dapat dipertimbangkan:
1. Mengatasi kelemahan ini membutuhkan
kombinasi antara pemilihan teks yang baik, dan pengawasan manual terhadap pertanyaan yang dihasilkan.
2. Tantangan Teknis: Integrasi antara Moodle
dan plugin text-to-questions
menghadapi tantangan, seperti masalah kompatibilitas dan pengaturan sistem yang
kompleks. Diperlukan dukungan teknis yang memadai untuk memastikan sistem dapat
berjalan dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Litbang dan Diklat
Kementerian Agama RI. (2021). Surat Keputusan Kepala Badan Litbang dan
Diklat Kementerian Agama RI Nomor 67 Tahun 2021.
https://balitbangdiklat.kemenag.go.id/
Mahnegar, F. (2012). Learning
Mangement System. International Journal of Business and Social Science,
3(12), 144–151.
Mambu, J. G. Z., Pitra, D. H.,
Rizki, A., Ilmi, M., Nugroho, W., Leuwol, N. V, Muh, A., & Saputra, A.
(2023). Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) Dalam Menghadapi
Tantangan Mengajar Guru di Era Digital. Journal on Education, 06(01),
2689–2698.
OpenAI.com. (2022). ChatGPT:
Optimizing Language Models for Dialogue. Https://Openai.Com/Blog/Chatgpt/.
Rifky, S. (2024). Dampak Penggunaan
Artificial Intelligence Bagi Pendidikan Tinggi. Indonesian Journal of
Multidisciplinary on Social and Technology, 2(1), 37–42.
https://doi.org/10.31004/ijmst.v2i1.287
Santoso, G., Setiawan, J., &
Sulaiman, A. (2023). Development of OpenAI API Based Chatbot to Improve User
Interaction on the JBMS Website. G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan, 7(4),
1606–1615. https://doi.org/10.33379/gtech.v7i4.3301
Sugihartono. (2020). Pendidikan
Personalisasi dalam Era Kecerdasan Buatan: Kajian Implementasi di Indonesia. Jurnal
Pendidikan Dan Teknologi Informasi, 7(1), 13–22.
Supangat, Saringat, M. Z. bin,
& Koesdijarto, R. (2021). Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai
Respon Learning Style Mahasiswa. Konferensi Nasional Ilmu Komputer (KONIK),
270–279.
Zain, M. F. (2021). Sistem
Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Balai Diklat Keagamaan Medan Web Menggunakan
Learning Management System (LMS) Moodle. Jurnal Analisa Pemikiran Insan
Cendikia (APIC), 4(2), 29–43.