ANALISIS KESESUAIAN P5P2RA

DENGAN PRINSIP PELAKSANAAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERILAKU PESERTA DIDIK

 

Selly Idayanti

MTs Negeri 1 Kota Tangerang, Indonesia

E-mail: idayanti.selly@gmail.com

 

Abstract

This study aims to analyze the suitability of Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rohmatan Lilalamin (Pancasila Students Profile Strengthening Project and Rahmatan lil Alamin Students Profile Project/P5P2RA) at MTsN 1 Kota Tangerang with their implementation principles and their impacts on the students’ behaviors. This study applies a qualitative descriptive research design. The selection of the respondents used was purposive sampling. The data analysis technique used is Miles and Huberman’s analysis. The research data were collected through observations, documentation methods, and descriptive analysis using documentation records as the instruments. The result shows that the implementation of P5P2RA at MTsN 1 Kota Tangerang fulfilled the principles of P5P2RA implementation: holistic, contextual, student-oriented, explorative, togetherness, diversity, independence, usefulness, and religiosity. This project also has a positive impact on the achievement of the students of MTsN 1 Kota Tangerang, who have not only Pancasila Students’ profiles but also Rahmatan lil Alamin student’s profiles, who can think critically and creatively and can give peacefulness, and happiness feelings, also safety among human beings, and other Allah creatures to create a fun learning situation.
Keywords: kurikulum merdeka, Pancasila students profile strengthening project, rahmatan lil alamin, students profile, positive impacts

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (P5P2RA ) di MTsN 1 Kota Tangerang dengan prinsip pelaksanaan dan dampaknya terhadap perilaku peserta didik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pemilihan responden yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis Miles dan Huberman. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan dokumentasi serta analisis deskriptif, dengan instrumen berupa catatan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pelaksanaan program projek penguatan profil pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (P5P2RA) di MTsN 1 Kota Tangerang sudah memenuhi prinsip penerapan P5P2RA yaitu holistik, kontekstual, berorientasi pada peserta didik, eksploratif, kebersamaan, keberagaman, kemandirian, kebermanfaatan dan religius. Program ini juga memberikan dampak positif terhadap pencapaian peserta didik MTsN 1 Kota Tangerang sebagai pelajar Pancasila yang Rahmatan  lil Alamin mengajak untuk memberikan kedamaian, kebahagiaan dan keselamatan untuk sesama manusia serta semua makhluk ciptaan Allah Swt Tuhan yang maha esa, bernalar kritis, kreatif, serta menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.

Kata kunci: kurikulum merdeka, projek penguatan profil pelajar Pancasila, rahmatan lil alamin, dampak positif



PENDAHULUAN

Pemerintah terus melakukan upaya-upaya dalam pemulihan pendidikan di Indonesia pasca pandemi yang melanda dunia. Berbagai kebijakan dan peraturan dibuat guna mengembalikan kondisi pendidikan yang sempat mengalami learning loss. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah penerapan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini diluncurkan pada tanggal 11 Februari 2022 oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Chaterine, 2022). Untuk memandu pelaksanaanya maka dikeluarkanlah Keputusan Mendikbudristek Nomor 262/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran khususnya Implementasi Kurikulum Merdeka.

Kurikulum Merdeka dapat mulai diterapkan pada tahun 2022 dengan tiga opsi sesuai dengan kesiapan satuan pendidikan. Opsi yang dimaksud adalah Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi (Kemendikbudristek BSKAP, 2022). Diharapkan seluruh satuan Pendidikan dapat melaksanakannya secara serempak pada tahun 2024-2025 mendatang.

Untuk melaksanakan Kurikulum Merdeka, pemerintah melalui kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset dan Teknologi menetapkan kerangka dasar kurikulum. Pada kerangka dasar tersebut ditetapkan Profil Pelajar Pancasila (P3) sebagai sasaran puncak kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik (Kemdikbudristek, 2022). Di kementerian Agama profil pelajar tersebut ditambah dengan Profil pelajar Rohmatan Lilalamin (Kemenag, 2022a).

Upaya pencapaian P3 dan P2RA tersebut dilakukan melalui seluruh kegiatan edukatif di satuan pendidikan. Utamanya melalui intrakurikuler dan kokurikuler (Kemdikbudristek, 2022) (Kemenag, 2022b). Penanaman profil pelajar melalui intrakurikuler menyatu dalam pembelajaran setiap mata pelajaran. Sedangkan penanaman melalui kokurikuler disajikan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rohmatan Lilalamain yang sering disingkat dengan P5P2RA.

Melalui kegiatan kokurikuler tersebut pembelajaran diharapkan tidak hanya menghasilkan kompetensi hafalan dan pemahaman saja tapi belajar memecahkan masalah dan melakukan tindakan nyata di lingkungan masing-masing.

Kementerian Agama menyambut kebijakan implementasi Kurikulum Merdeka dengan memberikan tugas kepada madrasah untuk menerapkan Kurikulum Merdeka melalui Keputusan Dirjen Pendis nomor 3811 tahun 22 mengenai Madrasah Pelaksana Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2022-2023. Dalam keputusan tersebut memuat 2471 madrasah dari jenjang RA, MI, MTs dan MA untuk menerapkan kurikulum tersebut di kelas 1 dan 4, kelas 7 dan kelas 10.

Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Tangerang adalah salah satu madrasah yang terdaftar pada SK tersebut dan mulai mencoba untuk belajar menerapkan seluruh komponen kurikulum tersebut. Seperti penerapan kurikulum sebelumnya memulai penerapannya bukanlah sesuatu yang mudah. Komponen yang menjadi fokus belajar dalam penerapannya adalah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rohmatan lilalamin (P5P2RA). Kegiatan ini dianggap sulit karena belum ada pada kurikulum sebelumnya sehingga memerlukan waktu untuk satuan Pendidikan untuk mempelajari dan mencobanya sesuai dengan panduan yang telah diterbitkan.

MTsN 1 Kota Tangerang telah melaksanakan Kurikulum Merdeka beserta P5P2RA-nya melalui langkah-langkah penerapan yang telah ditetapkan. Untuk mengetahui apakah pelaksanaannya sudah sesuai dengan peraturan maka dilakukan evaluasi. Salah satu evaluasi yang dilakukan terkait dengan pelaksanaan P5P2RA. Evaluasi dilakukan untuk menjawab dua pertanyaan berikut: (1) Apakah pelaksanaan projek P5P2RA sudah memenuhi prinsip pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (PP2RA)? (2) Bagaimana peningkatan sikap pada dimensi dan nilai setelah mengikuti program P5P2RA? Hasil evaluasi diharapkan memberikan umpan balik untuk memperbaiki pelaksanaan P5P2RA di tahun berikutnya.

Penelitian mengenai P5P2RA belum banyak ditemuai di jurnal-jurnal penelitian. Ditemukan hanya 2 penelitian pada area tersebut. Pertama penelitian yang ditulis oleh Nugrahaereni Rachmawati dkk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dalam Implementasi Kurikulum Prototipe di Sekolah Penggerak Jenjang Sekolah Dasar. Penelitian ini memaparkan hasil kajian pustaka mengenai konsep projek penguatan profil pelajar Pancasila, alur penentuan dalam memilih elemen dan sub elemen profil pelajar Pancasila di Sekolah Dasar, dan kajian tentang assesment projek penguatan profil pelajar Pancasila (Rachmawati et al., 2022).

Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Irham Fajriansyah, dkk berjudul Pengaruh Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Terhadap Sikap Mandiri Siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa kegiatan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila memiliki pengaruh terhadap sikap mandiri siswa kegiatan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila memiliki pengaruh terhadap sikap mandiri siswa dengan r hitung sebesar 0,776 (Fajriansyah et al., 2023).

Penelitian ini memiliki perbedaan dan kesamaan dengan penelitian-penelitian terdahulu.  Penelitian pertama mengambil fokus pada analisis teori terhadap konsep P5 yang dipaparkan dalam peraturan dan panduan dan penelitian. Penelitian kedua mengukur pengaruh P5 terhadap kemandirian siswa di sebuah SMA. Sedangkan penelitian ini berbentuk penelitian evaluasi untuk meninjau kesesuaian pelaksanaan P5 di MTsN dari perspektif prinsip-prinsip pelaksanaannya. Terdapat kesamaan antara penelitian ini dalam segi dampak P5 terhadap sikap siswa namun pada penelitian ini bersifat kualitatif. Dengan demikian posisi penelitian ini bersifat saling melengkapi dengan penelitian-penelitian tersebut.

 

METODE

Penelitian ini difokuskan untuk menelaah dua masalah. Pertama mengenai kesesuaian pelaksanaan P5P2RA dari perspektif panduan penyelenggaraannya. Kedua mengenai dampak pelaksanaan P5P2RA bagi peserta didik.

Penelitian ini bersifat kualitatif menggunakan metodi studi kasus (case study) pada kurun waktu Waktu pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada 21 Juli  – 07 Oktober 2022. Fokus yang diteliti adalah pelaksanaan Projek Penguatan Profil pelajar Pancasila dan Rohmatan Lilalamin pada pelaksanaan Kurikulum Merdeka di MTsN 1 Kota Tangerang.

Menurut Spradley yang dijelaskan Sugiyono dalam penelitian kualitatif yang diteliti adalah situasi sosial (social situation) yang terdiri atas tiga elemen yaitu: tempat (place), pelaku (actors), dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis (Sugiono, 2020). Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data adalah semua yang terlibat dalam program P5P2RA mulai dari kepala madrasah selaku penanggung jawab program, wakil bidang kurikulum, fasilitator program dari guru yang mengajar di kelas tujuh serta seluruh peserta didik kelas tujuh (VII) di MTsN 1 Kota Tangerang.

Data pada penelitian ini diambil dari berbagai sumber dalam bentuk (a) Modul Projek, (b) Lembar Kerja Peserta Didik, (c) Lembar Observasi dan Catatan Lapangan, (d) Portofolio hasil karya peserta didik, (e) Lembar Penilaian Sumatif, (f) Foto dan video pelaksanaan program P5P2RA, (g) Link video karya peserta didik yang sudah diupload pada sosial media, (h) Rapot P5P2RA.

Teknik analisis data menggunakan analisis Miles dan Huberman yaitu tahapan analisis data meliputi reduksi data (Data Reduction), penyajian data (Data Dispay), dan penarikan kesimpulan (Conclusion Drawing/ Verification) (Sugiono, 2020).

Uji kredibilitas merupakan sebutan dalam uji validitas dalam penelitian kualitatif. Persyaratan data dianggap memiliki kredibilitas atau tingkat kepercayaan yang tinggi yaitu terdapat kesesuaian antara fakta di lapangan yang dilihat dari pandangan atau paradigm informan, narasumber ataupun partisipan dalam penelitian. Pada penelitian uji kredibilitas ini menggunakan teknik triangulasi melakukan pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu.

Dalam telaah mengenai kesesuaian pelaksanaan P5P2RA dilakukan beberapa langkah. Pertama telaah mengenai prinsip pelaksanaan P5P2RA dengan sumber panduan resmi yang dikeluarkan Kemdikbudristek dan kemenag. Kedua mengumpulkan dan menyaring data dari berbagai sumber mengenai pelaksanaan P5P2RA. Ketiga membandingkan data pelaksanaan dengan prinsip-prinsip pelaksanaannya. Untuk masalah kedua penelitian membandingkan data mengenai sikap peserta didik sebelum mengikuti kegiatan P5P2RA dengan sesudahnya.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Prinsip Pelasanaan P5P2RA

Dalam buku Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang dikeluarkan Kemdikubudrisetak (Satria et al., 2022). dijelaskan prinsip-prinsip kunci Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pada panduan tersebut dijelaskan 4 prinsip yaitu holistic, kontekstual, berfokus pada peserta didik dan eksploratif.

Holistik, bermakna memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah. Setiap tema projek yang dijalankan bukan merupakan sebuah wadah tematik yang menghimpun beragam mata pelajaran, namun lebih kepada wadah untuk meleburkan beragam perspektif dan konten pengetahuan secara terpadu. Di samping itu, cara pandang holistik juga mendorong kita untuk dapat melihat koneksi yang bermakna antar komponen dalam pelaksanaan projek, seperti peserta didik, pendidik, satuan pendidikan, masyarakat, dan realitas kehidupan sehari-hari.

Kontekstual, berkaitan dengan upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian. Prinsip ini mendorong pendidik dan peserta didik untuk dapat menjadikan lingkungan sekitar dan realitas kehidupan sehari-hari sebagai bahan utama pembelajaran. Oleh karenanya, satuan pendidikan sebagai penyelenggara kegiatan projek harus membuka ruang dan kesempatan bagi peserta didik untuk dapat mengeksplorasi berbagai hal di luar lingkup satuan pendidikan. Tema-tema projek yang disajikan sebisa mungkin dapat menyentuh persoalan lokal yang terjadi di daerah masing-masing. Dengan mendasarkan projek pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian, diharapkan peserta didik dapat mengalami pembelajaran yang bermakna untuk secara aktif meningkatkan pemahaman dan kemampuannya.

Berfokus pada peserta didik, berkaitan dengan skema pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri. Pendidik diharapkan dapat mengurangi peran sebagai aktor utama kegiatan belajar mengajar yang menjelaskan banyak materi dan memberikan banyak instruksi. Sebaliknya, pendidik sebaiknya menjadi fasilitator pembelajaran yang memberikan banyak kesempatan bagi peserta didik untuk mengeksplorasi berbagai hal atas dorongan dari diri sendiri. Harapannya, setiap kegiatan pembelajaran dapat mengasah kemampuan peserta didik dalam memunculkan inisiatif serta meningkatkan daya untuk menentukan pilihan dan memecahkan masalah yang dihadapinya.

Eksploratif, berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses inkuiri dan pengembangan diri. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak berada dalam struktur intrakurikuler yang terkait dengan berbagai skema formal pengaturan mata pelajaran. Oleh karenanya, projek ini memiliki area eksplorasi yang luas dari segi jangkauan materi pelajaran, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran. Namun demikian, diharapkan pada perencanaan dan pelaksanaannya, pendidik tetap dapat merancang kegiatan projek secara sistematis dan terstruktur agar dapat memudahkan pelaksanaannya. Prinsip eksploratif juga diharapkan dapat mendorong peran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk menggenapkan dan menguatkan kemampuan yang sudah peserta didik dapatkan dalam pelajaran intrakurikuler. (Kementerian Pendidikan Kementerian Pendidikan, 2022)

Selain itu dalam panduan pelaksanaan projek penguatan profil Pancasila dan Rohmatan Lil alamain yang dikeluarkan Kemenag (Kemenag, 2022a) dijelaskan prinsip-prinsip kunci projek penguatan profil pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (P5P2RA). Prinsip-prinsip dari 4 kunci projek penguatan profil pelajar Pancasila ditambah 5 profil pelajar Rahmatan lil Alamin, sebagai berikut. Pertama Kebersamaan, berarti seluruh kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif oleh warga madrasah dengan gotong royong dan saling bekerjasama. Kedua Keberagaman, berarti seluruh kegiatan di madrasah dilaksanakan dengan tetap menghargai perbedaan, kreatifitas, inovasi dan kearifan lokal secara inklusif dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketiga Kemandirian, berarti seluruh kegiatan di madrasah merupakan prakarsa dari, oleh dan untuk warga madrasah. keempat Kebermanfaatan, berarti seluruh kegiatan di madrasah harus berdampak positif bagi peserta didik, madrasah dan masyarakat. Kelima Religiusitas, berarti seluruh kegiatan di madrasah dilakukan dalam konteks pengabdian kepada Allah Swt. Prinsip-prinsip kunci projek penguatan profil pelajar Pancasila  dan profil pelajar  Rahmatan lil Alamin ini dijadikan standar analisis pelaksanaan program P5P2RA di MTsN 1 Kota Tangerang.

Prinsip-prinsip tersebut digunakan sebagai kerangka penilaian untuk menentukan kesesuaian dengan cara membandingkan data pelaksanaan dengan prinsip-prinsip tersebut.

 

Pelaksanaan P5P2RA

   Program P5P2RA di MTsN 1 Kota Tangerang merupakan kebijakan dari Kepala Madrasah dan dalam pelaksanaannya oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum. Kebijakan ini ditetapkan pada awal tahun pelajaran 2022/2023, bahwa kurikulum merdeka mulai diterapkan untuk pembelajaran pada Fase D di kelas 7. Kebijakan ini didasari dengan adanya surat pengajuan sebagai Madrasah percontohan/piloting, sehingga madrasah sudah mempersiapkan diri untuk menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023 (Surat Keputusan Mengenai Madrasah Pelaksana Kurikulum Merdeka TP 2022/2023, 2022).

Persiapan diri yang dilakukan yaitu dengan penyediaan buku pelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka dan juga sebagian besar guru-guru sudah mengikuti pelatihan dan sosialisasi kurikulum merdeka secara daring.

Hasil analisis peneliti menyatakan bahwa kebijakan dalam penerapan kurikulum merdeka di MTsN 1 Kota Tangerang ini tidak menyalahi aturan yang ada, dan sudah sesuai dengan aturan dari Kepmendibudristek dan Kementerian Agama.

Strategi dilakukan dimulai dengan pembentukan tim fasilitator MTsN 1 Kota Tangerang dengan dikeluarkan Surat Keputusan Kepala Madrasah Nomor : 069/Mts.28.05.02.01/kp.02.3/ 07/22 tentang Penetapan Tugas Tambahan Fasilitator Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tahun Pelajaran 2022/2023. Pada penyelenggaraan program tim fasilitator dibantu oleh semua guru mata pelajaran yang mengajar di kelas 7 dan seluruh wali kelas 7 yang disebut dengan Tim P5P2RA.

 Penentuan alokasi waktu kegiatan projek sebanyak 25% (dua puluh lima persen) dari total jam pelajaran selama 1 (satu) tahun. Jadwal kegiatan projek dilakukan setiap hari Jumat mulai pukul 08.30 – 15.00 wib. Projek 1 (satu) dilaksanakan sejak akhir Juli 2022 hingga Awal Oktober 2022, projek 2 (dua) awal Oktober 2022 hingga awal Desember 2022, dan projek 3 (tiga) direncanakan awal Januari 2023 hingga Maret akhir 2023.

Projek pertama mengambil tema P5 Hidup Berkelanjutan dan Berkeadaban (Ta‘addub) sebagai nilai P2RA. Topik untuk projek 1 adalahMATRISTA BERKAH JASA”. Makna pemilihan topik ini yaitu MATRISTA adalah sebutan nama populer dari MTsN 1 Kota Tangerang. BERKAH merupakan singkatan dari Bersih, Kreatif, Akhlakul Karimah. Kata JASA dalam bahasa Tangerang artinya “banget” atau penekanan sebuah kata “sangat”, dan bermakna pula singkatan dari  Jadi Pelajar Pancasila. Penentuan topik ini sesuai dengan tema dan tujuan tercapainya projek P5P2RA di MTsN 1 Kota Tangerang, yaitu sebagai pelajar Pancasila yang Rahmatan lil Alamin.

Modul Projek disusun oleh tim fasilitator projek penguatan profil pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin, diketahui oleh wakil bidang kurikulum dan disetujui oleh Kepala Madrasah. Modul projek ini dibuat sebagai petunjuk teknis tim fasilitator dalam pelaksanaan projek P5P2RA ini.

Pada projek 1 ini dipilih tiga dimensi profil pelajar Pancasila dan satu dimensi profil pelajar Rahmatan lil Alamin. Tabel 1 pemetaan dimensi, sub elemen, target pencapaian dan fokus aktivitas pada projek 1.


 

Tabel 1. Daftar Dimensi, Sub Elemen, Target Pencapaian, Aktivitas Projek 1 P5P2RA MTsN 1 Kota Tangerang


*Profil Pelajar Pancasila

Dimensi P5P2RA

Sub Elemen

Target Pencapaian

Aktivitas

Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia

Menjaga lingkungan alam  sekitar

Mewujudkan rasa syukur  dengan berinisiatif untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan alam sekitarnya dengan mengajukan alternatif solusi dan mulai menerapkan solusi tersebut

1,4,7

Bernalar Kritis

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu.

3

Kreatif

Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinil

Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan atau perasaannya dalam bentuk karya dan atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain

5,6,9

*Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamiin

Nilai

Sub Nilai

Target Pencapaian

Aktivitas

Rahmatan Lil ’Alamiin

Berkeadaban (ta’addub)

Menjunjung tinggi akhlak mulia, karakter, identitas, dan integritas sebagai khairu ummah dalam kehidupan kemanusiaan dan peradaban

 

1,4,7


 


 

Pelaksanaan program projek penguatan profil pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin keseluruhan dilakukan secara tatap muka langsung.

Tahapan kegiatan pada pelaksanaan program P5P2RA di MTsN 1 Kota Tangerang terlihat pada Tabel 2.

 

Tabel 2. Tahapan dan Jadwal Kegiatan Projek 1 P5P2RA MTs N 1 Kota Tangerang

Kegiatan

Tanggal

Penyusunan rancangan proyek oleh fasilitator

20-21 Juli 2022

Sosialisasi

22 Juli 2022

Asesmen diagnostik peserta

25 Juli 2022

Persiapan proyek produk pupuk kompos

29 Juli 2022 (aktivitas 1)

Pembuatan pupuk kompos

05 Agustus 2022 (aktivitas 2)

Pengamatan 1 pupuk kompos

12 Agustus 2022 Pagi (aktivitas 3)

Persiapan proyek produk 2 lukisan pada pot

12 Agustus 2022 Siang (aktivitas 4)

Melukis pada pot bunga

26 Agustus 2022 (aktivitas 5)

Persiapan proyek poster kaligrafi

02 September 2022 (aktivitas 6)

Membuat sketsa poster kaligrafi

09 September 2022 (aktivitas 7)

Membuat poster kaligrafi

16 September 2022 (aktivitas 8)

Dekorasi taman (memanfaatkan pupuk kompos, menata pot bunga yang sudah ada tanamannya dan memasang poster kaligrafi)

23 September 2022 (aktivitas 9)

Perayaan proyek (demonstarsi, pameran dan pemberian penghargaan)

30 September 2022 (aktivitas 9)

Asesmen sumatif dan bimbingan laporan

07 Oktober Pagi

Evaluasi dan tindak lanjut proyek

07 Oktober Siang

Semua kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik dalam melaksanakan projek P5P2RA ini, berdasarkan panduan LKPD yang telah diberikan untuk setiap aktivitas. Projek 1 telah dibuat 4 (empat) LKPD, yaitu LKPD membuat kompos, membuat lukisan pada pot, membuat poster kaligrafi dan membuat taman mini. Di akhir aktivitas projek 1 ada perayaan yaitu dengan pameran menampilkan seluruh produk hasil dari kegiatan projek 1. Selain itu juga diadakan demonstrasi yang dilakukan oleh perwakilan kelompok sebagai aksi baik hasil pelaksanaan kegiatan projek 1. Pada perayaan ini pula diberikan penghargaan kepada peserta terbaik, secara perorangan maupun kelompok bentuk apresiasi hasil kerja peserta didik selama projek 1 dan memotivasi peserta didik lainnya untuk melaksanakan projek lebih baik lagi. Setelah projek 1 berakhir, peserta didik diminta untuk membuat laporan dan mengumpulkan portofolio secara kelompok.

 

Kesesuaian  Pelaksanaan P5P2RA dengan Prinsip-Prinsip Kunci

Analisis Prinsip-prinsip Kunci Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila berdasarkan nilai rata-rata per variabel dan mengelompokkannya kedalam 5 kategori sebagai berikut: Sangat rendah/Sangat tidak setuju: 1,00–1,80; Rendah/Tidak setuju: 1,81–2,60; Sedang/Netral: 2,61–3,40; Tinggi/Setuju: 3,41–4,20; Sangat tinggi/Sangat setuju: 4,21–5,00.

Nilai maksimal dan minimal dalam perhitungan interval diatas diperoleh dari nilai skor skala likert, dimana diketahui skor maksimal dalam skala likert adalah 5 dan skor minimalnya 1.

Indikator yang menjadi kunci sukses dalam penerapan projek penguatan profil Pancasila yaitu jika memenuhi 4 (empat) prinsip yaitu holistik, kontekstual, berorientasi pada peserta didik, dan eksploratif. Serta 5 (lima) nilai pelajar Rahmatan lil Alamin. yaitu  kebersamaan, keberagaman, kemandirian, kebermanfaatan dan religius. Data diperoleh melalui angket yang disebarkan kepada pelaksana P5P2RA mulai dari kepala madrasah sampai fasilitator.

Berdasarkan hasil survei tersebut diperoleh data pada Tabel 3.



Tabel 3 Statistik Deskriptif Program Projek 1 P5P2RA MTsN 1 Kota Tangerang (Prinsip Holistik)



No

Pertanyaan

N

Min

Max

Mean

Kategori

1.

Tema pada proyek 1 (hidup Berkelanjutan) memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah

24,00

3,00

5,00

4,33

Sangat Tinggi

2,

Tema pada proyek 1 (hidup Berkelanjutan)  merupakan  wadah untuk meleburkan beragam perspektif dan konten pengetahuan secara terpadu

24,00

3,00

5,00

4,29

Sangat Tinggi

3.

Tema pada proyek 1 (hidup Berkelanjutan) mendorong kita untuk dapat melihat koneksi yang bermakna antar komponen dalam pelaksanaan proyek, seperti peserta didik, pendidik, satuan pendidikan, masyarakat, dan realitas kehidupan sehari-hari

24,00

3,00

5,00

4,38

Sangat Tinggi

 

Total Mean

 

 

 

4,33

Sangat Tinggi

 


Prinsip Holisitik

Tabel 3 diatas dapat diketahui jumlah responden yang mengisi angket sebanyak 24 orang. Nilai minimum dalam variabel ini keseluruhan indikator memiliki nilai minimum 1 yang berarti bahwa jawaban terendah dari 24 responden adalah sangat tidak setuju dan untuk nilai maksimum dalam variabel ini keseluruhan indikator 20 memiliki nilai maksimum 5 yang berarti bahwa jawaban tertinggi dari 24 responden adalah sangat setuju.

Selanjutnya, dapat dilihat bahwa rata-rata penilaian responden terhadap program projek 1 P5P2RA MTsN 1 Kota Tangerang berdasarkan prinsip holistik secara keseluruhan termasuk dalam kategori sangat tinggi yakni sebesar 4,33. Hal ini menunjukan bahwa tingkat pencapaian projek 1 program P5P2RA di MTsN 1 Kota Tangerang, dengan tema hidup berkelanjutan sudah memenuhi prinsip holistik.


 


Tabel 4 Statistik Deskriptif Program Projek 1 P5P2RA MTsN 1 Kota Tangerang (Prinsip Kontekstual)


No

Pertanyaan

N

Min

Max

Mean

Kategori

4.

Kegiatan pada proyek 1 merupakan  upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian

24,00

2,00

5,00

4,38

Sangat Tinggi

5.

Kegiatan pada proyek 1 mendorong pendidik dan peserta didik untuk dapat menjadikan lingkungan sekitar dan realitas kehidupan sehari-hari sebagai bahan utama pembelajaran

24,00

3,00

5,00

4,33

Sangat Tinggi

6.

Kegiatan pada proyek 1   membuka ruang dan kesempatan bagi peserta didik untuk dapat mengeksplorasi berbagai hal di luar lingkup satuan pendidikan

24,00

3,00

5,00

4,38

Sangat Tinggi

7.

Tema pada proyek 1 (Hidup Berkelanjutan) dapat menyentuh persoalan lokal yang terjadi di daerah Tangerang

24,00

2,00

5,00

3,92

Tinggi

8.

Kegiatan pada proyek 1  peserta didik dapat mengalami pembelajaran yang bermakna untuk secara aktif meningkatkan pemahaman dan kemampuannya

24,00

3,00

5,00

4,46

Sangat Tinggi

 

Total Mean

 

 

 

4,29

Sangat Tinggi

Prinsip Kontekstual


Tabel 4 dapat dilihat bahwa rata-rata penilaian responden terhadap program projek 1 P5P2RA MTsN 1 Kota Tangerang berdasarkan prinsip kontekstual secara keseluruhan termasuk dalam kategori sangat tinggi yakni sebesar 4,29. Hal ini menunjukan bahwa tingkat pencapaian projek 1 program P5P2RA di MTsN 1 Kota Tangerang, dengan tema hidup berkelanjutan sudah memenuhi prinsip kontekstual.




Tabel 5 Statistik Deskriptif Program Projek 1 P5P2RA MTsN 1 Kota Tangerang (Prinsip Berpusat Pada Peserta Didik)


No

Pertanyaan

N

Min

Max

Mean

Kategori

9.

Skema pembelajaran pada proyek 1 dapat mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran yangx aktif  mengelola proses belajarnya secara mandiri

24,00

3,00

5,00

4,38

Sangat Tinggi

10.

Skema pembelajaran pada proyek 1, Pendidik dapat mengurangi peran sebagai aktor utama kegiatan belajar mengajar yang menjelaskan banyak materi dan memberikan banyak instruksi

24,00

2,00

5,00

4,08

Tinggi

11.

Skema pembelajaran pada proyek 1, pendidik menjadi fasilitator pembelajaran yang memberikan banyak kesempatan bagi peserta didik untuk mengeksplorasi berbagai hal atas dorongan dari diri sendiri

24,00

3,00

5,00

4,25

Sangat Tinggi

12.

Skema pembelajaran pada proyek 1, setiap kegiatan pembelajaran dapat mengasah kemampuan peserta didik dalam memunculkan inisiatif serta meningkatkan daya untuk menentukan pilihan dan memecahkan masalah yang dihadapinya

24,00

3,00

5,00

4,33

Sangat Tinggi

 

Total Mean

 

 

 

4,26

Sangat Tinggi

No

Pertanyaan

N

Min

Max

Mean

Kategori

Prinsip Berpusat pada Peserta Didik


Tabel 5 dapat dilihat bahwa rata-rata penilaian responden terhadap program projek 1 P5P2RA MTsN 1 Kota Tangerang berdasarkan prinsip berpusat pada peserta didik secara keseluruhan termasuk dalam kategori sangat tinggi yakni sebesar 4,26. Hal ini menunjukan bahwa tingkat pencapaian projek 1 program P5P2RA di MTsN 1 Kota Tangerang, dengan skema pembelajaran yang dibuat sudah memenuhi prinsip berpusat pada peserta didik.


 


 

Tabel 6 Statistik Deskriptif Program Projek 1 P5P2RA MTsN 1 Kota Tangerang (Prinsip Eksploratif)


No

Pertanyaan

N

Min

Max

Mean

Kategori

13.

Kegiatan pembelajaran pada proyek 1 dapat memberikan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses inkuiri (strategi pengajaran yang berpusat pada siswa/ peserta didik, yang mendorong siswa/ peserta didik untuk menyelidiki masalah dan menemukan informasi)

24,00

3,00

5,00

4,29

Sangat Tinggi

14.

Kegiatan pembelajaran pada proyek 1 dapat memberikan semangat untuk membuka ruang yang lebar untuk pengembangan diri peserta didik

24,00

2,00

5,00

4,42

Sangat Tinggi

15.

Proyek 1 ini memiliki area eksplorasi yang luas dari segi jangkauan materi pelajaran, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran

24,00

3,00

5,00

4,17

Tinggi

16.

Perencanaan dan pelaksanaan proyek 1 dirancang secara sistematis dan terstruktur agar dapat memudahkan pelaksanaannya

24,00

3,00

5,00

4,17

Tinggi

17.

Peran Proyek 1 dapat menggenapkan dan menguatkan kemampuan yang sudah peserta didik dapatkan dalam pelajaran intrakurikuler

24,00

3,00

5,00

4,17

Tinggi

 

Total Mean

 

 

 

4,24

Sangat Tinggi


Prinsip Eksploratif


Tabel 6 menunjukkan bahwa rata-rata penilaian responden terhadap program projek 1 P5P2RA MTsN 1 Kota Tangerang berdasarkan prinsip eksploratif secara keseluruhan termasuk dalam kategori sangat tinggi yakni sebesar 4,24. Hal ini menunjukan bahwa tingkat pencapaian projek 1 program P5-PRRA di MTsN 1 Kota Tangerang, dengan strategi pembelajaran yang dibuat sudah memenuhi prinsip eksploratif


.


 

Tabel 7 Statistik Deskriptif Program Projek 1 P5P2RA MTsN 1 Kota Tangerang (Prinsip Nilai Rahmatan lil Alamin)


No

Pertanyaan

N

Min

Max

Mean

Kategori

18.

Seluruh kegiatan proyek 1 dilaksanakan secara kolaboratif oleh warga madrasah dengan gotong royong dan saling bekerjasama

24,00

3,00

5,00

4,33

Sangat Tinggi

19.

seluruh kegiatan proyek 1 di madrasah dilaksanakan dengan tetap menghargai perbedaan, kreatifitas, inovasi dan kearifan lokal secara inklusif dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia

24,00

2,00

5,00

4,42

Sangat Tinggi

20.

Seluruh kegiatan proyek 1 di madrasah merupakan prakarsa dari, oleh dan untuk warga madrasah

24,00

3,00

5,00

4,17

Tinggi

21.

Seluruh kegiatan proyek 1 di madrasah berdampak positif bagi peserta didik, madrasah dan masyarakat

24,00

3,00

5,00

4,29

Sangat Tinggi

22.

Seluruh kegiatan proyek 1 di madrasah dilakukan dalam konteks pengabdian kepada Allah Swt

24,00

3,00

5,00

4,33

Sangat Tinggi

 

Total Mean

 

 

 

4,30

Sangat Tinggi

 


Nilai Rahmatan lil Alamin

Tabel 7 menunjukan bahwa rata-rata penilaian responden terhadap kegiatan projek 1 P5P2RA MTsN 1 Kota Tangerang berdasarkan nilai Rahmatan lil Alamin bagi peserta didik secara keseluruhan termasuk dalam kategori sangat tinggi yakni sebesar 4,30. Hal ini menunjukan bahwa projek 1 program P5P2RA di MTsN 1 Kota Tangerang memenuhi unsur nilai Rahmatan lil Alamin, yaitu kebersamaan, keberagaman, kemandirian, kebermanfaatan dan religiusitas.

Berdasarkan data-data di atas hasil Analisis Prinsip Pengembangan Projek penguatan profil pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (P5P2RA) di MTsN 1 Kota Tangerang sudah terlaksana sesuai dengan berdasarkan KMA No. 347 tahun 2022, Kepmenbudristek No.262/M/2022, Buku Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek tahun 2021, dan Buku Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin  yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2022. Selain itu penyelenggaraan program projek penguatan profil pelajar  Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (P5P2RA) di MTsN 1 Kota Tangerang berdampak positif bagi peserta didik yaitu tercapainya pelajar Pancasila yang Rahmatan lil Alamin, sesuai dengan harapan implementasi kurikulum merdeka di madrasah.


 


Dampak Program P5P2RA bagi Sikap Peserta Didik

Indikator sikap yang dijadikan tolok ukur adalah sikap-sikap yang ada


Dalam dimensi profil pelajar Pancasila (P3) dan nilai profil pelajar rohmatan lil alamin (P2RA) pada projek bertema Gaya Hidup berkelanjutan yang dilaksanakan. Sikap yang dimaksud adalah dan kreatif. Data diperoleh melalui dari wawancara dengan para fasilitator dan self-assessment yang diberikan melalui angket pada peserta didik. Self-assessment pada projek 1 dilakukan setelah projek 1 berakhir. Asesmen ini dilakukan dengan cara pemberian angket penilaian diri peserta didik terhadap yang mereka alami, rasakan dan tindak lanjut kedepannya menggunakan instrumen seperti pada Gambar 1. 

Hasil wawancara menunjukan bahwa projek 1 program P5P2RA di MTsN 1 Kota Tangerang, menghasilkan dampak positif bagi peserta didik yaitu tercapainya pelajar Pancasila yang Rahmatan lil Alamin mengajak untuk memberikan kedamaian, kebahagiaan, dan keselamatan untuk sesama manusia serta semua makhluk ciptaan Allah SWT Tuhan yang Maha Esa, bernalar kritis dan kreatif. Peserta didik juga sudah dapat menerapkan hidup berkelanjutan di madrasah, seperti menjaga kebersihan lingkungan, yang sebelumnya peserta didik acuh kini lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Selain itu   peserta didik sudah mulai melakukan pembiasaan merawat tanaman, yang sebelumnya hanya dilakukan oleh petugas sekolah. Selain itu peserta didik lebih menyayangi mahluk hidup yang ada di madrasah, seperti tidak berbuat kasar terhadap kucing yang berkeliaran di kelas.


 



Gambar 1 Instrumen Penilaian Sumatif Program Projek 1 P5P2RA MTsN 1 Kota Tangerang (Dampak Positif Program P5P2RA)

 


Hasil self-assessment ditemukan fakta sebagai berikut. Untuk pertanyaan nomor 1 sebagian besar yaitu 76,47% peserta didik menyatakan selalu aktif mengikuti kegiatan P5P2RA. Nomor 2 sebagian besar (61,76%) peserta didik menyatakan selalu berdoa terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan P5P2RA. Nomor 3 sebagian besar (85,29%) peserta didik menyatakan selalu mengikuti arahan yang disampaikan oleh fasilitator P5P2RA. Nomor 4 sebagian besar (64,71%) peserta didik menyatakan selalu senang bekerja dalam kelompok P5P2RA. Nomor 5 setengahnya (50 %) peserta didik menyatakan kadang memberikan ide/gagasan dalam kelompok P5P2RA. Nomor 6 hampir setengahnya (41,18 %) peserta didik menyatakan selalu termotivasi untuk mengikuti kegiatan projek 1 pembuatan kompos. Nomor 7 setengahnya (50 %) peserta didik menyatakan selalu termotivasi untuk mengikuti kegiatan projek 1 pembuatan melukis pada pot. Nomor 8 lebih dari setengahnya (55,88 %) peserta didik menyatakan selalu termotivasi untuk mengikuti kegiatan projek 1 pembuatan kaligrafi kalimat toyyibah.

Berbeda dengan pertanyaan nomor 1 sampai dengan 8, jawaban peserta didik pada nomor 9 sampai 12, yang menyatakan penerapan kegiatan P5P2RA di rumah hampir setengahnya peserta didik menjawab kadang. Data didapatkan 41,18 % peserta didik menjawab kadang untuk menerapkan pembuatan kompos di rumah. 47, 06 % peserta didik menjawab kadang untuk menerapkan pembuatan lukisan pada pot di rumah. 35,29 % peserta didik menjawab kadang untuk menerapkan pembuatan kaligrafi di rumah. Dan 32,35 % peserta didik menjawab kadang untuk mengembangkan salah satu dari kegiatan projek 1 P5P2RA ini menjadi usaha produktif. Berdasarkan data ini penyebab peserta didik menjawab kadang, dikarenakan projek 1 masih dalam proses berjalan, sehingga butuh waktu lebih panjang untuk menerapkan pembiasaan ini di rumah. Namun demikian pembiasaan ini sudah dilakukan di madrasah sebagai stimulan peserta didik untuk mendapatkan pengalaman dan memberikan inspirasi untuk menghasilkan karya yang dapat dijadikan usaha produktif.

Pertanyaan esai mengenai ungkapan perasaan seluruhnya (100%) peserta didik mengungkapkan perasaan senang dengan beragam alasan. Perasaan senang yang dirasakan pada kegiatan P5P2RA pada projek 1 ini, antara lain karena mendapatkan pengalaman baru, bermain sambil belajar, belajar bekerjasama, dan lebih akrab dengan teman-teman satu kelompok. Sedangkan untuk tindak lanjut kegiatan P5P2RA ini pada umumnya menjawab niat kesiapan dan harapan mereka agar dapat menerapkan pembiasaan di P5P2RA ini di kehidupan sehari-hari.

 

KESIMPULAN

 Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, pelaksanaan projek P5P2RA di MTsN 1 Kota Tangerang sudah memenuhi prinsip pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila Dan Rahmatan lil Alamin (P5P2RA). Pencapaian prinsip holistik dalam kategori sangat tinggi yakni sebesar 4,33. Prinsip kontekstual dalam kategori sangat tinggi yakni sebesar 4,29. Prinsip berpusat pada peserta didik dalam kategori sangat tinggi yakni sebesar 4,26. Pencapaian prinsip eksploratif dalam kategori sangat tinggi yakni sebesar 4,24. pencapaian nilai Rahmatan lil Alamin (kebersamaan, keberagaman, kemandirian, kebermanfaatan dan religius) dalam kategori sangat tinggi yakni sebesar 4,30.

Kedua, program P5P2RA memberikan dampak positif terhadap peserta didik. Dampak positif diantaranya peserta didik selalu aktif mengikuti kegiatan P5P2RA (76,47%), selalu berdoa terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan P5P2RA (61,76%), selalu mengikuti arahan yang disampaikan oleh fasilitator P5P2RA (85,29%), selalu senang bekerja dalam kelompok P5P2RA (64,71%), memberikan ide/gagasan dalam kelompok P5P2RA (50%).

Dampak positif dalam penerapan kegiatan P5P2RA di rumah hampir setengahnya peserta didik menjawab kadang untuk menerapkan pembuatan kompos di rumah (41,18), menerapkan pembuatan lukisan pada pot di rumah (47,06%), untuk menerapkan pembuatan kaligrafi di rumah (35,29 %), Dan 32,35 % peserta didik menjawab kadang untuk mengembangkan salah satu dari kegiatan projek 1 P5P2RA ini menjadi usaha produktif. Dampak positif program P5P2RA ini juga tampak pada ungkapan perasaan dari peserta didik. Seluruhnya (100%) peserta didik mengungkapkan perasaan senang dengan beragam alasan.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut pelaksanaan P5P2RA sudah baik dan berdampak positif terhadap sikap peserta didik. Peneliti mengajukan saran agar pelaksanaannya lebih baik lagi agar peserta didik lebih bersemangat dan merasakan manfaat untuk perkembangan life skil yang telah ditetapkan pada profil pelajar Pancasila dan Rohmatan lil alamin.


 

DAFTAR PUSTAKA

Chaterine, R. N. (2022). Nadiem Ganti Nama Kurikulum Protipe Jadi Kurikulum Merdeka, Mulai Berlaku Tahun Ajaran 2022/2023. Kompas.Com, 1.

 

Surat Keputusan Mengenai Madrasah Pelaksana Kurikulum Merdeka TP 2022/2023, Pub. L. No. B-1775/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/07/2022, Surat Keputusan 1 (2022).

 

Fajriansyah, I., Syafi’i, I., & Wulandari, H. (2023). Pengaruh Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila terhadap Sikap Mandiri Siswa. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(3), 1570–1575. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i3.1612

 

Kemdikbudristek. (2022). Kepmen No 262 Perubahan 56 Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pemulihan Pembelajaran. Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Dan Teknologi Republik Indonesia.

 

Kemenag. (2022a). Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmana Lil Alamin.

 

Kemenag. (2022b). Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah. In Jakarta (Issue Implementasi Kurikulum Merdeka).

 

Kemendikbudristek BSKAP. (2022). Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 009/H/KR/2022 Tentang Dimensi, Elemen, dan Sebelemen Profil Pelajar Pancasila Pada Kurikulum Merdeka. In Kemendikbudristek BSKAP RI (Issue 021).

 

Kementerian Pendidikan Kementerian Pendidikan, K. R. dan T. (2022). Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

 

Rachmawati, N., Marini, A., Nafiah, M., & Nurasiah, I. (2022). Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Impelementasi Kurikulum Prototipe di Sekolah Penggerak Jenjang Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6(3), 3613–3625. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2714

 

Satria, R., Adiprima, P., Wulan, K. S., & Harjatanaya, T. Y. (2022). Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan, 137.

 

Sugiono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Pustaka Baru Press.